Terbaru
Jumat, Maret 13, 2009
Faktor Yang Membuat Muhammadiyah Dapat Bertahan
INDRA - POSTAR
INDRA - Faktor Yang Membuat Muhammadiyah Dapat Bertahan
1) Dalam Muhammadiyah terdapat tradisi untuk melakukan pemikiran pembaharuan, sehingga kehidupan Muhammadiyah selalu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman dan dapat diterima oleh masyarakat luas.
1) Dalam Muhammadiyah terdapat tradisi untuk melakukan pemikiran pembaharuan, sehingga kehidupan Muhammadiyah selalu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman dan dapat diterima oleh masyarakat luas.
2) Di dalam Muhammadiyah terdapat aspek usaha untuk menwujudkan cita – cita dengan kenyataan yang perlu ditemukan, menjadikan Muhammadiyah selalu berupaya mengembangkan pemikirannya.
3) Pengaruh perubahan tuntutan zaman atas amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan.
4) Alat kelembagaan yang diciptakan untuk mengarah kepada perubahan – perubahan di berbagai sector , terutama sector pendidikan. Alat kelembagaan Muhammadiyah dapat dikatakan rapi. Muhammadiyah sangat memperhatiakan sekali aspek pendidikan, Muhammadiyah pun menyiapkan para kadernya untuk dapat menghadapi kemajuan – kemajuan yang nanti akan datang, dari berbagai sistem pendidikan , muhammadiyah sendiri melakuakn perubahan fundamental dalam tujuan dan penyelenggaraan pengajaran.
5) Sikap modernitas.
Muhammadiyah terkenal dengan sikap modernnya yang menjadikan Muhammadiyah dapat menarik simpati dan perhatian dari masyarakat golongan elit juga para intelektual muda.
Referensi :
MT Arifin. Gagasan Pembaharuan Muhammadiyah. Pustaka Jaya,Jakarta . h 258
3) Pengaruh perubahan tuntutan zaman atas amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan.
4) Alat kelembagaan yang diciptakan untuk mengarah kepada perubahan – perubahan di berbagai sector , terutama sector pendidikan. Alat kelembagaan Muhammadiyah dapat dikatakan rapi. Muhammadiyah sangat memperhatiakan sekali aspek pendidikan, Muhammadiyah pun menyiapkan para kadernya untuk dapat menghadapi kemajuan – kemajuan yang nanti akan datang, dari berbagai sistem pendidikan , muhammadiyah sendiri melakuakn perubahan fundamental dalam tujuan dan penyelenggaraan pengajaran.
5) Sikap modernitas.
Muhammadiyah terkenal dengan sikap modernnya yang menjadikan Muhammadiyah dapat menarik simpati dan perhatian dari masyarakat golongan elit juga para intelektual muda.
Referensi :
MT Arifin. Gagasan Pembaharuan Muhammadiyah. Pustaka Jaya,Jakarta . h 258
Jumat, Maret 13, 2009
KH Ahmad Dahlan dan Hasyim Ashari Mempunyai Guru Yang Sama
INDRA - POSTAR
INDRA - Mengapa Pemikiran mereka berbeda ?
KH Ahmad Dahlan beberapa kali pergi ke Makkah untuk menunaikan haji serta belajar dan pada ibada haji yang kesekian kali setelah tahun 1980, KH Ahmad Dahlan memutuskan untuk bermukim di Makkah untuk memperdalam berbagai ilmu dengan beberapa ulama, dan pada suatu hari , suatu tukar pikiran yang akan melahirkan sikap pemikiran pembaharuan modernisme islam sebagai protes cultural terhadap pelaksanaan keagaam korservatif dan sinkretisme di Jawa nantinya, adalah tukar pikirannya Dahlan dengan Muhammad Rasyid Ridha ( seorang tokoh modernisme Islam di Mesir ). Dari Dialg ini Dahlan kemudioan terdorong untuk mmeperdalam pemikiran keagamaan Ibnu Taimiyah dan Muhammad Abduh yang dipublikasikan oleh majalah Al Urwatul Wutsqa dan Al Manar.
