Terbaru

Senin, Maret 30, 2009

(6) Comments

Air Adalah Sumber Dari Segala Sesuatu

INDRA - Diriwayatkan bahwa Kaisar Romawi menulis surat kepada Ma'awiyah binAbi Sufyan yang dibawa oleh seorang utusan. Isi surat tersebut:"Beritahukan kepada saya tentang suatu yang tidak ada kiblatnya(pengimaman), tentang yang tidak punya ayah, tidak punya keluarga(ibu-bapak) dan orang yang dibawa-bawa oleh kuburannya. Juga tentangtiga makhluk yang tidak dicipta dalam rahim, tentang sesuatu,setengahnya dan yang tidak terbilang. Kirimlah kepadaku dalam botolsuatu bibit (sumber dari segala sesuatu)".

Ma'awiyah r.a. kemudian mengirimkan surat dan botol tersebut kepadaAbdullah Ibnu Abbas r.a., pakar dan tokoh ulama fikih agar menjawabsurat itu.

Ibnu Abbas r.a. menjawab sebagai berikut: "Yang tidak punya kiblat(pengimaman) adalah Ka'bah. Yang tidak punya Ayah adalah Isa as. Yangtidak punya keluarga (ayah-ibu) ialah Adam as. Yang dibwa-bawa olehkuburannya ialah Yunus as yang ditelan oleh ikan hiu.

Adapaun tiga makhluk yang tidak dicipta dalam rahim ialah domba NabiIbrahim as., unta betina Nabi Saleh as., dan ular Nabi Musa as..

Adapun 'sesuatu' itu ialah orang berakal yang menggunakan akalnya.Setengah (separo) dari sesuatu ialah orang yg tidak berakal tetapimengikuti pendapat orang-orang yang berakal. Adapun yang tidakterbilang (apa-apa) ialah orang yang tidak berakal dan tidak maumengikuti pikiran orang-orang yang berakal.

Kemudian, beliau mengisi botol sehingga penuh dengan air dan berkata,"Air adalah bibit (sumber) dari segala sesuatu."

Jawaban surat Ma'awiyah dikirimkan kepada Kaisar yang menanggapinyadengan penuh kekaguman.

Senin, Maret 30, 2009

(1) Comments

Meninggalkan Khianat, Mendapat Rahmat

INDRA - Al-Qadhi Abu Bakar Muhammad bin Abdul Baqi bin Muhammad Al-Bazzar Al-Anshari berkata: "Dulu, aku pernah berada di Makkah semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala selalu menjaganya, suatu hari aku merasakan lapar yang sangat. Aku tidak mendapatkan sesuatu yang dapat menghilangkan laparku. Tiba-tiba aku menemukan sebuah kantong dari sutera yang diikat dengan kaos kaki yang terbuat dari sutera pula.

Aku memungutnya dan membawanya pulang ke rumah. Ketika aku buka, aku dapatkan didalamnya sebuah kalung permata yang tak pernah aku lihat sebelumnya. Aku lalu keluar dari rumah, dan saat itu ada seorang bapak tua yang berteriak mencari kantongnya yang hilang sambil memegang kantong kain yang berisi uang lima ratus dinar. Dia mengatakan, 'Ini adalah bagi orang yang mau mengembalikan kantong sutera yang berisi permata'. Aku berkata pada diriku, 'Aku sedang membutuhkan, aku ini sedang lapar. Aku bisa mengambil uang dinar emas itu untuk aku manfaatkan dan mengembalikan kantong sutera ini padanya'.

Maka aku berkata pada bapak tua itu, 'Hai, kemarilah'. Lalu aku membawanya ke rumahku. Setibanya di rumah, dia menceritakan padaku ciri kantong sutera itu, ciri-ciri kaos kaki pengikatnya, ciri-ciri permata dan jumlahnya berikut benang yang mengikatnya. Maka aku mengeluarkan dan memberikan kantong itu kepadanya dan dia pun memberikan untukku lima ratus dinar, tetapi aku tidak mau mengambilnya. Aku katakan padanya, 'Memang seharusnya aku mengembalikannya kepadamu tanpa mengambil upah untuk itu'. Ternyata dia bersikeras, 'Kau harus mau menerimanya', sambil memaksaku terus-menerus. Aku tetap pada pendirianku, tak mau menerima.

Akhirnya bapak tua itu pun pergi meninggalkanku. Adapun aku, beberapa waktu setelah kejadian itu aku keluar dari kota Makkah dan berlayar dengan perahu. Di tengah laut, perahu tumpangan itu pecah, orang-orang semua tenggelam dengan harta benda mereka. Tetapi aku selamat, dengan menumpang potongan papan dari pecahan perahu itu. Untuk beberapa waktu aku tetap berada di laut, tak tahu ke mana hendak pergi!

Akhirnya aku tiba di sebuah pulau yang berpenduduk. Aku duduk di salah satu masjid mereka sambil membaca ayat-ayat Al-Qur'an. Ketika mereka tahu bagaimana aku membacanya, tak seorang pun dari penduduk pulau tersebut kecuali dia datang kepadaku dan mengatakan, 'Ajarkanlah Al-Qur'an kepadaku'. Aku penuhi permintaan mereka. Dari mereka aku mendapat harta yang banyak.

Di dalam masjid, aku menemukan beberapa lembar dari mushaf, aku mengambil dan mulai membacanya. Lalu mereka bertanya, 'Kau bisa menulis?', aku jawab, 'Ya'. Mereka berkata, 'Kalau begitu, ajarilah kami menulis'. Mereka pun datang dengan anak-anak juga dan para remaja mereka. Aku ajari mereka tulis-menulis. Dari itu juga aku mendapat banyak uang. Setelah itu mereka berkata, 'Kami mempunyai seorang puteri yatim, dia mempunyai harta yang cukup. Maukah kau menikahinya?' Aku menolak. Tetapi mereka terus mendesak, 'Tidak bisa, kau harus mau'. Akhirnya aku menuruti keinginan mereka juga. Ketika mereka membawa anak perempuan itu kehadapanku, aku pandangi dia. Tiba-tiba aku melihat kalung permata yang dulu pernah aku temukan di Makkah melingkar di lehernya. Tak ada yang aku lakukan saat itu kecuali hanya terus memperhatikan kalung permata itu.

Mereka berkata, 'Sungguh, kau telah menghancurkan hati perempuan yatim ini. Kau hanya memperhatikan kalung itu dan tidak memperhatikan orangnya'. Maka saya ceritakan kepada mereka kisah saya dengan kalung tersebut. Setelah mereka tahu, mereka meneriakkan tahlil dan takbir hingga terdengar oleh penduduk setempat. 'Ada apa dengan kalian?', kataku bertanya. Mereka menjawab, 'Tahukah engkau, bahwa orang tua yang mengambil kalung itu darimu saat itu adalah ayah anak perempuan ini'. Dia pernah mengatakan, 'Aku tidak pernah mendapatkan seorang muslim di dunia ini (sebaik) orang yang telah mengembalikan kalung ini kepadaku'.

Dia juga berdoa, 'Ya Allah, pertemukanlah aku dengan orang itu hingga aku dapat menikahkannya dengan puteriku', dan sekarang sudah menjadi kenyataan'. Aku mulai mengarungi kehidupan bersamanya dan kami dikaruniai dua orang anak. Kemudian isteriku meninggal dan kalung permata menjadi harta pusaka untukku dan untuk kedua anakku. Tetapi kedua anakku itu meninggal juga, hingga kalung permata itu jatuh ke tanganku. Lalu aku menjualnya seharga seratus ribu dinar. Dan harta yang kalian lihat ada padaku sekarang ini adalah sisa dari uang 100 ribu dinar itu."

Senin, Maret 30, 2009

(0) Comments

Pahitnya Obat

INDRA - POSTAR

INDRA - Seorang raja memiliki istri yang sangat ia cintai. Sayang, istrinya tidak bisa memberinya keturunan. Banyak tabib telah berusaha mengobatinya, namun tidak berhasil. Ia diberitahu bahwa ada seorang tabib yang sangat mahir di suatu tempat tertentu.
"Panggillah ia kemari," titah sang raja.

Tak beberapa lama datanglah sang tabib ke hadapan raja.

"Jika kalian ingin aku mengobatinya, maka biarkanlah aku berdua dengan sang permaisuri, tutuplah dengan hijab," kata sang tabib.Mereka kemudian meninggalkan kedua orang itu.

"Setelah kuamati bukuku, ternyata ajalmu telah dekat. Sisa umurmu tak cukup untuk mengandung dan melahirkan. Umurmu hanya tinggal 40 hari lagi," kata sang tabib kepada permaisuri raja.Setelah merasa cukup berbicara dengannya, sang tabib kemudian mohon
diri.

Sejak pertemuannya dengan sang tabib, nafsu makan permaisuri sangat berkurang. Makan siang dihidangkan, namun ia tidak memakannya. Makan malam disiapkan, ia juga tidak menyentuhnya.Raja khawatir dengan keadaan istrinya.

"Apa yang terjadi denganmu?" tanya raja.
"Orang bijak itu mengatakan bahwa umurku tinggal 40 hari," jelas istrinya.Permaisuri lalu menceritakan semua yang dikatakan oleh sang tabib.

Semakin hari tubuh sang permaisuri semakin kurus. Empat puluh hari lewat sudah, tetapi ia tidak mati juga. Raja kemudian mengutus orang untuk mengundang sang tabib.

"Empat puluh hari telah berlalu, namun istriku tetap hidup," kata raja kepada sang tabib.
"Sesungguhnya aku tidak tahu kapan ajalku tiba, apa lagi ajal orang lain. Namun saat itu, aku tidak menemukan obat yang lebih manjur dari berita yang menakutkannya. Istrimu selalu makan yang nikmat-nikmat sehingga lemak menutup rahimnya. Sekarang temuilah dia dan kumpullah dengannya. Insyaa Allah dia akan hamil." Tak lama kemudian tersebar berita bahwa permaisuri raja hamil.

Senin, Maret 30, 2009

(0) Comments

Sepotong Roti Penebus Dosa

INDRA - Abu Burdah bin Musa Al-Asy'ari meriwayatkan, bahwa ketika menjelang wafatnya Abu Musa pernah berkata kepada puteranya: "Wahai anakku, ingatlah kamu akan cerita tentang seseorang yang mempunyai sepotong roti."

Dahulu kala di sebuah tempat ibadah ada seorang lelaki yang sangat tekun beribadah kepada Allah. Ibadah yang dilakukannya itu selama lebih kurang tujuh puluh tahun. Tempat ibadahnya tidak pernah ditinggalkannya, kecuali pada hari-hari yang telah dia tentukan. Akan tetapi pada suatu hari, dia digoda oleh seorang wanita sehingga diapun tergoda dalam bujuk rayunya dan bergelimang di dalam dosa selama tujuh hari sebagaimana perkara yang dilakukan oleh pasangan suami-isteri.

Setelah ia sadar, maka ia lalu bertaubat, sedangkan tempat ibadahnya itu ditinggalkannya, kemudian ia melangkahkan kakinya pergi mengembara sambil disertai dengan mengerjakan solat dan bersujud.

Akhirnya dalam pengembaraannya itu ia sampai ke sebuah pondok yang di dalamnya sudah terdapat dua belas orang fakir miskin, sedangkan lelaki itu juga bermaksud untuk menumpang bermalam di sana, karena sudah sangat letih dari sebuah perjalanan yang sangat jauh, sehingga akhirnya dia tertidur bersama dengan lelaki fakir miskin dalam pondok itu.

Rupanya di samping kedai tersebut hidup seorang pendita yang ada setiap malamnya selalu mengirimkan beberapa buku roti kepada fakir miskin yang menginap di pondok itu dengan masing-masingnya mendapat sebuku roti.

Pada waktu yang lain, datang pula orang lain yang membagi-bagikan roti kepada setiap fakir miskin yang berada di pondok tersebut, begitu juga dengan lelaki yang sedang bertaubat kepada Allah itu juga mendapat bahagian, karena disangka sebagai orang miskin. Rupanya salah seorang di antara orang miskin itu ada yang tidak mendapat bahagian dari orang yang membahagikan roti tersebut, sehingga kepada orang yang membahagikan roti itu ia berkata: "Mengapa kamu tidak memberikan roti itu kepadaku." Orang yang membagikan roti itu menjawab: "Kamu dapat melihat sendiri, roti yang aku bagikan semuanya telah habis, dan aku tidak membagikan kepada mereka lebih dari satu buku roti."

Mendengar ungkapan dari orang yang membagikan roti tersebut, maka lelaki yang sedang bertaubat itu lalu mengambil roti yang telah diberikan kepadanya dan memberikannya kepada orang yang tidak mendapat bahagian tadi. Sedangkan keesokan harinya, orang yang bertaubat itu meninggal dunia.

Di hadapan Allah, maka ditimbanglah amal ibadah yang pernah dilakukan oleh orang yang bertaubat itu selama lebih kurang tujuh puluh tahun dengan dosa yang dilakukannya selama tujuh malam. Ternyata hasil dari timbangan tersebut, amal ibadat yang dilakukan selama tujuh puluh tahun itu dikalahkan oleh kemaksiatan yang dilakukannya selama tujuh malam.

Akan tetapi ketika dosa yang dilakukannya selama tujuh malam itu ditimbang dengan sebuku roti yang pernah diberikannya kepada fakir miskin yang sangat memerlukannya, ternyata amal sebuku roti tersebut dapat mengalahkan perbuatan dosanya selama tujuh malam itu. Kepada anaknya Abu Musa berkata: "Wahai anakku, ingatlah olehmu akan orang yang memiliki sebuku roti itu!"

Senin, Maret 30, 2009

(0) Comments

Paku Di Tiang

INDRA - POSTAR

INDRA - Beberapa ketika yang silam, ada seorang ikhwah yang mempunyai seorang anak lelaki bernama Mat. Mat membesar menjadi seorang yang lalai menunaikan suruhan agama. Meskipun telah berbuih ajakan dan nasihat,suruhan dan perintah dari ayahnya agar Mat bersembahyang, puasa dan lain-lain amal kebajikan, dia tetap meninggalkannya.Sebaliknya amal kejahatan pula yang menjadi kebiasaannya.

Kaki judi, kaki botol, dan seribu satu macam jenis kaki lagi menjadi kemegahannya. Suatu hari ikhwah tadi memanggil anaknya dan berkata, "Mat, kau ni terlalu sangat lalai dan berbuat kemungkaran. Mulai hari ini aku akan pacakkan satu paku tiang di tengah halaman rumah kita. Setiap kali kau berbuat satu kejahatan,maka aku akan benamkan satu paku ke tiang ini. Dan setiap kali kau berbuat satu kebajikan, sebatang paku akan kucabut keluar dari tiang ini."

Bapanya berbuat sepertimana yang dia janjikan, dan setiap hari dia akan memukul beberapa batang paku ke tiang tersebut. Kadang-kadang sampai berpuluh paku dalam satu hari. Jarang-jarang benar dia mencabut keluar paku dari tiang.

Hari bersilih ganti, beberapa purnama berlalu, dari musim ribut tengkujuh berganti kemarau panjang. Tahun demi tahun beredar.Tiang yang berdiri megah di halaman kini telah hampir dipenuhi dengan tusukan paku-paku dari bawah sampai ke atas. Hampir setiap permukaan tiang itu dipenuhi dengan paku-paku. Ada yang berkarat lepat dek kerana hujan dan panas. Setelah melihat keadaan tiang yang bersusukan dengan paku-paku yang menjijikkan pandangan mata, timbullah rasa malu. Maka dia pun berazamlah untuk memperbaiki dirinya. Mulai detik itu, Mat mula sembahyang. Hari itu saja lima butir paku dicabut ayahnya dari tiang. Besoknyas sembahyang lagi ditambah dengan sunat-sunatnya.Lebih banyak lagi paku tercabut. Hari berikutnya Mat tinggalkan sisa-sisa maksiat yang melekat. Maka semakin banyaklah tercabut paku-paku tadi. Hari demi hari, semakin banyak kebaikan yang Mat lakukan dan semakin banyak maksiat yang ditinggal, hingga akhirnya hanya tinggal sebatang paku yang tinggal melekat di tiang.

Maka ayahnyapun memanggil anaknya dan berkata: "Lihatlah anakku, ini paku terakhir, dan akan aku cabutkannya keluar sekarang. Tidakkah kamu gembira?" Mat merenung pada tiang tersebut, tapi disebalik melahirkan rasa gembira sebagai yang disangkakan oleh ayahnya, dia mula menangis teresak-esak. "Kenapa anakku?" tanya ayahnya, "aku menyangkakan tentunya kau gembira kerana semua paku-paku tadi telah tiada."Dalam nada yang sayu Mat mengeluh, "Wahai ayahku, sungguh benar katamu, paku-paku itu telah tiada,tapi aku bersedih parut - parut lubang dari paku itu tetap kekal ditiang, bersama dengan karatnya."

Rakan yang dimuliakan, Dengan dosa-dosa dan kemungkaran yang seringkali diulangi hinggakan menjadi suatu kebiasaan ,kita mungkin boleh mengatasinya, atau secara beransur-ansur menghapuskannya,tapi ingatlah bahawa parut-parutnya akan kekal. Dari itu, bilamana kita menyedaridiri ini melakukan suatu kemungkaran,ataupun sedang diambang pintu habit yang buruk, maka berhentilah serta-merta. Kerana setiap kali kita bergelimang dalam kemungkaran, maka kita telah membenamkan sebilah paku lagi yang akan meninggalkan parut pada jiwa kita, meskipun paku itu kita cabut kemudiannya. Apatah lagi kalau kita biarkan ianya berkarat dalam diri ini sebelum dicabut. Lebih-lebih lagilah kalau dibiarkan berkarat dan tak dicabut.Wassalam.