Pemikiran keagamaan tokoh modernis ini bersesuaian dengan pandangan dan pemikiran Dahlan yang berkeinginanmelakukan perbaikan kehidupan keagamaan masyarakat Jawa sesuai dengan pemahaman yang benar. Pandangan – pandangan para modernis Islam itu terutama menitikberatkan pada pemurnian Tauhid ( peng – Esaan Alloh ) melalui suatu pemikiran dan penelitian yang didasarkan atas epistimologi sehingga tidak beriamn secara taqlid ( secara membabi buta percaya pada keterangan seseoarang tanpa mengetahui landasannya ).
Hal ini amat sesuai dengan pola pemikiran Dahlan yang akhirnya Ahmad Dahlan berbeda dengan KH Hasyim Ashari yang notabenenya lebih dekat kepada konsep muslim tradisional , pola pemikiran Tradisioanal dan lebih kepada hal cultural dalam menjalankan Kehidupan Islam. Dan juga kebanyakan hasil dari pemikiran KH Hasyim Ashari beredar di kalangan kaum Muslim yang trasisional.
Referensi :
MT Arifin. Gagasan Pembaharuan Muhammadiyah. Pustaka Jaya,Jakarta . h 103
KH Ahmad Dahlan beberapa kali pergi ke Makkah untuk menunaikan haji serta belajar dan pada ibada haji yang kesekian kali setelah tahun 1980, KH Ahmad Dahlan memutuskan untuk bermukim di Makkah untuk memperdalam berbagai ilmu dengan beberapa ulama, dan pada suatu hari , suatu tukar pikiran yang akan melahirkan sikap pemikiran pembaharuan modernisme islam sebagai protes cultural terhadap pelaksanaan keagaam korservatif dan sinkretisme di Jawa nantinya, adalah tukar pikirannya Dahlan dengan Muhammad Rasyid Ridha ( seorang tokoh modernisme Islam di Mesir ). Dari Dialg ini Dahlan kemudioan terdorong untuk mmeperdalam pemikiran keagamaan Ibnu Taimiyah dan Muhammad Abduh yang dipublikasikan oleh majalah Al Urwatul Wutsqa dan Al Manar.
Pemikiran keagamaan tokoh modernis ini bersesuaian dengan pandangan dan pemikiran Dahlan yang berkeinginanmelakukan perbaikan kehidupan keagamaan masyarakat Jawa sesuai dengan pemahaman yang benar. Pandangan – pandangan para modernis Islam itu terutama menitikberatkan pada pemurnian Tauhid ( peng – Esaan Alloh ) melalui suatu pemikiran dan penelitian yang didasarkan atas epistimologi sehingga tidak beriamn secara taqlid ( secara membabi buta percaya pada keterangan seseoarang tanpa mengetahui landasannya ).
Hal ini amat sesuai dengan pola pemikiran Dahlan yang akhirnya Ahmad Dahlan berbeda dengan KH Hasyim Ashari yang notabenenya lebih dekat kepada konsep muslim tradisional , pola pemikiran Tradisioanal dan lebih kepada hal cultural dalam menjalankan Kehidupan Islam. Dan juga kebanyakan hasil dari pemikiran KH Hasyim Ashari beredar di kalangan kaum Muslim yang trasisional.
Referensi :
MT Arifin. Gagasan Pembaharuan Muhammadiyah. Pustaka Jaya,Jakarta . h 103
Jumat, Maret 13, 2009
Perang Paderi Dianggap Sebagai Pembaharuan Islam di Sumatra
INDRA - POSTAR
INDRA - Perang paderi dianggap sebagai pembaharuan Islam di karena tujuan dari perang paderi adalah memiliki kekuasaan yang kuat dan dengan memiliki kekuatan atas kekuasaan kaum ulama dapat menguatakan ajaran Islam yang telah banyak ditinggalkan. Kondisi pada saat itu daerah Minangkabau jauh dari apa yang Isalam ajarkan dsan syariatkan oleh agama Islam .
Gerakan paderi sendiri Gerakan paderi dipelopori oleh para ulama ( yang paling dikenal adalah Tuanku Imam Bonjol Dan Datuk bendaharo ), mereka (para ulama) mencoba untuk melaksanakan aap yang telah disyariatkan oleh Islam , akan tetapi Golongan adat yang memiliki sifat karakteristik tradisional tidak mau meninggalkan adat istiadat lama walaupun itu bertentangan dengan Islam. Dan juga kaum adapt merasa bahwa kaum ulama telah ingkar kepada adat dan menginginkan penghancuran terhadap adapt yang telah lama ada serta sudah berakar.
Perang paderi sendiri terjadi dikarenakan tidak ada jalan keluar lagi yang bisa dilakukan oleh kaum paderi apalagi kaum adapt semakin gencar saja untuk menghentikan usaha kaum paderi untuk membenahi akhlaq masyarakat Pertempuan terjadi dan dimenangkan oleh kaum paderi, dan dengan kemenangannya itu kaum paderi memiliki kekuasaan yang lebih kuat dari sebelumnya. Dengan kekuasaan tersebut kaum paderi mencoba untuk meluruskan kehidupan Islami yang ada di Minangkabau, contohnya dengan mengeluarkan suatu undang – undang yang melarang hal – hal yang dapat melanggar hukum Islam untuk dikerjakan sehingga ajaran Islam dapat mewarnai kehidupan masyarakat.
Imlipkasinya pada saat ini
· Sumatra barat dikenal sebagai daerah yang kental dengan kehidupan masyarakat yang islami.
· Sumatra barat menjadi provinsi yang memiliki aturan syariat Islam ( pem prov )
· Penghormatan terhadap ulama lebih besar dari pada kepada kaum atau petinggi adat
· Sumatra Barat memiliki Motto/ Semboyan dengan memasukan kata “ Kitabullah “ (yang berarti syariat Islam )
Referensi :
Burhanuddin daya, gerakan pembaharuan pemikiran Islam Kasus Sumatra Thawalib,tiara wacana, yogyakarta h 50
M. Syamsul As..ulama pembawa Islam di Indonesia dan sekitar, PT Lentera: Jakarta 1999, h 170
Gerakan paderi sendiri Gerakan paderi dipelopori oleh para ulama ( yang paling dikenal adalah Tuanku Imam Bonjol Dan Datuk bendaharo ), mereka (para ulama) mencoba untuk melaksanakan aap yang telah disyariatkan oleh Islam , akan tetapi Golongan adat yang memiliki sifat karakteristik tradisional tidak mau meninggalkan adat istiadat lama walaupun itu bertentangan dengan Islam. Dan juga kaum adapt merasa bahwa kaum ulama telah ingkar kepada adat dan menginginkan penghancuran terhadap adapt yang telah lama ada serta sudah berakar.
Perang paderi sendiri terjadi dikarenakan tidak ada jalan keluar lagi yang bisa dilakukan oleh kaum paderi apalagi kaum adapt semakin gencar saja untuk menghentikan usaha kaum paderi untuk membenahi akhlaq masyarakat Pertempuan terjadi dan dimenangkan oleh kaum paderi, dan dengan kemenangannya itu kaum paderi memiliki kekuasaan yang lebih kuat dari sebelumnya. Dengan kekuasaan tersebut kaum paderi mencoba untuk meluruskan kehidupan Islami yang ada di Minangkabau, contohnya dengan mengeluarkan suatu undang – undang yang melarang hal – hal yang dapat melanggar hukum Islam untuk dikerjakan sehingga ajaran Islam dapat mewarnai kehidupan masyarakat.
Imlipkasinya pada saat ini
· Sumatra barat dikenal sebagai daerah yang kental dengan kehidupan masyarakat yang islami.
· Sumatra barat menjadi provinsi yang memiliki aturan syariat Islam ( pem prov )
· Penghormatan terhadap ulama lebih besar dari pada kepada kaum atau petinggi adat
· Sumatra Barat memiliki Motto/ Semboyan dengan memasukan kata “ Kitabullah “ (yang berarti syariat Islam )
Referensi :
Burhanuddin daya, gerakan pembaharuan pemikiran Islam Kasus Sumatra Thawalib,tiara wacana, yogyakarta h 50
M. Syamsul As..ulama pembawa Islam di Indonesia dan sekitar, PT Lentera: Jakarta 1999, h 170