Senin, Maret 30, 2009

(0) Comments

Ahli Surga

INDRA - POSTAR

INDRA - Imam Ahmad meriwayatkan dari Muhammad bin Qais bin Ubadah, dia berkata, "Aku sedang berada di masjid. Tiba-tiba datanglah seorang yang di wajahnya ada tanda kekusyukan. Dia shalat dua rakaat secara singkat. Orang-orang berkata, 'Orang ini ahli surga.'

Setelah dia keluar, maka saya mengikutinya sampai di rumahnya, lalu aku ikut masuk kerumahnya. Kami bercakap-cakap, dan setelah akrab aku bertanya, 'Ketika engkau masuk mesjid, orang-orang mengatakan bahwa engkau ahli surga.' Dia menanggapi, 'Mahasuci Allah. Tidak selayaknya seseorang mengatakan sesuatu yang tidak diketahuinya.

Saya akan bercerita kepadamu mengapa saya demikian. Sesungguhnya aku bermimpi seolah-olah aku berada di taman nan hijau.'" Ibnu Aun berkata: "Orang itu menceritakan kehijauan dan keluasan taman.'Di tengah-tengah taman ada tiang besi. Bagian bawahnya menancap ke bumi dan bagian atasnya menjulang ke langit. Pada bagian tengahnya ada tali.

Tiba-tiba dikatakan kepadaku, 'Naiklah!'
Maka aku menjawab, 'Aku tidak bisa.'
Kemudian datanglah pelayan.'
" Ibnu Aun berkata, "Pelayan itu seorang pemuda. Pelayan menyingsingkan bajuku dari belakang seraya berkata, 'Naiklah!' Maka akupun naik hingga berhasil memegang tali.

Dia berkata, 'Peganglah tali itu.' Maka aku terbangun dan tali itu benar-benar ada ditanganku.
Kemudian aku menemui Rasulullah saw. dan menceritakan kejadian itu kepada beliau. Maka beliau bersabda, 'Taman itu melambangkan taman Islam, tiang itu melambangkan tiang Islam, dan tali itu adalah tali yang kokoh. Kamu akan senantiasa memeluk Islam hingga mati.'"
Hadist ini dikemukakan dalam shahihain. Orang itu adalah Abdullah bin Salam r.a.

Senin, Maret 30, 2009

(0) Comments

Sang Sufi (Kisah Penganut Tasawuf)

INDRA - Tersebutlah seorang penganut tasawuf bernama Nidzam al-Mahmudi. Ia tinggal di sebuah kampung terpencil, dalam sebuah gubuk kecil. Istri dan anak-anaknya hidup dengan amat sederhana. Akan tetapi, semua anaknya berpikiran cerdas dan berpendidikan. Selain penduduk kampung itu, tidak ada yang tahu bahwa ia mempunyai kebun subur berhektar-hektar dan perniagaan yang kian berkembang di beberapa kota besar. Dengan kekayaan yang diputar secara mahir itu ia dapat menghidupi ratusan keluarga yg bergantung padanya. Tingkat kemakmuran para kuli dan pegawainya bahkan jauh lebih tinggi ketimbang sang majikan. Namun, Nidzam al-Mahmudi merasa amat bahagia dan damai menikmati perjalanan usianya.

Salah seorang anaknya pernah bertanya, `Mengapa Ayah tidak membangun rumah yang besar dan indah? Bukankah Ayah mampu?""Ada beberapa sebab mengapa Ayah lebih suka menempati sebuah gubuk kecil," jawab sang sufi yang tidak terkenal itu. "Pertama, karena betapa pun besarnya rumah kita, yang kita butuhkan ternyata hanya tempat untuk duduk dan berbaring. Rumah besar sering menjadi penjara bagi penghuninya. Sehari-harian ia Cuma mengurung diri sambil menikmati keindahan istananya. Ia terlepas dari masyarakatnya. Dan ia terlepas dari alam bebas yang indah ini. Akibatnya ia akan kurang bersyukur kepada Allah."

Anaknya yang sudah cukup dewasa itu membenarkan ucapan ayahnya dalam hati. Apalagi ketika sang Ayah melanjutkan argumentasinya, "Kedua, dengan menempati sebuah gubuk kecil, kalian akan menjadi cepat dewasa. Kalian ingin segera memisahkan diri dari orang tua supaya dapat menghuni rumah yang lebih selesa. Ketiga, kami dulu cuma berdua, Ayah dan Ibu. Kelak akan menjadi berdua lagi setelah anak-anak semuanya berumah tangga. Apalagi Ayah dan Ibu menempati rumah yang besar, bukankah kelengangan suasana akan lebih terasa dan menyiksa?"

Si anak tercenung. Alangkah bijaknya sikap sang ayah yang tampak lugu dan polos itu. Ia seorang hartawan yang kekayaannya melimpah. Akan tetapi, keringatnya setiap hari selalu bercucuran. Ia ikut mencangkul dan menuai hasil tanaman. Ia betul-betul menikmati kekayaannya dengan cara yang paling mendasar. Ia tidak melayang-layang dalam buaian harta benda sehingga sebenarnya bukan merasakan kekayaan, melainkan kepayahan semata-mata. Sebab banyak hartawan lain yang hanya bisa menghitung-hitung kekayaannya dalam bentuk angka-angka. Mereka hanya menikmati lembaran-lembaran kertas yang disangkanya kekayaan yang tiada tara. Padahal hakikatnya ia tidak menikmati apa-apa kecuali angan-angan kosongnya sendiri.

Kemudia anak itu lebih terkesima tatkala ayahnya meneruskan, "Anakku, jika aku membangun sebuah istana anggun, biayanya terlalu besar. Dan biaya sebesar itu kalau kubangunkan gubuk-gubuk kecil yang memadai untuk tempat tinggal, berapa banyak tunawisma/gelandangan bisa terangkat martabatnya menjadi warga terhormat? Ingatlah anakku, dunia ini disediakan Tuhan untuk segenap mahkluknya. Dan dunia ini cukup untuk memenuhi kebutuhan semua penghuninya. Akan tetapi, dunia ini akan menjadi sempit dan terlalu sedikit, bahkan tidak cukup, untuk memuaskan hanya keserakahan seorang manusia saja."

Senin, Maret 30, 2009

(0) Comments

Kisah Sesendok Madu

INDRA - POSTAR

INDRA - Ada sebuah kisah simbolik yang cukup menarik untuk kita simak. Kisah iniadalah kisah tentang seorang raja dan sesendok madu. Alkisah, pada suatuketika seorang raja ingin menguji kesadaran warganya. Raja memerintahkanagar setiap orang, pada suatu malam yang telah ditetapkan, membawa sesendokmadu untuk dituangkan dalam sebuah bejana yang telah disediakan di puncakbukit ditengah kota. Seluruh warga kota pun memahami benar perintah tersebutdan menyatakan kesediaan mereka untuk melaksanakannya.

Tetapi dalam pikiran seorang warga kota (katakanlah si A) terlintas suatucara untuk mengelak, "Aku akan membawa sesendok penuh, tetapi bukan madu.Aku akan membawa air. Kegelapan malam akan melindungi dari pandangan mataseseorang. Sesendok airpun tidak akan mempengaruhi bejana yang kelak akandiisi madu oleh seluruh warga kota."

Tibalah waktu yang telah ditetapkan. Apa kemudian terjadi? Seluruh bejanaternyata penuh dengan air. Rupanya semua warga kota berpikiran sama dengansi A. Mereka mengharapkan warga kota yang lain membawa madu sambilmembebaskan diri dari tanggung jawab.

Kisah simbolik ini dapat terjadi bahkan mungkin telah terjadi, dalamberbagai masyarakat manusia. Dari sini wajar jika agama, khususnya Islam,memberikan petunjuk-petunjuk agar kejadian seperti di atas tidak terjadi:"Katakanlah (hai Muhammad), inilah jalanku. Aku mengajak ke jalan Allahdisertai dengan pembuktian yang nyata. Aku bersama orang-orang yangmengikutiku (QS 12:108)Dalam redaksi ayat di atas tercermin bahwa seseorang harus memulai daridirinya sendiri disertai dengan pembuktian yang nyata, baru kemudian diamelibatkan pengikut-pengikutnya.

"Berperang atau berjuang di jalan Allah tidaklah dibebankan kecuali padadirimu sendiri, dan bangkitkanlah semangat orang-orang mukmin(pengikut-pengikutmu) (QS 4:84)Perhatikan kata-kata "tidaklah dibebankan kecuali pada dirimu sendiri." NabiMuhammad saw. pernah bersabda: "Mulailah dari dirimu sendiri, kemudiansusulkanlah keluargamu." Setiap orang menurut beliau adalah pemimpin danbertanggung jawab atas yang dipimpinnya, ini berarti bahwa setiap orangharus tampil terlebih dahulu. Sikap mental demikianlah yang dapat menjadikanbejana sang raja penuh dengan madu bukan air, apalagi racun.

Pelita Hati - M. Quraish Shihab

Senin, Maret 30, 2009

(0) Comments

Khalifah Gila ? (Kisah Teladan)

INDRA - Memang betul, Khalifah Umar bin Khaththab telah berubah ingatan. Banyak yangmelihatnya dengan mata kepala sendiri. Barangkali karena Umar di masamudanya sarat dengan dosa, seperti merampok, mabuk-mabukkan, malah sukamengamuk tanpa berperi kemanusiaan, sampai orang tidak bersalah banyak yangmenjadi korban. Itulah yang mungkin telah menyiksa batinnya sehingga iaditimpa penyakit jiwa.

Dulu Umar sering menangis sendirian sesudah selesai menunaikan salat. Dantiba-tiba ia tertawa terbahak-bahak, juga sendirian. Tidak ada orang lainyang membuatnya tertawa. Bukankah hal itu merupakan isyarat yang jelas bahwaUmar bin Kaththab sudah gila?

Abdurrahman bin Auf, sebagai salah seorang sahabat Umar yang paling akrab,merasa tersinggung dan sangat murung mendengar tuduhan itu. Apalagi, hampirsemua rakyat Madinah telah sepakat menganggap Umar betul-betul sinting. Dan,sudah tentu, orang sinting tidak layak lagi memimpin umat atau negara.

Yang lebih mengejutkan rakyat, pada waktu melakukan salat Jum'at yang lalu,ketika sedang berada di mimbar untuk membacakan khotbahnya,sekonyong-konyong Umar berseru, "Hai sariah, hai tentaraku. Bukit itu, bukititu, bukit itu!"Jemaah pun geger. Sebab ucapan tersebut sama sekali tidak ada kaitannyadengan isi khotbah yang disampaikan. "Wah, khalifah kita benar-benar sudahgila," gumam rakyat Madinah yang menjadi makmum salat Jumat hari itu.

Tetapi Abdurrahman tidak mau bertindak gegabah, ia harus tahu betul, apasebabnya Umar berbuat begitu. Maka didatanginya Umar, dan ditanyainya,"Wahai Amirul Mukminin. Mengapa engkau berseru-seru di sela-sela khotbahengkau seraya pandangan engkau menatap kejauhan?" Umar dengan tenangmenjelaskan, "Begini, sahabatku. Beberapa pekan yang lewat aku mengirimkanSuriah, pasukan tentara yang tidak kupimpin langsung, untuk membasmi kaumpengacau. Tatkala aku sedang berkhotbah, kulihat pasukan itu dikepung musuhdari segala penjuru. Kulihat pula satu-satunya benteng untuk mempertahankandiri adalah sebuah bukit dibelakang mereka. Maka aku berseru: bukit itu,bukit itu, bukit itu!"

Setengah tidak percaya, Abdurrahman megerutkan kening. "Lalu, mengapa engkaudulu sering menangis dan tertawa sendirian selesai melaksanakan salatfardhu?" tanya Abdurrahman pula. Umar menjawab, "Aku menangis kalau teringatkebiadabanku sebelum Islam. Aku pernah menguburkan anak perempuankuhidup-hidup. Dan aku tertawa jika teringat akan kebodohanku. Kubikin patungdari tepung gandum, dan kusembah-sembah seperti Tuhan."

Abdurrahman lantas mengundurkan diri dari hadapan Khalifah Umar. Ia belumbisa menilai, sejauh mana kebenaran ucapan Umar tadi. Ataukah hal itu justrulebih membuktikan ketidakwarasannya sehingga jawabannya pun kacau balau?Masak ia dapat melihat pasukannya yang terpisah amat jauh dari masjidtempatnya berkhotbah?

Akhirnya, bukti itupun datang tanpa dimintanya. Yaitu manakala sariah yangkirimkan Umar tersebut telah kembali ke Madinah. Wajah mereka berbinar-binarmeskipun nyata sekali tanda-tanda kelelahan dan bekas-bekas luka yangdiderita mereka. Mereka datang membawa kemenangan.

Komandan pasukan itu, pada hari berikutnya, bercerita kepada masyarakatMadinah tentang dasyatnya peperangan yang dialami mereka. "Kami dikepungoleh tentara musuh, tanpa harapan akan dapat meloloskan diri dengan selamat.Lawan secara beringas menghantam kami dari berbagai jurusan. Kami sudahluluh lantak. Kekuatan kami nyaris terkuras habis. Sampai tibalah saat salatJumat yang seharusnya kami kejakan. Persis kala itu, kami mendengar sebuahseruan gaib yang tajam dan tegas: "Bukit itu, bukit itu, bukit itu!" Tigakali seruan tersebut diulang-diulang sehingga kami tahu maksudnya.Serta-merta kami pun mundur ke lereng bukit. Dan kami jadikan bukit itusebagai pelindung di bagian belakang. Dengan demikian kami dapat menghadapiserangn tentara lawan dari satu arah, yakni dari depan. Itulah awal kejayaan
kami."

Abdurrahman mengangguk-anggukkan kepala dengan takjub. Begitu pulamasyarakat yang tadinya menuduh Umar telah berubah ingatan. Abdurrahmankemudian berkata, "Biarlah Umar dengan kelakuannya yang terkadang menyalahiadat. Sebab ia dapat melihat sesuatu yang indera kita tidak mampu melacaknya"

Dari buku Kisah Teladan - K.H. Abdurrahman Arroisi

Kamis, Maret 26, 2009

(2) Comments

Pilih Bumi Selamat Atau Global Warming (EARTH HOUR)


INDRA - Untuk EARTH HOUR

EARTH HOUR Pertama kali di Indonesia

Tahun ini, untuk pertama kalinya Earth Hour dilakukan di Indonesia, di mana Jakarta dipilih menjadi kota pertama tempat penyelenggaraannya.

Pada Sabtu, 28 Maret 2009, tepat pukul 20.30, masyarakat Jakarta akan menyaksikan dan menjadi bagian dari aksi global dalam memadamkan lampu selama 1 jam.

Dan pada saat yang bersamaan, lampu-lampu di bangunan bersejarah seperti Monumen Nasional (Monas) serta di beberapa ciri khas kota Jakarta lainnya, seperti Patung Pemuda, Jembatan Semanggi, Bundaran HI, Air Mancur Arjuna Wiwaha dan tak terkecuali kantor gubernur balaikota akan dipadamkan.

Kenapa Jakarta?

Konsumsi listrik di Indonesia masih terkonsentrasi di Jawa, yakni pada 2007 mencapai sekitar 77% dari konsumsi nasional, dan sekitar 20% pengguna listrik di Indonesia berada di Jakarta, sedangkan untuk pasokan listrik di daerah lain di Indonesia masih berbagi dalam jumlah yang lebih kecil.

Total konsumsi listrik wilayah DKI Jakarta dan Tangerang adalah 23% dari total konsumsi listrik di seluruh Indonesia, dengan komposisi terbesar sebagai berikut:

• 34% berasal dari sektor rumah tangga (sebagian besar di DKI Jakarta)

• 30% berasal dari sektor industri (sebagian besar di Tangerang)

• 29% dari sektor bisnis (sebagian besar di DKI Jakarta)

Apa Yang Ingin Dicapai Pada Pelaksanaan Earth Hour Di Jakarta ?

  • Mendapat dukungan dan partisipasi pemerintah, pelaku bisnis, dan publik
  • Mengedukasi publik untuk melakukan perubahan gaya hidup sehari-hari demi menurunkan emisi karbon dioksida dan mengurangi dampak perubahan iklim
  • Mengukur kontribusi dan perubahan yang dapat dilakukan Jakarta dalam upaya penurunan emisi karbon dioksida (jika dilakukan tiap tahun atau menjadi program tahunan Pemda DKI Jakarta)
  • Berkontribusi dalam kampanye global untuk membuktikan bahwa dengan bekerja sama kita bisa membuat perubahan besar

Seberapa penting Earth Hour di Jakarta ?

Memadamkan lampu di DKI Jakarta 1 jam, sama dengan:

• 300MW (cukup untuk mengistirahatkan 1 pembangkit listrik dan menyalakan 900 desa)

• Mengurangi beban biaya listrik Jakarta sekitar Rp 200 juta

• Mengurangi emisi sekitar 284 ton CO2

• Menyelamatkan lebih dari 284 pohon

• Menghasilkan O2 untuk lebih dari 568 orang

Tunggu Apalagi ? Demianak cucu kita, demi kelangsungan hidup, dan demi bumi yang semakin tua.

Selamatkan Bumi...!!!
Matikan Listrik Selama 1 JAM tepat pukul 20.30 WIB ..!!

VOTE EARTH ! YOUR LIGHT SWITCH IS YOUR VOTE

Sumber :

www.earthhour.org

Kamis, Maret 26, 2009

(1) Comments

Jebolnya Tanggul Situ Gintung Menelan Korban (Bencana Alam)


Rata PenuhINDRA - Pulau Situ Gintung terletak di sebelah selatan kota Jakarta, tepatnya di desa Cirendeu Kecamatan Ciputat Tangerang. Lokasinya yang begitu dekat dengan Jakarta, hanya 10 menit dari Pondok Indah, menjadikan Pulau Situ Gintung merupakan tempat alternatif bagi warga Jakarta untuk berwisata bersama keluarga.
Dengan luas lebih dari 5 hektar lahan yang ditumbuhi berbagai pohon dan tumbuhan yang telah berusia puluhan tahun, ditambah panorama danau Situ Gintung yang mengelilinginya, menjadikan kesegaran udara dan keindahan alam Pulau Situ Gintung tidak kalah dengan kawasan Puncak Bogor.www.situgintung.com

Pagi dini hari tadi tanggul situ gintung jebol, sehingga air yang keluar dari danau membanjiri pemukiman-pemukiman warga sekitar yang letaknya memang berada lebih rendah dengan permukaan danau. Kejadian ini disebabkan karena curah hujan yang mengguyur deras kemarin sore.Menurut berita yang di lansir okezone.com hingga kini warga yang menjadi korban jebolnya Situ Gintung belum mendapatkan pertolongan dari tim SAR atau lainnya. Padahal warga sangat membutuhkan bantuan untuk melakukan pengungsian.

Menurut informasi yang diperoleh okezone dari warga setempat, Ahmad Fauzi (23), Jumat (27/3/2009), sejauh ini seluruh warga Kampung Poncol, Cirendeu, Ciputat, masih terjebak di lokasi banjir. Pihak pemerintah setempat menurutnya belum ada yang terlihat di lokasi. Hanya ada beberapa polisi dari Polsek Metro Ciputat. Namun diperoleh informasi, para warga yang bermukim di Perumahan Cirendeu Permai telah mendapatkan pertolongan. "Bantuan belum datang. Perahu karet untuk evakuasi warga juga belum ada," terang Fauzi.Sebelumnya Fauzi juga menyebutkan, diperoleh kabar sebanyak 7-10 orang warga tewas akibat terjangan arus dari jebolnya tanggul. Sementara arus yang berasal dari Situ Gintung membuat ketinggian air di Kampung Poncol, Cirendeu, mencapai 2 meter. Namun kini ketinggian sudah surut hingga 1,5 meter. Korban tewas akibat jebolnya tanggul Situ Gintung, Ciputat, Tangerang, terus bertambah. Diduga, masih banyak mayat yang belum dapat dievakuasi. "Di komplek Cireundeu Permai bawah banyak mayat yang menyangkut. Tepatnya di jembatan kali," ujar seorang warga Cirendeu Asti Pratini saat dikonfirmasi okezone. Selain itu, kata dia, seorang ibu juga nampak histeris saat mengetahui anaknya yang sekolah di Taman Kanak-Kanak menghilang beserta sopirnya. Terlebih, saat warga menemukan sebuah mobil warna hitam hanyut di kali sekitar. "Tapi saat warga mengevakuasi mobil tersebut, sudah tidak ada penumpangnya," tandas Asti. Saat ini, kata dia, sejumlah aparat dari kepolisian, TNI, dan masyarakat masih berusaha mengevakuasi korban yang belum ditemukan.

Dari daftar korban sementara yang diperoleh dikutip dari kompas.com adalah sebagai berikut

Daftar nama-nama korban meninggal akibat bencana tanggul Danau Situ Gintung. Berdasarkan data dari posko bencana di STIE Ahmad Dahlan dan Universitas Muhammadiyah Jakarta, jumlah korban sementara sudah mencapai 34 orang dan jenazah sebagian sudah ada yang teridentifikasi

Data Korban di Posko STIE Ahmad Dahlan berjumlah 11 orang :

1. Adinda Nursifah alamat belakang STIE Ahmad Dahlan,
2. Jafar Subhi Kampung Gintung RT 04/08 ,
3. Aisyah Putri Dumai,
4. Sugino (25),
5. Sundari (50),
6. Satimah (54),
7. Liarti (27),
8. Fahruroji,
9. Yuni (17),
10. Buluk (25) Poncol 1t 04/08 ,

Data Korban di Posko UMJ berjumlah 23 orang:

1. Dahlia (68),
2. Syiren (10),
3. Rusmiati,
4. Bela,
5. Ibu Eni,
6. Sri,
7. Nisa,
8. Tri,
9. Lia,
10 Komariah,
11. Ema,
12. Aisah,
13. Ibu Roni,
14. Agus Firmansyah (26),
15. Gunawan,
16. Karsun, 19 tahun,
17. Hj, Jalinah (64),
18. laki-laki tak diketahui,
19. perempuan tak diketahui.

Mahasiswa sejumlah 4 orang:

20. Hilma (19), Fak Agama Islam UMJ,
21. Metta (19), Fak. Agama Islam UMJ,
22. Hilmi, Fak. Agama Islam UMJ
23. Perempuan mahasiswa STIE AD,

Peta Situ Gintung



Jum'at 27 Maret 2009

Sumber :

www.situgintung.com

www.okezone.com

www.kompas.com

Selasa, Maret 24, 2009

(1) Comments

Kendang Sunda Perkusi Ritmis Yang Unik

INDRA - Kendang sunda atau dalam bahasa indonesia gendang merupakan alat salahsatu alat musik tradisional yang berkategori perkusi. Jika kita mengenal kendang jawa atau kendang lainnya biasanya hanya satu alat. Kendang sunda terdiri dari 3 kendang yaitu satu kendang yang berukuran besar dan 2 lainnya berukuran kecil atau disebut kulantir. Dalam permainannya, seperangkat kendang tersebut ada yang di ikat dengan tali yang terbuat dari kulit sapi,kambing, atau kerbau. Sehingga dalam memainkanya pun kendang tidak akan berpindah-pindah.
Asal Pembuatan Kendang (Gendang Sunda)

Bahan yang bagus untuk pembuatan kendang atau gendang sundabiasanya dibuat dari kayu nangka. Tapi ada juga yang menggunakan bahan dari pohon mangga atau kelapa. Kayunya di bentuk dan di haluskan sehingga membentuk tabung ujungnya berbeda diameternya. Setelah itu, tutup gendang yang perupakan sumber bunyi yang akan di pukul terbuat dari kulit sapi, ada juga yang menggunakan kulit kambing atau kulit kerbau. Kemudian tutup-tutup yang berada dibagian ujung keujung di perkuat oleh tali-tali (kurawet) yang terbuat dari kulit juga, akan tetapi sebagian ada juga yang menggunakan tambang atau kawat. Disarankan untuk menggunakan kulit juga karena slain elastis, tali-tali ini pun digunakan untuk menyetematau menentukan tinggi rendahnya suara pukulan gendang. Berbeda dengan gendang jawa, kendang sunda lebih banyak menggunakan tali. Yang terakhir adalah Penyangga (Kincir) terbuat dari kayu juga.Penyangga ini berfungsi untuk menyangga kendang dan biasanya ada dua penyangga kendang yang di sesuaika dengan ukurannya. Pada gendang yang besar ditalikan kain yang berguna untuk mengunci kendang dengan kaki (jempol) agar tidak berpindah-pindah. Gendandang biasanya di cat merah tua, kuning lalu di pernis.

Ukuran Gendang Sunda

Panjang gendang sunda biasanya 60-70 cm. Besar diameternya pada bagian kiri 20 cm, tengahnya 52 cm, dan bagian kanan 15 cm. Tetapi bisa juga dibuat lebih besar dari ukuran yang standar atau lebih kecil, tergantung keperluan. Gendang yang lebih besar dari gendang jaipong biasanya dibuat untuk bass atau suara yang nge-bass. Sedangkan yang lebih kecil di simpan di kiri kanan dan berbunyi ketipak ketipung atau lebih nge-treble (cempreng)Foto Diambil pada pentas tunggal postar I

Cara Memainkannya (Nabeuhna)


Cara menabuh gendang biasanya menggunakan telapak tangan kanan untuk bagian kiri kendang yang nge-bass dan yang kecil. sedangkan yang bagian kanan menggunakan telapak tangan kanan tapi lebih kecil atau juga menggunakan pemukul yang berukuran kecil yang ujungnya memakai karet dan membentuk bulat kecil. Tetapi ada juga yang menggunaka fiber. Cara memukul gendang sunda yang menggunakan pemukul yaitu pada tepak gendang Jaipongan, Wayang Golek, dan yang paling utama adalah tepak gendrum. Kaki dan kedua tangan berperan penting dalam permainan gendang sunda, inilah keunikannya.

Ingin Mendengar suara gendang Sunda ? Silahkan Download disini

Selasa, Maret 24, 2009

(2) Comments

Kecapi Sunda Alat Musik Yang Mempesona Telinga

INDRA - Ketika pertama kali melihat alat musik kecapi, rasanya tidak sabar untuk memetik dan mendengar bunyinya. Pertama kali saya melihatorang yang memainkan alat ini adalah guru SD saya di acara perpisahandan kenaikan kelas. Sekilas memang si pemain kecapi terlihat menikmati setiap petikan dalam permainannya sehingga pada waktu itu saya menganggap tidak terlalu sulit untuk mempelajarinya. Akan tetapi ketika mencoba untuk memainkan dan belajar mengiringi tiupan suling sunda, ternyata tidak semudah yang kita bayangkan. Masalahnya kedua tangan kita bergerak sendiri-sendiri dan otak kita harus dapat di bagi mengintruksikan dua tugas yang berbeda terhadap kedua tangan kita.

Alat musik kecapi lebih dikenal berasal dari China sejak berabad-abad lalu. Alat berdawai ini menjadi pengiring tembang-tembang merdu. Tak hanya di China, musik kecapi juga banyak di gunakan oleh beberapa pemusik tradisional di tanah air. Seperti halnya kebudayaan Sunda, alat kecapi merupakan alat musik kelasik yang selalu mewarnai beberapa kesenian di tanah Sunda ini. Membuat kecapi bukanlah hal gampang. Meski sekilas tampak kecapi seperti alat musik sederhana, tetapi membuatnya tidaklah gampang. Untuk bahan bakunya saja terbuat dari kayu Kenanga yang terlebih dahulu direndam selama tiga bulan. Sedangkan senarnya, kalau ingin menghasilkan nada yang bagus, harus dari kawat suasa (logam campuran emas dan tembaga), seperti kecapi yang dibuat tempo dulu. Berhubung suasa saat ini harganya mahal, senar Kecapi sekarang lebih menggunakan kawat baja.

Nada dalam kecapi sunda memiliki 5 ( pentatonis ) tangga nada yaitu Da, Mi, Na, Ti, La, dan kalau tidak salah memiliki 4 oktaf lebih. Pasangan alat musik kecapi sunda ini biasanya adalah suling sunda yang terbuat dari bambu. Alunan musik yang mengalir akan terasa mempesona pada telinga kita jika di mainkan keduanya. Kalau saya sendiri suka rindu akan kampung halaman.

Sebagian teman saya mengatakan, jika kecapi suling sunda dimainkan maka imajinasi kita adalah suatu perkampungan yang masih terhampar luas sawah-sawah, aktifitas para petani, gunung yang hijau dan pepohonan di tengan sawah. Bagaimana dengan anda ?

Penasaran ingin mendengarnya? Silahkan download disini. Dan rasakan bahwa betapa indahnya musik yang mengalun di telinga kita. Dan ini adalah sebagian dari budaya daerah di Indonesia. Betapa kaya negara kita akan kebudayaan Bangsa.

Tunggu apa lagi, mari lestarikan budaya kita !

Senin, Maret 23, 2009

(0) Comments

Genjer - Genjer Menjadi Karya Misteri Menjadi Korban Sejarah

INDRA - Jika kita tanya kakek dan bapak dari kakek kita yang memang masih ada saat ini tentang lagu Genjer-genjer pasti mereka akan bercerita banyak masalah lagu ini. Lagu genjer-genjer yang diciptakan oleh Muhammad Arief, seorang seniman asal Banyuwangi yang terinspirasi oleh kondisi Banyuwangi yang saat itu sekitar tahun 1942 pada masa pendudukan Jepang mengalami kemiskinan yang luar biasa akibat diambil sumber pangan untuk kepentingan perang Jepang. Banyuwangi yang dulunya adalah daerah yng surplus akan makanan menjadi kekurangan pangan yang akhirnya memasak tanaman bernama genjer (limnocharis flava) yang sebelumnya menjadi tanaman pengganggu disawah dijadikan makanan sejenis tumis.

baca versi http://sendaljepit.wordpress.com

Liriknya :

Gendjer-gendjer neng ledokan pating keleler
Gendjer-gendjer neng ledokan pating keleler
Emake thole teka-teka mbubuti gendjer
Emake thole teka-teka mbubuti gendjer
Oleh satenong mungkur sedot sing tolah-tolih
Gendjer-gendjer saiki wis digawa mulih

Gendjer-gendjer esuk-esuk digawa nang pasar
Gendjer-gendjer esuk-esuk digawa nang pasar
didjejer-djejer diunting pada didasar
didjejer-djejer diunting pada didasar
emake djebeng tuku gendjer wadahi etas
gendjer-gendjer saiki arep diolah

Gendjer-gendjer mlebu kendil wedange umob
Gendjer-gendjer mlebu kendil wedange umob
setengah mateng dientas digawe iwak
setengah mateng dientas digawe iwak
sega sa piring sambel penjel ndok ngamben
gendjer-gendjer dipangan musuhe sega

artinya :

(Gendjer-gendjer ada di lahan berhamparan
Gendjer-gendjer ada di lahan berhamparan
Ibunya anak-anak datang mencabuti gendjer
ibunya anak-anak datang mencabuti gendjer
Dapat sebakul dipilih yang muda-muda
Gendjer-gendjer sekarang sudah dibawa pulang

Gendjer-gendjer pagi-pagi dibawa ke pasar
Gendjer-gendjer pagi-pagi dibawa ke pasar
Ditata berjajar diikat dijajakan
Ditata berjajar diikat dijajakan
Emaknya jebeng beli genjer dimasukkan dalam tas
Gendjer-gendjer sekarang akan dimasak

Gendjer-gendjer masuk belanga airnya masak
Gendjer-gendjer masuk belanga airnya masak
setengah matang ditiriskan dijadikan lauk
setengah matang ditiriskan dijadikan lauk
nasi sepiring sambal pecel duduk di ambin
Gendjer-gendjer dimakan musuhnya nasi)

Menurut anda, apa ada yang salah dengan lagu ini?

Ini adalah suatu karya besar yang patut mndapatkan apresiasi yang sangat tinggi karena ini adalah karya yang fenomenal pada zamannya yang menggambarkan potret masyarakat pada zaman dimana krisis pangan yang terjadi akibat penjajahan Jepang. Genjer yang sebetulnya menjadi hama disawahpun harus di konsumsi. Entah apa yang salah dengan genjer-genjer sebagai sebuah produk kebudayaan? Selepas PKI dan orang-orang PKI, berikut anak cucunya dihancurkan oleh Orde Baru, tak terkecuali pula lagu genjer-genjer yang sebenarnya adalah lagu yang menggambarkan potret masyarakat pada zaman pendudukan Jepang.

Mungkin steriotype lagu genjer-genjer menjadi lagu komunis dan patut dihancurkan muncul atas beberapa faktor. Pertama, sejak awal lagu ini berkembang dan dikreasi oleh kalangan komunis dan dikembangkan oleh kalangan komunis pula. Walaupun pada perkembangannya pada era tahun 1960-an lagu ini tidak hanya digemari oleh kalangan komunis, tetapi juga masyarakat secara luas. Namun Orde Baru menerapkan politik bumi hangus, maka seluruh produk apa pun yang dilahirkan oleh orang-orang komunis haram hukumnya dan patut dihabisi. Kedua, ketika peristiwa G 30 S tahun 1965 terjadi, Harian KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia) mempelesetkan genjer-genjer menjadi jenderal-jenderal. Dalam catatan pribadinya Hasan Singodimayan, seniman HSBI dan teman akrab M Arief menuliskan bahwa lagu “Genjer-genjer” telah dipelesetkan.

Jendral Jendral Nyang ibukota pating keleler
Emake Gerwani, teko teko nyuliki jendral
Oleh sak truk, mungkir sedot sing toleh-toleh
Jendral Jendral saiki wes dicekeli

Jendral Jendral isuk-isuk pada disiksa
Dijejer ditaleni dan dipelosoro
Emake Germwani, teko kabeh milu ngersoyo
Jendral Jendral maju terus dipateni

Akibat penulisan lagu “Genjer-genjer” menjadi jenderal-jenderal, maka kian kuatlah alasan Orde Baru untuk membumihanguskan lagu ini. Pada perkembangannya, siapa pun yang tetap menyanyikan lagu ini akan ditangkap oleh aparat keamanan, tentu dengan tuduhan komunis. Karena larangan menyanyikan lagu genjer-genjer, maka beberapa seniman gandrung di Banyuwangi juga dilarang untuk menyanyikan lagu genjer-genjer, dan beberapa lagu dan gendhing yang memompa kesadaran politik massa rakyat.
Para seniman gaek pada masa itu seperti Hasnan Singodimayan, dan Haji Andang CY juga merasa heran dengan munculnya lirik lagu genjer-genjer yang sedemikian mendeskreditkan petinggi-petinggi militer waktu itu. Namun apalah kuasa orang-orang lemah waktu itu. Sudah jatuh tertimpa tangga pula, mungkin itulah ungkapan yang patut untuk menggambarkan kondisi seniman-seniman rakyat yang kebanyakan berafiliasi dengan Lekra. Jangankan mengoreksi lagu genjer-genjer, menyelamatkan diri mereka saja susah.

Sekarang memasuki babak politik baru, sebuah babak politik yang digadang-gandang akan menarasikan kebebasan. Konsep kebebasan menjadi pilar penting bagi episode kehidupan yang bertemakan demokrasi. Kalau memang saat ini kita bersungguh-sungguh membuat tema kehidupan tentang demokrasi, maka ada hal-hal penting yang menurut hemat penulis diperhatikan, khususnya yang menyangkut politik-kebudayaan.
Pertama, alam demokrasi harus memberikan tempat yang setara bagi segenap kalangan, tanpa memandang latar belakang kultural, agama, dan politik. Konsekuensinya, seluruh produk kebudayaan apa pun bentuknya diperkenankan tampil kembali menghiasai ruang publik, dan diserahkan kepada pasar politik untuk memberikan penilaian. Itu artinya, produk-produk kebudayaan yang pada masa lalu dikambinghitamkan tanpa argumentasi mestinya diberikan ruang pemulihan kembali untuk tampil mengisi khazanah kebudayaan Indonesia. Sebagai contoh yang paling nyata adalah kesenian genjer-genjer.
Kedua, negara melalui otoritas regulasinya semata-mata diletakkan sebagai fasilitator yang menaungi seluruh produk kebudayaan yang muncul dan dikembangbiakkan oleh rakyat. Regulasi negara tidak lagi menjadi mesin pemangkas yang setiap saat menghabisi produk-produk kesenian rakyat. Dalam rangka sebagai fasilitator itu, negara selayaknya menaruh jarak yang sama dengan semua produk kebudayaan rakyat.

Penasaran ingin mendengarkan lagu yang selama ini menjadi hampir punah akibat tarauma masyarakat karena dianggap sebagai lagu yang dilarang Orde Baru. Silahkan download disini.

Sumber : Eko Nurhadiyanto

Sabtu, Maret 21, 2009

(5) Comments

Karawitan Jawa (Sekilas Tentang Karawitan)

INDRA - Karawitan itu dunia yang manis, halus, penuh rasa. Meskipun ghending bellagu keras, nada cepat, kehalusan rasa tetap ada. Dalam ghending juga terdapat kebersamaan yang tidak mungkin ditinggal begitu saja. Belajar karawitan berarti belajar hidup bersama, dan belajar menjadi manusia yang utuh.

Karawitan itu indah, penuh pesona. Lorong-lorong estetika tersemai halus dalam karawitan. Ghending yang paling sederhana pun tetap memuat daya estetika yang tinggi. Jadi belajar karawitan akan memperhalus estetika dan sekaligus etika. Aspek-aspek kemanusiaan akan muncul dalam karawitan. Satu penabuh dengan yang lain tidak akan mungkin berdiri sendiri, melainkan secara ritmissaling mewujudkan kepaduan yang mapan.

Laras manis adalah inti dari sebuah sajian karawitan. Sajian yang laras, akan terdengar, terasa indah, memikat dan bermakna. Manis, sudah barang tentu akan menciptakan harmoni dalam hidup. Hidup yang seimbang itu juga laras. Maka karawitwn itu akan menyeimbangkan hidup. Dari hidup yang kurang bermakna, tercipta keindahan hakiki.

Minggu, Maret 15, 2009

(0) Comments

Islamisasi Ilmu Pengetahuan

INDRA - Dalam Islam, Ilmu merupakan salah satu perantara untuk memperkuat keimanan. Iman hanya akan bertambah dan menguat, jika disertai ilmu pengetahuan. Seorang ilmuan besar, Albert Enstein mengatakan bahwa “Science without Religion is blind, and Religion without science is lame”, ilmu tanpa agama buta, dan agama tanpa ilmu adalah lumpuh.

Ajaran Islam tidak pernah melakukan dikotomi antar ilmu satu dengan yang lain. Karena dalam pandangan islam, ilmu agama dan umum sama-sama berasal dari Allah. Islam juga menganjurkan kepada seluruh umatnya untuk bersungguh-sungguh dalam mempelajari setiap ilmu pengetahuan. Hal ini dikarenakan Al-qur’an merupakan sumber dan rujukan utama ajaran-Nya memuat semua inti ilmu pengetahuan, baik yang menyangkut ilmu umum maupun ilmu agama. Memahami setiap misi ilmu pengetahuan pada dasarnya adalah memahami prinsip-prinsip Al-quran.

Kata “Islamisasi” dalam makalah ini dapat dipahami dengan beberapa catatan. Pertama, unsur Islam dalam islamisasi tidak mesti dipahami secara ketat sebagai ajaran yang harus ditemukan rujukannya secara harfiah dalam Al-qur’an dan hadits. Tetapi sebaiknya dilihat dari segi spiritnya yang tidak boleh bertentangan dengan ajaran-ajaran fundamental islam. Seperti kepercayaan kepada yang gaib, malaikat, Tuhan dan juga wahyu. Adapun rujukannya disamping Al-quran dan hadits bisa saja berasal dari sumber yang bermacam-macam, seperti Yunani, Persia, India, pada masa lalu bahkan Barat pada masa sekarang. Kedua, Islamisasi tidak semata-mata berupa pembelaan sains dengan ayat Al-quran atau hadits yang dipandang cocok dengan penemuan ilmiah, tetapi beroperasi pada level Epistemologi. Terakhir, Islamisasi didasarkan pada pada asumsi bahwa ilmu tidak pernah sama sekali terbebas dari nilai.

Dalam menatap era globalisasi, ada beberapa model islamisasi pengetahuan yang bisa dikembangakan, diantaranya: model purifikasi, model modernisasi islam, dan model neo-modernisme.

Purifikasi yaitu pembersihan atau pensucian. Dalam arti, Islamisasi pengetahun berusaha menyelenggarakan pengkudusan ilmu pengetahuan agar sesuai dengan nilai dan norma islam. Model ini berasumsi bahwa dapat dilihat dari dimensi normatif-teologis. Doktrin Islam pada dasarnya mengajarkan kepada umatnya untuk memasuki Islam secara khaffah sebagai lawan dari ber-Islam secara parsial. Dengan melihat berbagai pendekatan yang dipakai Al-faruqi dan Al-Attas dalam gagasan Islamisasi Ilmu Pengetahuan, seperti :

1) Penguasaan khazanah ilmu pengetahuan muslim

2) Penguasaan ilmu pengetahuan masa kini

3) Identifikasi kekurangan-kekurangan ilmu pengetahuan itu dalam hubungannya dengan ideal Islam.

4) Rekontruksi ilmu-ilmu itu sehingga menjadi paduan yang selaras dengan warisan dan idealitas Islam.

Modernisasi berarti proses perubahan menurut fitrah atau sunatullah. Sunatullah mengejawantahkan dirinya dalam hukum alam. Sehingga untuk menjadi modern, umat Islam harus memahami lebih dahulu hukum yang berlaku dalam alam, yang pada gilirannya akan melahirkan ilmu pengetahuan. Karena itu, modern berarti ilmiah dan rasional.

Untuk sampai pada pemahaman tersebut diperlukan proses secara bertahap. Jadi, menjadi modern berarti progresif dan dinamis. Dari sini, makna islamisasi ilmu pengetahuan yang ditawarkan oleh modernisasi Islam adalah membangun semangat umat Islam untuk selalu modern, maju, progresif, dan terus melakukan perbaikan bagi diri dan masyarakatnya agar terhindar dari keterbelakangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Model modernisasi Islam ini berangkat dari kepedulian terhadap keterbelakangan umat Islam dimasa kini, yang disebabkan oleh kepicikan berfikir, kebodohan, dan keterpurukan dalam memahami ajaran agamanya. Sehingga sistem pendidikan Islam dan ilmu pengatahuan agama islam tertinggal jauh dibelakang non-muslim. Karena itu, model modernisasi Islam ini cenderung mengembangkan pesan Islam dalam konteks perubahan sosial dan perkembangan iptek, serta melakukan liberalisasi penanganan yang adaptif terhadap kemajuan zaman tanpa harus meninggalkan sikap kritis terhadap unsur negatif dan proses modernisasi.

Sedangkan model neo-modernisme berusaha memahami ajaran-ajaran dan nilai-nilai mendasar yang terkandung dalam Al-quran dan sunnah dengan mempertimbangkan khazanah intelektual muslim klasik serta mencermati kesulitan-kesulitan dan kemudahan-kemudahan yang ditawarkan oleh dunia iptek. Adapun jargon yang sering dikumandangkan adalah “memelihara kebaikan di masa lalu dan mengambil kebaikan yang baru”.

Landasan metodologis Islamisasi pengetahuan model ini menurut Saeful Muzani adalah sebagai berikut : pertama, persoalan-persoalan kontemporer umat Islam harus dicari penjelasannya dari tradisi dan hasil ijtihad para ulama yang merupakan hasil interpretasi terhadap Al-quran. Kedua, bila dalam tradisi tidak ditemukan jawaban yang sesuai dengan kondisi kontemporer, maka harus menelaah konteks sosio-historis dari ayat-ayat Al-quran yang menjadi landasan ijtihad para ulama tersebut. Ketiga, melalui telaah historis akan terungkap pesan moral Al-quran yang sebenarnya, yang merupakan etika sosial Al-quran. Keempat, setelah itu baru menelaahnya dalam konteks umat Islam. Dewasa ini dengan bantuan hasil-hasil studi yang cermat dari ilmu pengetahuan atas persoalan yang bersifat evaluatif dan legitimatif. Sehingga memberikan pendasaran dan arahan moral terhadap persoalan yang ditanggulangi.

Dari pengertian dan model Islamisasi pengetahuan diatas dapat disimpulkan bahwa Islamisasi dilakukan dalam upaya membangun kembali semangat umat Islam dalam mengembangkan ilmu pengetahuan melalui kebebasan penalaran intelektual dan kajian-kajian rasional – empirik dan filosofis dengan tetap merujuk kepada kandungan Al-quran dan Sunnah Nabi. Sehingga umat Islam akan bangkit dan maju menyusul ketinggalan dari umat lain, khususnya Barat.

Maraknya kajian dan integrasi keilmuan (islamisasi ilmu pengetahuan) dewasa ini dengan center didengungkan oleh kalangan intelektual muslim antara lain Naquib Al Attas dan Ismail Raji’ Al Faruqi, tidak lepas dari kesadaran berislam ditengah pergumulan dunia global yang sarat dengan kemajuan iptek. Ia misalnya berpendapat bahwa umat Islam akan maju dan dapat menyusul Barat manakala mampu mentransformasikan ilmu pengetahuan dalam memahami wahyu, atau sebaliknya mampu memahami wahyu untuk mengembangkan ilmu pengetahuan.

Usaha menuju integrasi ilmu sebenarnya sudah dimulai sejak abad ke-9 meskipun mengalami pasang-surut. Pada awal abad ke-19, Ahmad Khan dan Muhammad Abduh (awal abad ke-20) di Mesir, meski sejak awal menyadari bahaya dan ancaman peradaban Barat, tetapi dalam usaha reformasi pendidikan dan pemikiran Islam berupaya memadukan sistem pendidikan Islam dan sistem pendidikan Barat dengan jalan mencangkokan kedua sistem yang mengandung landasan nilai berbeda, sehingga justru menciptakan dikotomi-dikotomi, baik dalam sistem pendidikan islam maupun pengetahuan.

Dikotomi keilmuan merupakan salah satu penyebab dari kemunduran suatu bangsa, masa ini dikenal sebagai abad stagnasi pemikiran Islam. Kondisi ini juga merupakan imbas dari kelesuan bidang politik dan budaya. Umat Islam saat ini cenderung bernostalgia dengan masa kejayaannya di abad pertengahan, sehingga lupa dengan kenyataan yang sesungguhnya terjadi. Penyebab lain terjadinya dikotomi keilmuan dikarenakan adanya kolonialisme Barat atas dunia Islam. Negara-negara Islam tidak mampu menolak upaya-upaya yang dilakukan Barat, terutama injeksi budaya dan peradabannya. Karena itu, buadya barat mendominasi budaya setempat yang telah dibangun sejak lama. Bahkan bisa dikatakan ilmu-ilmu umum telah menggantikan ilmu-ilmu islam.

Sejak abad ke-19 dunia Islam telah merasakan benturan dengan Barat. Sebagaimana yang disinggung oleh Fazlur Rahman, bahwa hegemoni Barat dengan membawa nilai-nilai sekularnya menembus pada sendi-sendi, struktur-struktur ilmu-ilmu Islam, seperti ditingkat teoritis berupa gejala rasionalis buta yang tidak mengindahkan nuansa-nuansa religius, dan akhirnya merambah ketingkat praksisi berupa westernisasi. Oleh karena itu, format ideal struktur ilmu keislaman seharusnya disusun ulang secara komprehensif, dengan merumuskan adanya pengakuan secara sadar - atau menuju kepada kesadaran ilahiah terhadap sumber ilmu yang bersifat Esa. Yang diwahyukan dalam Al-quran dan Sunnah Nabi-Nya.

Budaya Barat yang diterima secara total bersama dengan adopsi ilmu pengetahuan dan teknologinya sangat membahayakan. Sebab, mereka yang menganut pandangan tersebut berkeyakinan bahwa kemajuanlah yang penting, bukan agama. Oleh karena itu, kajian agama dibatasi bidangnya. Ilmu agama hanya membicarakan hubungan individu dengan Tuhan, yang merupakan urusan ilmu umum.

Menurut Ikhrom, dikotomi ini pada kelanjutannya berdampak negatif terhadap kemajuan Islam. Paling tidak ada empat dampak negatif dari dikotomi ilmu umum dan agama. Pertama, munculnya ambivalensi dalam sistem pendidikan Islam. Lembaga semacam pesantren mencitrakan dirinya sebagai lembaga yang bercorak tafaqqahu fi al-din, yang menganggap persoalan muamalah bukan garapan mereka. Kedua, munculnya kesenjangan antara sistem pendidikan Islam dengan ajaran Islam.

Sistem pendidikan yang ambivalen mencerminkan pandangan dikotomis yang memisahkan ilmu agama dan ilmu umum. Pandangan ini jelas bertentangan dengan konsep ajaran Islam sendiri yang bersifat integral, dimana Islam mengajarkan keharusan adanya keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat. Ketiga, terjadinya disintegrasi sistem pendidikan Islam, dimana sistem agama dam umum tetap bersikukuh mempertahankan kediriannya. Meski modernisasi telah diusahakn, tetapi karena adanya hegemoni sistem umum atas sistem agama, maka tetap memunculkan dikotomi sistem dan keilmuan. Keempat, munculnya inferioritas pengelola pendidikan Islam. Hal ini disebabkan karena sistem pendidikan Barat yang pada kenyataannya kurang menghargai nilai-nilai kultural dan moral telah dijadikan tolak ukur kemajuan dan keberhasilan sistem pendidikan bangsa kita.

Kemajuan sains dan teknologi Barat telah berpengaruh pada Negara-negara Islam yang masih terbelakang di hampir semua aspek kehidupan. Menurut Zaenudin Sadar, ada tiga sikap ilmuan muslim dalam merespon sains dan teknologi Barat. Pertama, kelompok muslim apologetik, yaitu mereka yang menyatakan bahwa sains modern bersifat universal dan netral, lalu mereka mencari legitimasi dengan mencari ayat-ayat Al-quran yang sesuai dengan teori sains modern. Kedua, kelompok yang masih bekerja dengan sains modern, tetapi berusaha juga mempelajari filsafatnya agar dapat menyaring elemen-elemen yang tidak Islami. Ketiga, kelompok yang percaya adanya sains Islam, dan berusaha membangunnya, sikap yang ketiga ini dapat dibenarkan secara historis pada masa kejayaan Islam.

Dalam bukunya Islamization of knowledge, Ismail Al Faruqi mengatakan bahwa umat Islam sedang mengalami malaise total diberbagai bidang. Keadaan umat Islam dimana-dimana tampak berada dibawah bangsa lain. Untuk itu, demi terwujudnya proyek Islamisasi, Ismail Al Faruqi merancang rencana yang dibagi dalam beberapa langkah diantaranya :

v Penguasaan disiplin ilmu modern

v Penguasaan khazanah islam

v Penentuan relevansi islam bagi masing-masing bidang ilmu modern

v Pencarian sintesa kreatif antara khazanah islam dengan ilmu modern

v Pemikiran islam mengarah kepada jalan-jalan yang mencapai pemenuhan pola rencana Allah Swt.

DAFTAR PUSTAKA

Kartanegara, Mulyadhi, 2003, Pengantar Epistemologi Islam, Mizan Media Utama, Bandung.

Bahtiar, Amsal, 2005, Filsafat Ilmu, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Nata, Abuddin, dkk, 2003, Integrasi Ilmu Agama dan Ilmu Umum, UIN Jakarta Press, Jakarta.

Minggu, Maret 15, 2009

(1) Comments

Aliran Postmodernisme (Filsafat Masa Kontemporer )

INDRA - Postmodernisme sebagai trend dari suatu pemikiran yang sangat popular pada penghujung abad ke-20 ini merambah ke berbagai bidang dan disiplin filsafat dan ilmu pengetahuan. Pada awalnya postmodern lahir sebagai reaksi terhadap kegagalan modernisme.

Dalam modernisme, filsafat memang berpusat pada epistemologi yang bersandar pada gagasan tentang subjektivitas dan objektivitas murni yang satu sama lain terpisah tak saling berkaitan. Tugas pokok filsafat adalah mencari fondasi segala pengetahuan (fondasinalisme), dan tugas pokok subjek adalah mempresentasikan kenyataan objektif (Representasionalisme).

Wacana postmodern menjadi popular setelah Francois Lyotard (1924) menerbitkan bukunya The Postmodern Condition : A Report on Knowledge (1979). Modernitas menurut Lyotard ditandai oleh kisah-kisah besar yang mempunyai fungsi mengarahkan serta menjiwai masyarakat modern, mirip dengan mitos-mitos yang mendasari masyarakat primitif dulu.

Seperti halnya dengan mitos dalam masyarakat primitif, kisah-kisah besar pun melegitimasi institusi-institusi serta praktek-praktek sosial, sistem hukum serta moral, dan seluruh cara berfikir. Tetapi berbeda dengan mitos-mitos, kisah-kisah besar itu tidak mencari legitimitas dalam suatu peristiwa yang terjadi pada awal mula (seperti penciptaan oleh dewa-dewa), melainkan dalam suatu masa depan, dalam suatu ide yang harus diwujudkan. Salah satu contoh kisah besar yang berusaha mewujudkan ide seperti itu adalah emansipasi progresif dari rasio dan kebebasan dalam liberalisme politik.


Sumber Bacaan :

Rizal Muntansyir dkk, “Filsafat Ilmu”, Pustaka Pelajar, Yogyakarta : 2004

Prof.Dr. Sutardjo A. Wiramihardja, “Pengantar Filsafat”, PT Refika Aditama, Bandung : 2006

Minggu, Maret 15, 2009

(5) Comments

Aliran Pragmatisme (Filsafat Masa Kontemporer )

INDRA - Pada abad ke-20 ada aliran filsafat yang pengaruhnya dalam dunia cukup besar, yaitu aliran filsafat pragmatisme. Pragmatisme merupakan gerakan filsafat Amerika yang menjadi terkenal selama satu abad terakhir. Aliran filsafat ini merupakan suatu sikap, metode dan filsafat yang memakai akibat-akibat praktis dari pikiran dan kepercayaan sebagai ukuran untuk menetapkan nilai kebenaran.

Kelompok pragmatisme bersikap kritis terhadap sistem-sistem filsafat sebelumnya seperti bentuk-bentuk aliran materialisme, idealisme dan realisme. Mereka mengatakan bahwa pada masa lalu filsafat telah keliru karena mencari hal-hal mutlak, yang ultimate, esensi-esensi abadi, substansi, prinsip yang tetap dan sistem kelompok empiris, dunia yang berubah serta problema-problemanya, dan alam sebagai sesuatu dan manusia tidak dapat melangkah keluar daripadanya.

Salah seorang tokoh Pragmatisme adalah William James (1842-1910), ia memandang pemikirannya sendiri sebagai kelanjutan empirisme inggris, namun empirismenya bukan merupakan upaya untuk menyusun kenyataan berdasar atas fakta-fakta lepas sebagai hasil pengamatan. James membedakan dua macam bentuk pengetahuan :

a. Pengetahuan yang langsung diperoleh dengan jalan pengamatan

b. Pengetahuan tidak langsung yang diperoleh dengan melalui pengertian.

Kebenaran itu suatu proses, suatu ide dapat menjadi benar apabila didukung oleh peristiwa-peristiwa sebagai akibat atau buah dari ide itu. Oleh karena kebenaran itu hanya suatu yang potensial, baru setelah verifikasi praktis (berdasarkan hasil/buah pemikiran), kebenaran potensial menjadi real.


Sumber Bacaan :

Rizal Muntansyir dkk, “Filsafat Ilmu”, Pustaka Pelajar, Yogyakarta : 2004

Prof.Dr. Sutardjo A. Wiramihardja, “Pengantar Filsafat”, PT Refika Aditama, Bandung : 2006

Minggu, Maret 15, 2009

(0) Comments

Aliran Strukturalisme (Filsafat Masa Kontemporer )

INDRA - Aliran filsafat eksistensialisme yang menjadi mode berfilsafat pada pertengahan abad ke-20 mendapat reaksi dari aliran Strukturalisme. Jika eksistensialisme menekankan pada peranan individu, maka strukturalisme juga melihat manusia “terkungkung” dalam berbagai struktur dalam kehidupannya. Secara garis besar ada dua pengertian pokok yang sangat erat kaitannya dengan strukturalisme sebagai aliran filsafat.

a. Strukturalisme adalah metode atau metodologi yang digunakan untuk mempelajari ilmu-ilmu kemanusiaan dengan bertitik tolak dari prinsip-prinsip linguistik yang dirintis oleh Ferdinandde Saussure.

b. Strukturalisme merupakan aliran filsafat yang hendak memahami masalah yang muncul dalam sejarah filsafat. Di sini metodologi struktural dipakai untuk membahas tentang manusia, sejarah, kebudayan dan alam, yaitu dengan membuka secara sistematik struktur-struktur kekerabatan dan struktur-struktur yang lebih luas dalam kesusasteraan dan dalam pola-pola psikologik tak sadar yang menggerakkan tindakan manusia.

Para sturukturalis filosofis yang menerapkan prinsip-prinsip strukturalisme linguistic dalam berfilsafat bereaksi terhadap aliran filsafat Fenomenologi dan eksistensialisme yang melihat manusia dari sudut pandang yang subjektif.

Tokoh berpengaruh dalam aliran filsafat strukturalisme adalah Michel Foucault (1926-1984). Kesudahan “manusia” sudah dekat, itulah pendirian Foucault yang sudah terkenal tentang “kematian” manusia. Maksud Foucault bukannya bahwa nanti tidak ada manusia lagi, melainkan bahwa akan hilang konsep “manusia” sebagai suatu kategori istimewa dalam pemikiran kita. Manusia akan kehilangan tempatnya yang sentral dalam bidang pengetahuan dan dalam kultur seluruhnya.


Sumber Bacaan :

Rizal Muntansyir dkk, “Filsafat Ilmu”, Pustaka Pelajar, Yogyakarta : 2004

Prof.Dr. Sutardjo A. Wiramihardja, “Pengantar Filsafat”, PT Refika Aditama, Bandung : 2006

Minggu, Maret 15, 2009

(2) Comments

Aliran Eksistensialisme (Filsafat Masa Kontemporer)

INDRA - Eksistensialisme dan Fenomenologi merupakan dua gerakan yang sangat erat dan menunjukkan pemberontakan tambahan metode-metode dan pandangan-pandangan filsafat barat. Istilah eksistensialisme tidak menunujukkan suatu sistem filsafat secara khusus.

Meskipun terdapat perbedaan-perbedan yang besar antara para pengikut aliran ini, namun terdapat tema-tema yang sama sebagai ciri khas aliran ini yang tampak pada penganutnya. Mengidentifikasi ciri aliran eksistensialisme sebagai berikut :

a. Eksistensialisme adalah pemberontakan dan protes terhadap rasionalisme dan masyarakat modern, khususnya terhadap idealisme Hegel.
b. Eksistensialisme adalah suatu proses atas nama individualis terhadap konsep-konsep, filsafat akademis yang jauh dari kehidupan konkrit.
c. Eksistensialisme juga merupakan pemberontakan terhadap alam yang impersonal (tanpa kepribadian) dari zaman industri modern dan teknologi, serta gerakan massa.
d. Eksistensialisme merupakan protes terhadap gerakan-gerakan totaliter, baik gerakan fasis, komunis, yang cenderung menghancurkan atau menenggelamkan perorangan di dalam kolektif atau massa.
e. Eksistensialisme menekankan situasi manusia dan prospek (harapan) manusia di dunia.
f. Eksistensialisme menekankan keunikan dan kedudukan pertama eksistensi, pengalaman kesadaran yang dalam dan langsung.

Salah seorang tokoh eksistensialisme yang popular adalah Jean Paul Sartre (1905-1980), ia membedakan rasio dialektis dengan rasio analitis. Rasio analitis dijalankan dalam ilmu pengetahuan. Rasio dialektis harus digunakan, jika kita berfikir tentang manusia, sejarah, dan kehidupan sosial.

Sumber Bacaan :

Rizal Muntansyir dkk, “Filsafat Ilmu”, Pustaka Pelajar, Yogyakarta : 2004,hlm 90-91

Prof.Dr. Sutardjo A. Wiramihardja, “Pengantar Filsafat”, PT Refika Aditama, Bandung : 2006,hlm 66-67

Minggu, Maret 15, 2009

(0) Comments

Aliran Fenomenologi (Filsafat Masa Kontemporer )

INDRA - Edmun Husserl (1859-1938) adalah pendiri aliran fenomenologi, ia telah empengaruhi pemikiran filsafat abad ke 20 ini secara amat mendalam. Fenomenologi adalah ilmu (logos) pengetahuan tentang apa yang tampak (phainomenon). Dengan demikian fenomenologi adalah ilmu yang mempelajari yang tampak atau apa yang menampakkan diri atau fenomenon. Bagi Husserl fenomena ialah realitas sendiri yang tampak, tidak ada selubung atau tirai yang memisahkan subjek dengan realitas, realitas itu sendiri yang tampak bagi subjek.

Dengan pandangan tentang fenomena ini Husserl mengadakan semacam revolusi dalam filsafat barat. Sejak Descartes, kesadaran selalu dimengerti sebagai kesadaran tertutup atau cogito tertutup, artinya kesadaran mengenal diri sendiri dan hanya melalui jalan itu mengenal realitas. Sebaliknya Husserl berpendapat bahwa kesadaran terarah pada realitas, “kesadaran bersifat intensional” sebetulnya sama artinya dengan mengatakan realitas menampakkan diri.

Anggapan para ahli tertentu lebih mengartikan fenomenologi sebagai suatu metode dalam mengamati,memahami, mengartikan, dan memaknakan sesuatu daripada sebagai pendirian atau suatu aliran filsafat. Dalam pengertian sebagai suatu metode, Kant dan Husserl mengatakan bahwa apa yang dapat kita amati hanyalah fenomena bukan neumenon atau sumbernya gejala itu sendiri. Denga demikian, terhadap hal yang kita amati terdapat hal-hal yang membuat pengamatannya tidak murni sehingga perlu adanya reduksi. Jadi, pengamatan biasa (natuerliche Einstellung) akan menimbulkan bias. Meskipun pengamatannya merupakan hal biasa pada manusia umumnya, namun tidak memuaskan filosof dan mereka yang menginginkan kebenaran secara murni (reine wessenschau). Adapun hal yang harus dilakukan adalah pertama-tama reduksi fenomenologi (phaenomenologische reduction) atau disebut juga reduksi epochal atau menjadikan apa yang bukan bagian saya (das nicht ich) menjadi bagian saya (dasa ich). Tiga hal yang perlu kita sisihkan dalam usaha menginginkan kebenaran yang murni, yaitu :

a. Membebaskan diri dari unsur subjektif,
b. Membebaskan diri dari kungkungan teori-teori, dan hipotesis-hipotesis,
c. Membebaskan diri dari doktrin-doktrin tradisional

Setelah mengalami reduksi tingkat pertama, yaitu reduksi fenomenologi atau reduksi epochal, fenomena yang kita hadapi menjadi fenomea yang murni, tetapi belum mencapai hal yang mendasar atau makna yang sebenarnya. Oleh karena itu perlu dilakukan reduksi kedua yang disebut reduksi eiditis. Melalui reduksi kedua, fenomena yang kita hadapi mampu mencapai inti atau esensi. Kedua reduksi tersebut adalah mutlak. Selain kedua reduksi tersebut terdapat reduksi ketiga dan yang berikutnya dengan maksud mendapatkan pengamatan yang murni, tidak terkotori oleh unsur apa pun, serta dalam usaha mencari kebenaran yang tertinggi.

Sumber Bacaan :

Rizal Muntansyir dkk, “Filsafat Ilmu”, Pustaka Pelajar, Yogyakarta : 2004,hlm 90-91

Minggu, Maret 15, 2009

(0) Comments

Perkembangan Filsafat Masa Kontemporer

INDRA - Filsafat secara etimologi merupakan kata serapan dari yunani, philoshopia, yang berarti “philo” adalah Cinta, sedangkan “shopia” berarti kebjaksanaan atau hikmah. Jadi dapat ditarik kesimpulan, Cinta pada kebijaksanaan ilmu pengetahuan itulah filsafat. Namun ketika di tilik dari segi praktisnya, berarti alam pikiran atau alam berfikir, berfilsafat artinya berfikir secara mendalam dan sungguh-sungguh.

Sedang kata ‘kontemporer’ sendiri mempunyai korelasi sangat erat dengan “modern”. Dua kata yang tidak memiliki penggalan masa secara pasti. “kontemporer” adalah semasa, pada masa yang sama dan kekinian. Sementara “modern” adalah kini yang sudah lewat, tapi bersifat relevansif hingga sekarang. Karena tidak ada kepermanenan dalam era kontemporer, modern yang telah lewat dari kekinian tidak bisa disebut kontemporer.

Dalam hubungannya dengan filsafat barat, istilah modern-kontemporer, bertitik tolak dari kritik Immanuel Kant (1724-1804 M) terhadap pengetahuan atau ilmu pengetahuan. Dialah filsuf pertama yang secara sistematis telah melakukan kritik atas pengetahuan, dia hendak juga meninggalkan penggunaan akal secara dogmatis tanpa kritis. Dengan imbas terjadi dikotomi antara ilmu pengetahuan dan filsafat. Dengan ini ilmu pengetahuan dapat dikembangkan dengan terbuka bebas sesuai fungsionalnya tanpa harus pulang pada sang induk, filsafat.

Demikian halnya filsafat, tumbuh-berkembang dengan sangat cepat serta mengalami pergeseran dan modifikasi. Hingga sekarang kita bisa melihat dengan mata telanjang warna-warni aliran-aliran filsafat di barat, yang dominan pengaruhnya.

Perkembangan filsafat abad ke 20 juga ditandai oleh munculnya berbagai aliran filsafat, dan kebanyakan dari aliran itu merupakan kelanjutan dari aliran-aliran filsafat yang telah berkembang pda abad modern, seperti neo-thomisme, neo-kantianisme, neo-hegelianisme, neo-marxisme, neo-positivisme dan sebagainya. Namun demikian ada juga aliran filsafat yang baru dengan ciri dan corak yang lain sama sekali, seperti Fenomenologi, eksistensialisme, pragmatisme, struturalisme dan yang paling mutakhir adalah aliran postmodernisme. Pada bagian ini hanya dibicarakan beberapa aliran dn tokoh yang paling berpengaruh pada abad ke 20.

Daftar Bacaan :

www.filsafatkontemporer.com

Sabtu, Maret 14, 2009

(0) Comments

Kaum Yahudi Utama Dewasa Ini

INDRA - Adat dan Undang-Undang Penganut Yahudi

Kebanyakan penganut yahudi mengikuti peraturan dalam memilih makanan yang tertulis didalam taurat yang melarang campuran susu dengan gdaging, daging babipun dilarang dalam agama yahudi. Makanan yang disediakan harus menuruti undang-undang tersebut, dan daging harus di sembelih oleh kaum Rabi yang dinamakan Kasyer.

Anak laki-laki diharapkan juga untuk di sunat (sewaktu masih bayi) seperti perjanjian nabi Ibrahim as. Dengan tuhan. Apabila seorang anak laki-laki sudah mencapai kematangan dia akan dirayakan karena menjadi anggota masyarakat yahudi dalam upacara yang disebut Barmutzyah. Setelah kematian seseorang, orang-orang yahudi akan mengadakan satu minggu berkabung dimana mereka membaca Kodish. Agama dan masyarakat saling berkaitan didalam masyarakat yahudi, misalnya pengambilan riba’ dianggap berdosa sesame kaum yahudi, tetapi dibenarkan dengan mereka yang bukan yahudi.

Kaum Yahudi Utama Dewasa Ini

Kaum yahudi yang paling utama dewasa ini adalah :

Ø Ashkenazim, yaitu bentuk plural dari ashkenaz dari bahasa ibrani yang berarti Jerman, yaitu orang yahudi eropa terutama eropa timur, bahasa yang mereka pakai adalah bahasa yudish. Zaman sekarang kelompok Ashkenazim di eropa sudah hamper punah, mereka banyak di dapati di AS dan Israel. Kaum Ashkenazim sebagai sebuah kaum yang cukup tertutup banyak yang mengidap penyakit keturunan. Tetapi salah satu penyakit turunan yang berhubungan dengan penyakit otak, membuat mereka memiliki skor IQ tertinggi di dunia.

Ø Sefordim, merupakan bentuk plural dari spharad yang berarti Spanyol, ini mengartikan orang yahudi afrika utara dan timur tengah. Keluarga merupakan hal yang paling utama dan mereka harus bersembahyang pada hari sabtu (sabath). Antara jum’at sore hingga sabtu sore mereka akan menyalakan lilin dan meminum anggur serta roti yang telah diberkati. Disamping sabath, hari besar lainnya adalah Rosh Hasanah (Tahun baru), Dar Yom Kippur (hari penerimaan tobat).


Perbedaan Yahidi Dengan Zionis

Zionisme munculpada abad ke-19. dua hal yang menjadi ciri menonjol Eropa abad ke-19, yakni rasisme dan kolonialisme, telah pula berpengaruh pada zionisme. Zionisme adalah ideolologi yang jauh dari agama. Orang-orang yahudi yang merupakan para mentor ideologis utama dari zionisme, memiliki keimanan yang sangat lemah terhadap agama mereka. Bahkan kebanyakan dari mereka adalah ateis. Mereka menganggap agama yahudi bukan agama tetapi sebagai nama suatu ras. Mereka meyakini bahwa masyarakat yahudi mewakili suatu ras tersendiri dan terpisah dari bangsa-bangsa Eropa. Dan karenanya, mustahilbagi orang yahudi untuk hidup bersanma mereka, sehingga bangsa yahudi memerlukan tanah air tersendiri bagi mereka.

Titik awal dari zionisme yang melakukan tindakan biadab ini bukanlah agama yahudi, tetapi Darwinisme social, sebuah ideology rasis dan kolonialis yang merupakan warisan dari abad ke-19. Darwinisme social meyakini adnya perjuangan atau peperangan yang terus-menerus diantara manusia. Dengan mendoktrinasikan kedalam otak mereka pemikiran “ yang kuat akan menang yang lemah pasti terkalahkan”, ideology ini telah menyeret bangsa jerman kepeda Nazisme, sebagaimana orang yahudi kepada zionis.

Daftar Bacaan :

Prof. H. M. Arifin, Menguak Misteri Agama-agama Benar Dunia, (Jakarta,: PT. Golden Trrayon Press,1995) cet. Ke 6
Dr. Ismail Yoghi, Terorisme Dalam Otak Zionis,(Jakarta, Pustaka Azam :2001)
http://www.wikipedia.com

Sabtu, Maret 14, 2009

(1) Comments

Konsepsi Musa Tentang Tuhan

INDRA - Konsepsi musa tentang ketuhanan memberi petunjuk-petunjuk yang berbeda dengan pandangan dewa-dewa dari bangsa-bangsa Israel pada masa sebelumnya bahkan juga konsepsi ketuhanan dari bangsa-bangsa babilonia, Mesir, Asyiria, dan Mediterania.yang pada masa itu mempertuhankan benda-benda serta kekuatan alam sekitar.

Musa datang membawa agama yang memberantas konsepsi ketuhanan yang sesat itu dan menggantikannya dengan konsep ketuhanan Monotheisme (tauhid). Didalam kitab perjanjian lama, berkali-kali di tegaskan bahwa Tuhan itu hanya satu yaitu Yahweh yang membebaskan bangsa Israel dari perbudakan bangsa Mesir (Deut 33:29).

Penggambaran tuhan dalam bentuk manusia (anihropomorphisme) juga dilarang oleh agama ini, karena manusia tidak memiliki sifat seperti Tuhan. Jnd. Anderson dalam bukunya “the world religion” menyatakan bahwa tuhan agama yahudi itu adalah pribadi sempurna bebas dari batasan-batasan dan jauh dari ketidaksempurnaan. Ia adalah ruh yang murni, dan jiwa universum. Agama yahudi menunjukan bahwa alam dan semua fenomena-fenomena (gejala-gejalanya) merupakan bukti adanya tuhan pencipta alam.”

Daftar Bacaan :

Prof. H. M. Arifin, Menguak Misteri Agama-agama Benar Dunia, (Jakarta,: PT. Golden Trrayon Press,1995) cet. Ke 6
Dr. Ismail Yoghi, Terorisme Dalam Otak Zionis,(Jakarta, Pustaka Azam :2001)


Sabtu, Maret 14, 2009

(0) Comments

Pokok-Pokok Ajaran Agama Yahudi

INDRA - Agama Yahudi sebenarnya merupakan kelanjutan ajaran kewahyuan yang pernah diturunkan oleh tuhan kepada nabi Ibrahim, juga memang agama-agama wahyu dimanapun selalu mempunyai ciri-ciri yang sama dalam prinsip-prinsip ajarannya. Dalam apa yang disebut “Perjanjian Ibrahim dengan Tuhan” telah disebutkan beberapa prinsip tentang kehidupan yang benar, dan bilamana janji-janji tersebut dipenuhi, tuhan akan memberikan pahala, baik didunia maupun diakhirat. Misalnya tuhan akan memberikan tanah kana’an yang subur untuk anak cucu Ibrahim adalah salah satu pemenuhan janji tersebut.

Agama Yahudi terkenal dengan agama monotheisme mutlak (tauhid) yang meletakkan dasar kepercayaan kepada tuhan yang maha Esa pada tempat pertama. Setiap orang Yahudi yang akan mengerjakan sesuatu pekerjaan, harus lebih dahulu mengucapkan “shemah” yaitu ucapan sebagai berikut :

“dengarkanlah hai bangsa Israel, tuhan kita yang kita sembah adalah maha Esa”

Nabi Musa setelah membebaskan bangsa Israel dari perbudakan Mesir Kuno, kemudian membawa pengikut-pengikutnya ke Lembah Bukit Sinai (Tursina) dimana ia menunjukkan kepada mereka dua buah papan yang bertuliskan 10 perintah tuhan atau yang disebut oleh orang barat dan orang Kristen adalah “Ten Comindments” yang mengandung pengertian sebagai berikut :

a) Saya adalah tuhanmu yang kamu sembah, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir, keluar dari rumah belenggu; kau tidak mempunyai tuhan selain aku.
b) Kamu tidak boleh membuat persamaan atau menyamarkan segala sesuatu yang ada dilangit sebelah atas, atau diatas bumi, atau apa-apa yang ada dalam air, dibawah bumi dengan tuhan.
c) Kamu tidak boleh menyia-nyiakan nama tuhanmu.
d) Ingatlah hari sabath, untuk disucikannya.
e) Hormatilah ayah ibumu.
f) Kamu dilarang membunuh
g) Kamu dilarang mencuri
h) Kamu dilarang bersaksi palsu
i) Kamu dilarang berbuat zina
j) Kamu dilarang bernafsu lobak tamak terhadap milik orang lain

Kemudian ten comendement ini dijadikan inti ajaran kitab taurat dan dijadikan sumberhukum yahudiserta kepercayaan dan ethiknya. Dengan comendement ini pula orang Yahudi telah membuang faham agama bangsa primitif.

Adapun pokok0pokok agama yahudi telah mengalami perubahan beberapa kali sejak dari permulaan, menurut salah seorang sarjana yahudi yang pernah menjadi direktur lembaga kebudyaan yahudi Joseph Gerr dalam bukunya ”what the great religion believe” p. 114 adalah sebagai berikut :

“kepercayaan orang yahudi telah mengalami perubahan beberapa kali sejak dari permulaan sampai sekarang ini, ada beberapa kepercayaan dan upacara-upacara yang telah di tinggalkan. Dan beberapa yang telah dirubah dan disusun disesuai dengan kebudayaan yang mana agama tersebut mengandung hubungan-hubungan, sehingga kebudayan ataupun upacar-upacara tersebut mengalami pengertian yang baru.Tetapi ada beberapa kepercayaan kuno yang tersusun dalam tradisi yang masih tetap merupakan warisan masa lampau dan masih tetap mendapatkan pengikut-pengikutnya yang setia”

Dengan demikian agama yahudi pada masa sekarang atau masa-masa selanjutnya sudah tak dapat lagi disebut sebagai agama wahyu, karena telah mengalami perubahan-perubahan yang dilakukan oleh pengikut-pengikutnya sendiri.Seperti halnya yang dikatakan dalam sebagian kitab taurat 33/50-53, dikatakan, “Tuhanmu telah berfirman kepada Musa….. katakanlah kepada Bani Israil, kamu sekalian menyebrangi negeri Urdu ke tanah Kan’an,maka usirlah penduduk setempat dengan paksa, dan hapuslah segala hasil karya mereka, keluarkanlah bangunan-bangunannya, rebutlah tanahnya, dan tinggallah disana,karena sesungguhnya aku memberi tanah kepada kalian semua untuk dimiliki hanya oleh kalian.Jika kita teliti lebih seksama ajaran lama yang tidak diperkenankan untuk membunuh,tetapi dalam kitab taurat yang telah diperbaharui ini justru menyuruh untuk membunuh. Dan hal ini amatlah mustahil jika benar ini adalah wahyu dari Tuhan.

Referensi :

Prof. H. M. Arifin, Menguak Misteri Agama-agama Benar Dunia, (Jakarta,: PT. Golden Trrayon Press,1995) cet. Ke 6

Dr. Ismail Yoghi, Terorisme Dalam Otak Zionis,(Jakarta, Pustaka Azam :2001)

Sabtu, Maret 14, 2009

(0) Comments

Sejarah Agama Yahudi

INDRA - POSTAR

INDRA - Agama Yahudi sebenarnya merupakan kelanjutan ajaran kewahyuan yang pernah diturunkan oleh tuhan kepada nabi Ibrahim, juga memang agama-agama wahyu dimanapun selalu mempunyai ciri-ciri yang sama dalam prinsip-prinsip ajarannya.

Dalam apa yang disebut “Perjanjian Ibrahim dengan Tuhan” telah disebutkan beberapa prinsip tentang kehidupan yang benar, dan bilamana janji-janji tersebut dipenuhi, tuhan akan memberikan pahala, baik didunia maupun diakhirat. Misalnya tuhan akan memberikan tanah kana’an yang subur untuk anak cucu Ibrahim adalah salah satu pemenuhan janji tersebut.

Agama ini dinamakan menurut nama kepala salah satu suku di Israel, suatu agama yang kemudian dipeluk oleh bangsa Israel yang sekarang membenuk sebuah Negara yang bernama Negara Israel.

Dari segi silsilah keturunan, memang agama ini dibawa oleh salah seorang nabi yang mempunyai garis keturunan dari Ishaq, salah satu putra dari nabi Ibrahim. Agama ini telah berusia lebih dari 33 abad sampai abad ini, oleh karena agama tersebut diajarkan oleh Musa pada abad ke-13 SM dan kira-kira pada abad ke-4 sesudah nabi Ibrahim meninggal dunia. Musa sebagai seorang rasulullah adalah dibesarkan oleh Islam dan Kristen.

Dengan demikian beliau sudah pasti membawa agama lurus dan haq atas dasar kewahyuan yang diterima dari Allah. Dengan alasan berbagai macam, sarjana-sarjana Barat yang beragama Kristen memandang agama Yahudi menjadi induknya agama Islam dan agama Kristen. Tetapi anehnya pada masa sekarang hanya memperoleh pengikut pada lingkungan terbatas, yaitu pada bangsa Israel saja yang jumlahnya lebih kurang 4 juta jiwa, itupun disebabkan oleh adanya perasaan Chauvimisme dan Zionisme.

Referensi :

Prof. H. M. Arifin, Menguak Misteri Agama-agama Benar Dunia, (Jakarta,: PT. Golden Trrayon Press,1995) cet. Ke 6

Jumat, Maret 13, 2009

(0) Comments

Pengaruh Pemikiran Syeikh Ahmad Sambas di Indonesia

INDRA - Pengaruh Pemikiran Syeikh Ahmad K.Sambas di Indonesia melalui media dari suatu Tarekat , tarekat tersebut dikenal dengan TQN atau Tarekat Qadiriyyah wa Naqsyabandiyyah. Tarekat ini adalah gabungan dari Tarekat Qadirriyah dan Tarekat Naqsayabandiyyah .Syeik Ahamad K . Sambas mengarang suatu kitab yang bernama kitab Fath Al Arifin, kitab ini menjadi panduan atau sumber dari Tarekat Qadiriyyah wa Naqsyabandiyyah . Kitab ini berisikan tentang unsure – unsure ajaran secara garis besar dari Tarekat Qadiriyyah dan tarekat Naqsyabandiyyah.

Isi dari kitab adalah tata cara membaiat, 10 macam lathaif, menjelaskan tentang zikir ala Qadaryyah dan juga zikir ala Naqsyabandiyyah, selain itu menerangkan 3 Syarat yang harus dipenuhi bila sedang berjalan menuju Alloh SWT (zikir diam, merasa diawasi Alloh, meditasi, juga kitab ini menerangkan tentang silsilah Syeikh A.H Sambas hingga Rasulullah ,serta Khatam dari tarekat Syaikh A. Q jilani.

Tarekat Qadiriyyah wa Naqsyabandiyyah di (Jawa Barat ) Cirebon, Banten.

Tarekat Qadiriyyah wa Naqsyabandiyyah di Cirebon tokoh yang paling terkenal adalah Kiai Tolhah dan juga Abdullah Mubarok ( abah sepuh, wafat 1956 ).Abah sepuh ini pada tahun 1905 mendirikan pesantren Suryalaya. TQN suryalaya dikenal sebagai pusat TQN yang aktif dan dinamis. Zikir harian dilakukan setiap sesudah sholat, khataman dilaksanakan 2 minggu sekali , sedangkan di Banten Tarekat Qadiriyyah wa Naqsyabandiyyah memainkan peranan yang penting dalam hal komunikasi dan koordinasi jaringan petani di adab -19 yaitu terjadinya pemberontakkan Petani Banten tahun 1888.

Pengaruh Syeikh Ahmad Sambas di derah Jawa timur yaitu banyak dibangunnya pondok pesantren yang pondok pesantren tersebut kental dengan ajaran Tarekat Qadiriyyah wa Naqsyabandiyyah yang menjadikan tradisi – tradisi zikir dan khataman serta semua hal yang berhubungan dengan aspek kehidupan akhirat selalu terjaga .

Referensi :

Drs Hj Sri Mulyati MA Mengenal & memahami tarekat muktabarah di Indonesia, PT kencana , Jakarta cet -2, h 258

Drs Hj Sri Mulyati MA Mengenal & memahami tarekat muktabarah di Indonesia, PT kencana , Jakarta cet -2, h 263

Drs Hj Sri Mulyati MA Mengenal & memahami tarekat muktabarah di Indonesia, PT kencana , Jakarta cet -2, h 260

Jumat, Maret 13, 2009

(0) Comments

Faktor Yang Membuat Muhammadiyah Dapat Bertahan

INDRA - Faktor Yang Membuat Muhammadiyah Dapat Bertahan

1) Dalam Muhammadiyah terdapat tradisi untuk melakukan pemikiran pembaharuan, sehingga kehidupan Muhammadiyah selalu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman dan dapat diterima oleh masyarakat luas.

2) Di dalam Muhammadiyah terdapat aspek usaha untuk menwujudkan cita – cita dengan kenyataan yang perlu ditemukan, menjadikan Muhammadiyah selalu berupaya mengembangkan pemikirannya.

3) Pengaruh perubahan tuntutan zaman atas amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan.

4) Alat kelembagaan yang diciptakan untuk mengarah kepada perubahan – perubahan di berbagai sector , terutama sector pendidikan. Alat kelembagaan Muhammadiyah dapat dikatakan rapi. Muhammadiyah sangat memperhatiakan sekali aspek pendidikan, Muhammadiyah pun menyiapkan para kadernya untuk dapat menghadapi kemajuan – kemajuan yang nanti akan datang, dari berbagai sistem pendidikan , muhammadiyah sendiri melakuakn perubahan fundamental dalam tujuan dan penyelenggaraan pengajaran.

5) Sikap modernitas.
Muhammadiyah terkenal dengan sikap modernnya yang menjadikan Muhammadiyah dapat menarik simpati dan perhatian dari masyarakat golongan elit juga para intelektual muda.

Referensi :

MT Arifin. Gagasan Pembaharuan Muhammadiyah. Pustaka Jaya,Jakarta . h 258

Jumat, Maret 13, 2009

(0) Comments

KH Ahmad Dahlan dan Hasyim Ashari Mempunyai Guru Yang Sama

INDRA - Mengapa Pemikiran mereka berbeda ?

KH Ahmad Dahlan beberapa kali pergi ke Makkah untuk menunaikan haji serta belajar dan pada ibada haji yang kesekian kali setelah tahun 1980, KH Ahmad Dahlan memutuskan untuk bermukim di Makkah untuk memperdalam berbagai ilmu dengan beberapa ulama, dan pada suatu hari , suatu tukar pikiran yang akan melahirkan sikap pemikiran pembaharuan modernisme islam sebagai protes cultural terhadap pelaksanaan keagaam korservatif dan sinkretisme di Jawa nantinya, adalah tukar pikirannya Dahlan dengan Muhammad Rasyid Ridha ( seorang tokoh modernisme Islam di Mesir ). Dari Dialg ini Dahlan kemudioan terdorong untuk mmeperdalam pemikiran keagamaan Ibnu Taimiyah dan Muhammad Abduh yang dipublikasikan oleh majalah Al Urwatul Wutsqa dan Al Manar.

Pemikiran keagamaan tokoh modernis ini bersesuaian dengan pandangan dan pemikiran Dahlan yang berkeinginanmelakukan perbaikan kehidupan keagamaan masyarakat Jawa sesuai dengan pemahaman yang benar. Pandangan – pandangan para modernis Islam itu terutama menitikberatkan pada pemurnian Tauhid ( peng – Esaan Alloh ) melalui suatu pemikiran dan penelitian yang didasarkan atas epistimologi sehingga tidak beriamn secara taqlid ( secara membabi buta percaya pada keterangan seseoarang tanpa mengetahui landasannya ).

Hal ini amat sesuai dengan pola pemikiran Dahlan yang akhirnya Ahmad Dahlan berbeda dengan KH Hasyim Ashari yang notabenenya lebih dekat kepada konsep muslim tradisional , pola pemikiran Tradisioanal dan lebih kepada hal cultural dalam menjalankan Kehidupan Islam. Dan juga kebanyakan hasil dari pemikiran KH Hasyim Ashari beredar di kalangan kaum Muslim yang trasisional.

Referensi :

MT Arifin. Gagasan Pembaharuan Muhammadiyah. Pustaka Jaya,Jakarta . h 103

Jumat, Maret 13, 2009

(1) Comments

Perang Paderi Dianggap Sebagai Pembaharuan Islam di Sumatra

INDRA - Perang paderi dianggap sebagai pembaharuan Islam di karena tujuan dari perang paderi adalah memiliki kekuasaan yang kuat dan dengan memiliki kekuatan atas kekuasaan kaum ulama dapat menguatakan ajaran Islam yang telah banyak ditinggalkan. Kondisi pada saat itu daerah Minangkabau jauh dari apa yang Isalam ajarkan dsan syariatkan oleh agama Islam .

Gerakan paderi sendiri Gerakan paderi dipelopori oleh para ulama ( yang paling dikenal adalah Tuanku Imam Bonjol Dan Datuk bendaharo ), mereka (para ulama) mencoba untuk melaksanakan aap yang telah disyariatkan oleh Islam , akan tetapi Golongan adat yang memiliki sifat karakteristik tradisional tidak mau meninggalkan adat istiadat lama walaupun itu bertentangan dengan Islam. Dan juga kaum adapt merasa bahwa kaum ulama telah ingkar kepada adat dan menginginkan penghancuran terhadap adapt yang telah lama ada serta sudah berakar.

Perang paderi sendiri terjadi dikarenakan tidak ada jalan keluar lagi yang bisa dilakukan oleh kaum paderi apalagi kaum adapt semakin gencar saja untuk menghentikan usaha kaum paderi untuk membenahi akhlaq masyarakat Pertempuan terjadi dan dimenangkan oleh kaum paderi, dan dengan kemenangannya itu kaum paderi memiliki kekuasaan yang lebih kuat dari sebelumnya. Dengan kekuasaan tersebut kaum paderi mencoba untuk meluruskan kehidupan Islami yang ada di Minangkabau, contohnya dengan mengeluarkan suatu undang – undang yang melarang hal – hal yang dapat melanggar hukum Islam untuk dikerjakan sehingga ajaran Islam dapat mewarnai kehidupan masyarakat.

Imlipkasinya pada saat ini

· Sumatra barat dikenal sebagai daerah yang kental dengan kehidupan masyarakat yang islami.

· Sumatra barat menjadi provinsi yang memiliki aturan syariat Islam ( pem prov )

· Penghormatan terhadap ulama lebih besar dari pada kepada kaum atau petinggi adat

· Sumatra Barat memiliki Motto/ Semboyan dengan memasukan kata “ Kitabullah “ (yang berarti syariat Islam )

Referensi :

Burhanuddin daya, gerakan pembaharuan pemikiran Islam Kasus Sumatra Thawalib,tiara wacana, yogyakarta h 50

M. Syamsul As..ulama pembawa Islam di Indonesia dan sekitar, PT Lentera: Jakarta 1999, h 170

Jumat, Maret 13, 2009

(0) Comments

Bicara Cinta Lewat Tulisan (Celoteh Hati Dede Supriatna)

INDRA - Saat kucoba untuk menyusun tulisan ini masih ada perasaan yang masih tetap mengganjal di hati. Aku masih memandang dengan ketakutan. Lantas apa salahnya jika aku menciptakan hal seperti ini. Bukan hal yang menjadi permasalahan atau sebaliknya. Aku hanya menjadi perwudan akan semua yang telah menjadi kehendak hati. Jika menjadi kesalah akankah menyalahkan kehendak hati.

Tampa pernah bermaksud untuk menggangu ketenangan dalam kedamaianmu sehingga aku mencoba merangkainya. Sehingga aku mempunyai akan kenyakinan terhadap tulisan ini bahwa ini tak akan pernah menjadi petaka.

Apa yang aku rasakan adakah kau rasakan? Semua akan terjawab dari lembaran kertas ini. Saat pertama perkenalan yang terjalin diantara kita. Dan sampai saat ini mungkin akan merasakan sesuatu yang pernah kau temukan sebelumnya. Dalam hati yang pernah kau nodai sehingga aku merasakan sesuatu akan dirimu. Hingga aku bertanya kenapa semua ini ada. Lantas aku mulai mempertanyakan akan diriku ini seberapa jauh kita akan melangkah. Kita hanya dua manusia yang tak akan pernah mengenal jika kita tak akan pernah mencoba untuk jujur dalam diri kita masing-masing. Aku tak memaksa dirmu untuk membuka akan semua yang kau rasakan sehingga kau merasakan apa yang aku rasakan.

Ini adalah buah dari keberanian ku dan sebelum datang hari ini, yang tak pernah kuketahui dari mana datangnya. Tiba-tiba semuanya hadir tampa pernah kusadari. Aku mulai mentertawakan semuanya. Sebuah tanda Tanya besar dalam perjalan kehidupan ini kenapa aku bisa mengenal dirimu.

Hari telah tergantikan dengan hari dan semua kemabali kepada hari yang sama dengan keadaan yang tak akan pernah sama. Untuk hari ini yang kupandang adalah kelanjutan untuk hari kemaren. Hingga semuanya meninggalkan jejak-jejek. Semua telah terukir dengan seiringnya perjalanan waktu yang telah tercipta. Semua telah ada untuk sesuatu yang mungkin akan kita pertanyakan saat mentari bersinar dan semua tinggal kenangan.hingga kita akan bertanya kemana perginya hari yang telah indah.

kita telah menjadi bagian dari sejarah tersebut. Sehingga tercipta dua insan yang telah menghadirkan hal yang telah menjadi bagian dalam kehidupan ini. Awal yang tak pernah berujung sampai kita tak akan dipertemukan lagi oleh waktu yang tak berpihak lagi, meskipun saat kita bertemu telah berbeda.

Sejarah yang telah hadir tak akan bisa kuhapus dengan apapun karena ini adalah bagian dari kehidupanku. Sama halnya aku tak akan pernah mengahapus sisi hitam dari perjalan ini. Aku telah merasakan berada dalam labirin-labirin yang teramat sangat. Sehingga aku merasakan ini akhir dari semuanya.

Aku dalam kubangan saat aku jatuh dalam mulut buaya hingga jatuh dalam mulut macan. Sehingga aku merasakan kesendirian yang sangat. Tak akan ada dalam kehidupan ini akan keindahan itu sendiri. Tampa pernah menyadari aku mempunyai seseorang yang telah berarti dalam kehidupan ini.

Dia hadir dalam nyala lilin bagiku dan aku adalah lilin baginya. Dia terus hadir dalam hangatnya lilin meskipun aku tak pernah merasakan arti dari nyala lilin saat aku merasakan kebahagian. Aku merasakan lilin akan hadir saat semua terasa gelap.

Saat itu aku mendapat sandangan nama yang terasa aneh namun begitu berkesan saat itu aku diberi nama jalu. Nama ini adalah nama seokor ayam yang hidup ditinggal mati ibunya, semenjak dia memerlukan hangatnya kasih sanyang. Hingga dia terus berjuang hingga ia menjadi ayam yang begitu perkasa.

Memang sedikit lucu aku diberi nama dengan nama seekor nama ayam milik temanku. Atas dasar itu aku dengan bangga diri aku menyandang nama tersebut. Aku tumbuh dengan kesendirian yang terus tumbuh dikalangan jalanan. Yang telah lama melakat dalam kesendirianku.

Saat itu aku merasakan kata anjing lebih indah dari pada kata sanyang, mungkin saat itu aku merasakan kata anjing lebih tulus dari pada kata sanyang. Aku telah begitu muak mendengarnya.

Hingga waktu begitu kejam merampas apa yang aku punya, saat itu aku begitu rapuh kenapa aku harus berpisah dengan teman-temanku. Sampai aku menyadari bahwa ada pertemuan akan ada perpisahan. Mereka menatapku tetaplah menjadi jalu dan bahwa persahabatan tak akan pernah luntur dengan perjalan waktu. Dia adalah lilin untukku dan aku adalah untuknya. Kekurangan aku akan selalu ditutup dengan senyum. Saat kau datang apakah kau akan markir mobil seperti saat ini dan kita akan minum dalam botol harapan, menghabiskan malam bercerita akan hari esok. Hingga aku menyadari begitu berartinya mereka dalam kehidupan aku. Saat itu saat mereka tak ada mungkin bukanlah jalu yang akan menghapus langkah ini.

Hingga aku ada dalam kota yang asing ini. Selama ini aku telah melangkah dalam langkah yang tak menentu. Aku terus mengulang dalam perkataan ini bahwa aku jalu. Mungkin yang membuat aku begitu ego sehingga aku merasakan aku tak akan pernah menggantung dalam kehidupan ini.

Selaian sebab-sebab yang membuat aku begitu ego, saat aku mendengar perkataan abangku “jangan pernah melihat orang sehingga kau akan menilainya, coba lihalah dirimu” entah apa maksud dari apa yang diucpakannya.

Aku terus melangkah dengan apa yang menjadi kenyakinan aku terkadang aku saat semua terbanyang dari apa yang aku banggakan semua terus mengahantuiku, saat Iqbl “ kepakanlah sayapmu sampai kapan kau akan menggantungkan kepada sayap orang lain” atau saat sorot mata chair anwar dengan tajamnya seolah ia menyurukan jika kau menyukai aku jadilah aku saat waktuku tiba tak ada seorang yang mengganguku.

Entahlah apa yang menjadikan aku begitu ego. Mungkin semuanya sehingga aku telah menjadi laki-laki kasar yang tak mengetahui arti lemah lembut, sehingga sering kali membuta orang disisiku merasakan terluka.

Aku telah meresakan begitu kesepian meskipun aku terus mencoba untuk bertahan dari semuanya. Sampai saat waktu telah mempertemukan kita. Aku tak pernah menyadari bahwa kau telah datang dengan senyummu. Kau menawarkan saat meresakan kesendirian. Dan aku berujar kau adalah hujan bagiku dimana aku merasakan begitu asing bagiku. Meskipun aku tak pernah peduli akan hadirnya dirimu, kau hanya wanita manja hadir dari kalangannya tak pernah merasakan sakitnya kehilangan apa yang kita sanyangi.

Apalagi semenjak aku mengetahui bahwa kau dikelilingi dengan orang yang selalu menyanyangi dirimu.mungkin semua hadir dari kecemburuanku, aku yang cemburu mengharapkan belaian lembut dari seseorang yang menyanyingi aku. Aku telah mendustai diriku bahwa aku adalah manusia yang mengharapkan akan kasih sanyang. Hingga aku apakah aku pangtas untuk mendapatkan kasih sanyang tersebut.

Aku telah benar-benar tak percaya apalagi dengan namanya cinta. Dia hanya ada dalam kisah sinetron. Atau dongeng yang tak ada dalam alam nyata. Hingga aku menyadari bahwa aku masih mencari dari semuanya. Aku mencari orang yang sama sehingga aku tak pernah membuka diriku untuk mengenal persahabatan apalagi cinta. Aku masih mencari sahabatku dalam bentuk lain atau cinta yang pernah terjalin antara aku dengannya. Mereka begitu sempurna dalam kehidupanku.

Asih nama yang terindah yang ada dalam kehidupan ini sehingga kami telah menjalin mimpi bersamanya. Dia orang yang menemani aku saat aku merasakan jatuh. Dia hadir saat aku kehilangan orang yang telah begitu menyakitkan aku. Dia menyakan bahwa ada orang yang sanyang terhadap aku. Wulan dengan sesosok penganti ibuku. Mungkin kau telah mendengar dari ceritaku karena rasa sanyangku sehingga aku telah memutuskannya. Dia adalah orang yang telah menerima aku dengan segala apa yang aku miliku.

Hingga saat ini aku terus mencari orang sepertinya hingga aku menyakini bahwa tak akan ada orang yang akan menggantikan dia. Meskipun aku mencari cinta dalam bentuk lain hingga aku menyadari bahwa hatiku tak akan terbuka karena aku masih mengharapkan waktu akan berpihak terhadapku. Hatiku terlalu ankuh untuk mengenal wanita lain, sehingga mereka akan mengenal aku dalam bentuk laki-laki yang begitu sombong.

Aku terus berjalan dengan kesombongan aku. Aku tak akan pernah tau adakah dia dalam bentuk lain dan aku sadar bahwa tak akan pernah ada aku terlalu menuntut akan kesempurnaan bahwa yang hadir adalah temanku dan kekasih yang selalu menghantui aku. Aku tak pernah terlepas dari semuanya jika aku tak pernah membuka diri.

Saat kau hadir pertama menjadi pertanyaanku adalah kegilaan dirimu kenapa kau mau berteman dengan orang gila seperti aku. aku tak pernah tau apa maksud dari apa yang telah kau tawarkan dari perkenalan itu, adakah aku cukup baik sehingga kau mau bereman dengan diriku.

Masih terekam dengan jelas apa yang telah apa yang telah terjadi diantara kita. Aku tak pernah mengukit atas apa yang telah terjadi diantara kita.

Yang jelas aku pernah merasakan keindahan dan entah kenapa saat kau tak ada aku merasakan kegelisaahan yang sangat. saat sejarah mencatat apa yang pernah terjadi diantara kita. Tak seperti biasanya aku merasakan kegelisahan biasanya tak ada yang lebih menggelisahakan selain saat tak ada roko ditanganku.

Entahlah apakah ini yang dinamakan cinta. Seandai aku mencintaimu aku hanya ingin memberikan rasa cintaku dengan ketulusan dengan segala apapun yang mampu aku berikan dengan segala kelemahan yang aku miliki. Bukan hanya kata cinta yang akan terucap cinta bukanlah utnuk mengikat sehingga mereka tak mampu untuk terbang. Cinta adalah memadukan rasa, bukan untuk memenjarakannya.

Cinta adalah sacral dan seberapa mampu kita akan menjaga dari perasaan tersebut. Bukan hanya permainan ranjang. Atau pengatas namaan cinta sehingga membuat cinta ternoda.

Dan apa yang telah aku berikan aku tak akan meminta atas apa yang aku berikan. Satu hal yang tak mampu kudustai bahwa aku sanyang dan sedikitpun aku mengharapkan rasa sanyang yang akan kau berikan. Biarkanlah rasa itu hadir dengan sendirinya jika itu yang akan kau rasakan terhadapku.

Jumat, Maret 13, 2009

(0) Comments

Pesan Islam (Resensi Buku)

INDRA - Judul : Pesan Islam
Pengarang : Syed Abul Hasan Ali Nadwi
Penerbit : Angkasa Bandung
Tebal Halaman : vii-151

Buku Pesan Islam ini merupakan hasil penyatuan dan penyuntingan yang luas dari kumpulan tiga buah pidato yang disampaikan di Inggris bersama tiga buah artikelnya yang diterbitkan di bawah judul Speaking Plainly to The West serta terjemahan Inggris dari pidato-pidato itu yang berjudul From The Depth of The Heart in Amerika yang di terjemahkan dari bahasa Urdu oleh Muhammad Asif Kidwai. Kedua buku itu memberikan wawasan yang bernilai terhadap keadaan peradaban barat yang membahayakan, kelebihan-kelebihan dan kelemahan-kelemahannya, dan membahas secara agak panjang lebar peranan dan tanggung jawab umat Islam yang tinggal di Barat.

Buku ini terbagi dalam dua bagian, bagian satu yaitu Barat: kegawatannya dan pesan Islam terdiri atas tujuh bab. Bagian ini terutama menegur Barat menganalilsis sejarahnya, watak-watak, pencapaian-pencapaian, kekurangan-kekurangannya dan mengajaknya masuk Islam sebagai satu-satunya dalam hidup yang cocok dan bergairah bagi umat manusia, sambil menjelaskan alasan-alasan sejarah dari sikap Barat terhadap Islam. Bagian dua yaitu umat Islam: misi dan masyarakat terdiri atas sembilan bab yang terutama menghimbau umat Islam yang tinggal di Barat, sambil menguraikan dan menegaskan misi dan peranan mereka di Barat sebagai duta-duta Islam, memeriksa situasi mereka, memperingatkan akan bahaya-bahaya yang mereka hadapi sementara mereka berada dalam lingkungan yang tidak Islami dan menegaskan jalan-jalan serta cara-cara yang dapat menjaga Agama dan identitas mereka.

Nadwi menegaskan bahwa kehadiran umat Islam di Barat hanya mempunyai satu pembenaran: menyampaikan pesan Islam kepada teman mereka disana, baik dengan kata-kata maupun dengan contoh. Dia juga membuat analisis yang tajam tentang situasi yang umum terjadi di negeri-negeri muslim sebagai akibat dari pengaruh kolonialisme dan peradaban Barat.

Nadwi menyadarkan para mahasiswa muslim di Barat akan kelemahan kebudayaan yang melingkungi hidup mereka begitu pula kebudayaan yang mewarnai tempat kehidupan mereka. Berbagai bab secara logis dan konsisten membahas keprihatinan yang diuraikan diatas. Bab satu dimulai dengan memeriksa jurang yang memisahkan timur yang muslim dengan barat yang Kristen. Bab ini meneliti pengaruh besar dari perang salib, kolonialisme, dan orientalisme dalam menciptakan dan mengekalkan hubungan kecurigaan kekhawatiran dan pemusuhan diantara dua kebudayaan, dan menegaskan bahwa pesan dari Nabi-nabi Allah, yang mengangkat manusia, bisa menjadi satu-satunya bagi kerukunan kembali diantara mereka.

Bab dua mencoba menemukan sebab yang menghalangi Barat menerima pesan Nabi-nabi Allah. Sambil menelusuri sejarah Yunani dan Romawi dan sejarah dunia abad ke enam yang kemudian diikuti dengan kehadiran umat Islam di Spanyol, bab ini memaparkan kesombongan dan kecongkakkan sebagai penghalang utama bagi Barat untuk melihat kebenaran berita Nabi. Bab tiga beralih ke Jerman Karena mengenal sumbangan-sumbangannya yang radikal terhadap pemikiran dan filsafat Barat, sifat-sifat inovasi dan industrinya, dan tawarannya yang tidak berhasil bagi kepemimpinan dunia, Nadwi menyesal karena Jerman juga pasti tidak mampu membuat cetakan dan peta baru bagi dirinya dan bagi peradaban Barat. Dunia memerlukan Islam : suatu bangsa bisa tampil dan mengambil kepemimpinan. Kenapa bukan Jerman?

Bab lima menunjukkan bagaimana manusia, didalam menolak menjadi abdi bagi satu Tuhan, menjadi budak bagi ciptaannya sendiri, tekhnologinya dan mesin-mesinnya. Kemiskinan spiritual ini terutama dilukiskan dalam konteks Amerika. Akibat-akibat tragis dari kenyataan bahwa Islam tidak mencapai Amerika dan Barat,dibahas dalam bab enam, dimana semua orang Islam yang tinggal di Amerika kini didesak untuk menerima tugas membawa pesan ini kepada orang-orang Amerika. Bab tujuh berupaya menghubungkan bagian satu dengan bagian Dua.

Bahwa umat Islam harus hidup sebagai wakil-wakil Islam dan menyampaikan pesannya kepada Amerika merupakan tema dari bab delapan. Bab sembilan mengemukakan bahwa tidak ada alasan bagi ummat islam untuk meratapi tugas ini, asal saja mereka mempunyai keyakinan dan kepercayaan kepada Tuhan.

Pad bab sepuluh dan sebelas, kita alihkan perhatian kepada beberapa persoalan khusus yang harus dihadapi oleh para imigran di Barat sebagai suatu masyarakat Idiologis. Terutama kedua bab ini menekankan pentingnya lingkungan yang Islami, yang didasarkan pada persaudaraan bagi pemeliharaan dan penguatan Agama dan identitas Islam, yang tanpa hal itu ummat Islam tidak bisa hidup sebagai ummat Islam, tidak pula melaksanakan misi mereka. Akan tetapi, hanya keyakinan dan kecintaan kepada Allah dan Rasulnyalah yang bisa menjadi landasan yang abadi dan stabil bagi pesaudaraan yang benar-benar Islami, demikian bab dua belas menekakan. Bab tiga belas menguraikan suatu nasihat yang khusus dan bernilai bagi para imigran Islam di Barat sehingga mereka bisa hidup sebagai orang-orang Islam dan menjadikan anak-anak mereka sebagai Muslim.
Rata Penuh
Bab keempat belas yang dialamatkan kepada para wanita Islam, menekankan kekuatan hubungan saling ketergantungan dan saling mencintai diantara laki-laki dan perempuan, yang dibentuk dengan nama Allah dan menjelaskannya bahwa sebagai muslim mereka berdua mempunyai tanggung jawab yang sama. Bab lima belas dan enam belas ditujukan kepada orang-orang muda Islam yang tinggal di Barat baik untuk belajar maupun untuk bekerja. Setelah menguraikan situasi di Barat dan Negara-negara muslim, ia meminta mereka menolak dibanjiri kebudayaan asing yang melingkupi hidup mereka, menyajikan secara berani pesan Islam, dan mempersiapkan diri bagi tanggung jawab yang menunggu kepulangan mereka.

Jumat, Maret 13, 2009

(0) Comments

Doktrin dan Pluralisme dalam Al Qur’an (Resensi)

INDRA - Judul : Doktrin dan Pluralisme dalam Al Qur’an
Pengarang : Gamal Al Banna
Penerbit : Menara
Tebal Halaman : vii -110

Buku doktrin Pluralisme memuat gagasan tentang kenyataan pluralisme dikalangan masyarakat Islam. Tidak seperti kebanyakan kaum intelektual muslim yang lain, Gamal Al-Banna menemukan gagasan-gagasan pluralisme justru dari Al-Qur’an. Biasanya, pluralisme selalu dikaitkan dengan pola pikir filsafat yang sering kali merujuk kepada perkembangan pemikiran Barat. Gamal justru menggali pluralisme dari Al-Qur’an yang menurutnya sudah terlalu jauh ditinggalkan oleh kaum musllim. Oleh karenanya, tidak mengherankan jika buku ini sarat dengan Ayat-ayat Al-Qur’an yang kemudian “ditafsir” oleh Gamal dengan pemahaman yang kritis, hingga Al-Qur’an, menurutnya, merupakan sumber otentik bagi pluralisme.

Di dalam bukunya yang dibahas pertama kali adalah tentang keesaan Allah yang meniscayakan pluralitas, sebagian orang menyangka karena Islam adalah agama tauhid (kesatuan), maka tauhid itu akan menghimpun segala sesuatu yang berada di luarnya. Segala yang berbau Islam akan menjadi satu: mulai dari masyarakat Islam system social, seni Islam, sastra Islam, tradisi Islam sampai dengan busana Islam, seluruh aspek kehidupan akan menjadi satu warna dan masyarakat Islam berada dalam satu model yang monoton stagnan dan tidak plural, dan bentuk seperti inilah yang dianggap oleh sebagian kaum cendikiawan model yang paling tepat untuk masyarakat Islam dibanding berbagai aliran yang saling bertentangan.

Menurut Gamal orang-orang yang berkeyakinan bahwa masyarakat Islam berada dalam satu model karena mereka memeluk tauhid, adalah orang-orang yang lebih tepat untuk dikatakan sebagi pemimpi. Keyakinan seperti ini adalah keyakinan yang tidak berdasar bahkan merupakan penyimpangan. Sebab meyakini keesaan Allah (tauhidillah) meniscayakan pluralitas segala sesuatu selain Dia. Pluralitas ini merupakan satu doktrin Aksiomatis seiring dengan doktrin keesaan Tuhan. Inilah doktrin yang paling masuk akal untuk menghindari kemusyrikan dalam bertauhid.

setelah Gamal menerangkan tentang keesaan Tuhan Gamal juga membahas isyarat-isyarat Al Qur’an tentang pluralisme. Al Qur’an adalah pondasi bagi pluralisme dalam Islam. Al Qur’an menjelaskan dan menggambarkan kepada kita tentang pluralisme dengan porsi yang besar dan dalam. Al Qur’an tidak pernah menghendaki manusia menjadi umat yang satu yang diatur oleh satu konvensi atau satu gagasan Mereka berbeda dan akan terus berbeda. Ketika Al Qur’an mengatakan kaum muslimin adalah umat yang satu, maka yang dimaksud adalah kesatuan dalam aqidah. Salah satu kaidah yang menopang pluralisme di dalam Al Qur’an adalah dalil yang menunjukkan tentang kebebasan berkeyakinan. Prinsip ini menyentuh sesuau yang sangat mendasar dalam setiap agama. Seperti dalam surat Al Baqarah ayat 256.

“Tidak ada paksaan dalam Agama. Telah jelas yang merupakan petunjuk (kebijakan) dari penimpangan.” (Qs. Al Baqarah: 256)

Banyak isyarat tentang pluralisme di dalam Al Qur’an merupakan pondasi paling penting bagi pluralisme . isyarat-isyarat itu menunjukkan adanya persepsi khusus dari Islam tentang apa yang ada dalam masyarakat manusia. Yang telah dijelaskan di atas. Selain factor-faktor primer yang menyebabkan adanya perbedaan di masyarakat yang telah disebutkan di atas ada dua factor yang paling mendukung terciptanya pluralisme dalam masyarakat Islam, yaitu petunjuk para Nabi dan godaan para setan.

Petunjuk para Nabi menjadi sumber utama bagi masyarakat ini. Dan petunjuk ini tidak mengambil bentuk tunggal dalam masyarakat akan tetapi mengambil bentuk yang plural. Dalam masyarakat Islam pluralitas pendapat dan Ijtihad menjadi keniscayaan yang tidak dapat dipungkiri. Semua tetap dalam satu dasar yang kuat, yaitu Islam itu sendiri Factor kedua Lahirnya pluralitas adalah adanya godaan setan hal itu ditegaskan dalam al Qur’an bahwa Allah memberikan kewenangan dan kekuasaan kepada setan untuk menyesatkan masnusia. Kekuasaan ini, yang masuk dalam berbagai aspek kehidupan, akan bertahan sampai kiamat.

Banyak ayat yang menjelaskan bahwa tidak ada seorang pun yang terhindar dari godaan setan
Dalam setiap pertandingan harus ada wasit yang siap menerapkan aturan permainan, dan memberikan sanksi kepada setiap pemain yang melanggar, begitu pula pluralisme, harus ada system yang mengatur di dalam pluralisme, bukan sebagai penghambat pluralisme itu sendiri melainkan harus mampu menjamin pluralisme secara praktis, bukan hanya sebagai wacana belaka.

Kesadaran Islam yang cerdas merupakan factor yang menjamin pluralisme dan menjaganya dari penyimpangan. Kesadaran Islam yang cerdas tidak pernah menutup diri dari berbagai kecendrungan yang positif obyektif. Bahkan kecenderungan itu bisa jadi akan menambah keistimewaan.

Untuk menuju sikap menerima akan pluralisme, maka kita harus mengeahui tentang etika persatuan dan perbedaan dalam Islam yang telah dijelaskan sebelumnya.

Jumat, Maret 13, 2009

(0) Comments

Mistisisme Dalam Sufistik

INDRA - POSTAR

INDRA - Mistisme dalam islam diberi nama tasawuf dan oleh kaum orientalis Barat disebut sufisme, yang mempunyai tujuan memperoleh hubungan langsung dan disadari dengan Tuhan, sehingga disadari benar bahwa seseorang berada dihadirat Tuhan. Intisarinya ialah kesadaran akan adanya komunikasi dan dialog antara roh manusia dengan Tuhan dengan mengasingkan diri dan berkotemplasi, kesadaran berada dengan Tuhan itu dapat mengambil bentuk ittihad, bersatu dengan Tuhan.

Tasawuf berasal dari kata sufi. Menurut sejarah, orang pertama yang memakai kata sufi adalah seorang Zahid bernama Abu Hasyim Al-Kufi di Irak. Adapun mengenai etimologi dari kata sufi, teori-teori berikut selalu dikemukakan, yaitu Ahl al-Saffahyaitu orang-orang yang yang ikut pindah dengan nabi dari Mekah ke Madinah, mereka tinggal di masjid nabi dan tidur diatas batu dengan memakai pelana atau suffah sebagai bantal, saf berarti pertama, sufi berarti suci, sophos kata Yunani yang berarti hikmat, dan suf yaitu kain wol yang dipakai kaum sufi. Dari lima teori diatas, teori nomor limalah yang banyak diterima sebagai asal kata sufi.

Sufisme adalah paham sufi atau paham tasawuf. Menurut Mr. G. B. J Hilerman dan Prof. Dr. P. Van De Woestijne, tasawuf atau sufisme adalah paham mistik dalam agama islam sebagainama taoisme di Tiongkok dan ajaran Yoga di India. Sedangkan menurut Dr. C. B. Van Haeringen, sufisme adalah aliran kerohanian mistik dalam agama islam.
Tasawuf adalah ilmu untuk mengetahui bagaimana cara menyucikan jiwa, menjernihkan akhlaq, membangun zahir dan batin, untuk memperoleh kebahagiaan abadi. Tasawuf pada awalnya merupakan gerakan zuhud dalam islam, dan da;lam perkembangannya melahirkan tadisi mistisme islam.

Dari uraian diatas dapat diambil pengertian tentang islam sufistik, yaitu islam yang penyampaian ajaran-ajarannya menggunakan pendekatan tasawuf atau ilmu sufi.

Latar Belakang

Teori-teori mengenai timbulnya aliran ini dalam islam berbeda-bea, diantaranya:

1) Pengaruh Kristen dengan faham menjauhi dunia dan hidup mengasingkan diri dalam biara-biara. Dikatakan bahwa Zahid dan sufi islam mninggalkan dunia, memilih hidup sederhana dan mengasingkan diri, adalah atas pengaruh cara hidup rahib-rahib Kristen ini.

2) Falsafah mistik Pythagoras yang berpendapat bahwa roh manusia bersifat kekal dan berada di dunia sebagai orang asing. Badan jasmani merupakan penjara bagi roh. Kesenangan roh yang sebenarnya ialah di alam samawi. Untuk memperoleh kesenangan ini, manusia harus membersihkan roh dngan meninggal hidup materi, yaitu zuhud, untuk selanjutnya berkontemplasi, inilah menurut pendapat sebagian orang, yang mempengaruhi timbulnya zuhud dan sufisme dalam islam.

3) Falsafah emanasi Plotinus yang mengatakan bahwa wujud ini memancar dari zat Tuhan Yang Maha Esa. Roh berasal dari Tuhan dan akan kembali kepada Tuhan. Tetapi dengan masuknya ke lam materi, roh menjadi kotor, dan untuk kembali ke tempat asalnya roh harusterlebih dahulu dibersihkan, yaitu dengan meninggalkan dunia dan mendekati Tuhan sedekat mungkin. Dikatakan pula bahwa falafat ini mempunyai pengaruh terhadap munculnya kaum zahid dan sufi dalam islam.

4) Ajaran Budha dengan paham nirwananya, untuk mencapai nirwana, orang harus meninggalkan dunia dan memasuki hidup kontemplasi. Faham fana yang tdapat dalam sufisme hampir serupa dengan faham nirwana.

5) Ajaran-ajaran Hinduisme yang juga mendorong manusia untuk meninggalkan dunia dan mendekati Tuhan untuk mencapai persatuan Atman dan Brahmana.

Beberapa faham dan ajaran inilah yang menurut teorinya mempengaruhi timbul dan munculnya sufisme dikalangan umat islam. Namun benar tidaknya teori ini kurang dapat dibuktikan. Tetapi, dengan atau tanpa pengaruh dari luar, sufisme basi timbul dalam islam.

Ini dapat dibuktikan dengan danya ayat-ayat dan hadis yang mengatakan bahwa manusia dekat sekal dengan Tuhan. Yakni dalam surat al-Baqarah ayat186 yang artinya “jika hambaKu bertanya kepadamu tentang diriKu, maka Aku dekat dan mengabulkan seruan yang memanggil jika jika Aku dipanggil” dan ayat 115 “timur dan barat adalah kepuyaan Tuhan, kemana saja kamu berpaling disitu ada wajah Tuhan”, surat Qaf ayat 16 “elah kami ciptakan manusia dan kami tahu apa yang dibisikkan dirinya kepadaya. Kami lebih dekat kepada manusia daripada pembuluh darah yang ada dilehernya., dan surat al-Anfal ayat 17 “ bukanlah kamu tetapi Allahlah yang membunuh mereka, dan bukanlah engkau yang melontarkan ketika engkau melontar, tetapi Allahlah yang melontar. Arti dri hadis-hadis tersebut yaitu, yang pertama “orang mengetahui dirinya, itulah orang yang mengetahui”. Yang kedua yaitu “aku padamulanya adalah harta yang tersembunyi, kemudian Aku ingin kenal, maka Ku ciptakanlah makhluk dan melalui Aku merekapun kenal padaKu”.

Terlepas dari kemungkinan ada atau tidaknya pengaruh dari luar, arti ayat-ayat dan hadis-hadis diatas dapat membawa kepada timbulnya aliran sufi dalam islam.

Selain itu sufisme diprkirakan muncul pada abad I H. ia lahir sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap berbagai praktek yang sudah sangat menyimpang di masyarakat, terutama yang dilakukan oleh para penguasa di masa itu. Sufisme lahir sebagai bentuk kepedulian terhadap otentitas dan orisinilitas doktrin-doktrin islam. Tidak heran jika kemudian sufi, terutama yang ada di masa awal itu, diwatak hidup mulia, waak hidup yang tidak mencerinkan keangkuhan para penguaa dan kesombongan para penganut kehidupan hedonis. Sufisme muncul seiring kebangkitan pembaharuan yang semakin menguat dikalangan muslimpuritan, yang begitu bersemangan untuk mengembalikan pesan otentik dan suci dari wahyu kenabian.

Kemudian, dengan adanya peradaban yang akhir-akhir ini tengah memasuki masa-masa krisi bagi kualitas nilai kemanusiaan. Nilai-nilai kemanusiaan telah banyak diabdikan dan dikorbankan oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, yang dianggap lebih objektif ketimbang agama dan kepercayaaan. Manusia seperti terhipnotis oleh atmosfer modernitas sehingga pola hidup manusia menjadi serba dilayani perangkat teknologi yang serba canggih dan otomtis, yang paa gilirannya akan membuat manusia lengah dan tidak menyadari bahwa dimensi spiritualnya terditorsi. Yang pada akhirnya menimbulkan kebangkitan spiritualitas.

Kebangkitan spiritualitas itu terjadi dimana-man, baik di Barat maupun di Dunia islam. Di dunia Barat, ditandai dengan semakin merebaknya gerakan fundamentalisme agama dan kerohanian. Sementara dikalangan umat islam ditandai dengan berbagai artikulasi keagamaan seperti fundamentalisme islam, selain bentuk artikulasi esoteric seperti menggejalanya gerakan sufisme dan tarekat.

Tasawuf (mistik, sufi, olah spiritual) berperan besar dalam menentukan arah dan dinamika kehidupan masyarakat. Keterkaitan manusia modern kepada dunia spiritual, pada intinya ingin mencari keseimbangan baru dalam hidup. Mengisi hidup dan kehidupan dengan visi dan artikulasi sufistik, akan menjadi penawar krisis spiritualitas dewasa ini.



Sumber :

Harun Nasution, Falsafah dan Mistisisme dalam Islam, (Jakarta: Bulan Bintang, 1983),Cet.III, h. 56

Wikipedi Indonesia,”Ensiklopedia Bebas Berbahasa Indonesia”

Elizabeth Sirriyeh, Sufi dan Anti-sufi, Terj.dari Sufis and Anti-sufis, (Yogyakarta: Pustaka Sufi, 2003), Cet.I, h.xi

Muhammad Solihin, Melacak pemikiran Tasawuf di Nusantara, (Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada, 2005), h.1-8

Jumlah Pengunjung Berbagai Negara

Indra's Blog Visitor

Sponsored Links