Terbaru

Kamis, April 09, 2009

(55) Comments

Rambutku Gondrong Lagi, Masalah Bermunculan

INDRA - Kalau ditanya masalah kepribadian, benarkah kepribadian orang itu dilihat dari penampilan?. Pada umumnya mungkin seperti itu, menurut pengalamanku beberapa lama ini banyak orang yang menilai kepribadian seseorang dilihat dari penampilannya saja.

Contoh, orang yang memakai celana jeansyang bolong-bolong pada bagian lututnya dianggapsebagai orang yang nggak bener, orang yang berambut gimbal dengan dandanan urakan dianggap sebagai orang yang nggak punya masa depan. Dan orang yang memakai baju compang-camping ketawa-ketawa sendiri dan ngomong sendiri dianggap sebagai orang gila (untuk yang satu ini kayaknya bener).

Penilaian itu memang tidak dirancang dan direncanakan, akan tetapi ternyata dilingkungan masyarakat ada hukum-hukum yang tidak tersurat dalam peraturan tetapi tersirat dalam kehidupan sosial. Sehingga semua orang sepakatbahwa orang yang melanggar hukum masyarakat yang tersirat tersebut memunculkan stigma-stigma lain di masyarakat.

Harus kita akui bahwa dalam kehidupan sosial kita masih ada hal-hal yang bisa di terima dan tidak oleh masyarakat. Dulu pertama kali kuliah rambut saya panjangnya hampir se-pundak, sebagian orang yang kenal dengan saya ada yang mengatakan bagus, gaul, seniman, musisi dan banyak lagi.

Tetapi ketika pulang kerumah, saya tidak di perbolehkan pulang sebelum rambut saya dipotong rapih, ketika kuliah hampir 7 kali saya di usir dosen karena rambut saya yang panjang, ketika mengajar musik di sekolah saya di panggil kepsek untuk merapihkan rambut saya dan ketika berhadapan dengan pacar, diapun begitu, tidak mau berpacaran dengan orang gondrong, karena kesan yang diberikan adalah:

- Bukan orang bener
- Kucel, kumel
- Nggak sopan
- Tidak seperti orang yang berpendidikan

Dan akhirnya saya potong rambut saya dengan rapih di salon "mang ujang" sebuah salon yang plus refleksi pijat tapimurah. Setelah rambut saya rapih, tak ada satuorang pun yang berkomentar jelek. semua bilang "nah ... begitu dong .. kan rapih keliatannya .seperti orang bener". Waduh,... memang susah merubah paradigma sosial yang sudah terlampau jauh seperti ini.

Tetapi harus diingat, ternyata di lingkungan masyarakt kita ada hukum yang memang tidak tertulis seperti yang sudah saya contohkan. Padahal kan tidak ada undang-undangnya dilarang gondrong. Gondrong, botak, berkumis, berjenggot, gimbal, celana bolong-bolong, rapih,berantakan, selengean, urakan itu merupakan hakkita. Namun jika kita tidak menghiraukan konteks sosial, maka akibatnya akan terdiskriminasi karena setiap daerah dan lingkungan mempunyai hukum masyarakat yang berbeda-beda.

Sekarang rambut saya sedikit gondrong lagi walaupun sayang, tetapi dengan sangat terpaksa saya harus memotong rambut saya lagi karena minggu depan saya disuruh pulang ke rumah. Dan demikelancaran kuliah saya, saya harus ikuti peraturan yang ada. Karena saya rasa sudah cukup dari dulu saya melawan stigma itu. tetapi ukum sosial memang luar biasa.

Mudah-mudahan ada manfaatnya, thanks...!!!

Selasa, April 07, 2009

(25) Comments

Upin Dan Ipin Kartun Yang Mendidik

INDRA - Pertama kali melihat kartun upin dan ipin saya benar-benar tertarik dan begitu mempesona. Kartun Malaysia itu benar-benar berkualitas, selain dari gambarnya yang tiga dimensi, kartun itu juga sangat mendidik. Tak seperti kartun-kartun Jepang atau yang lainnya, kartun Upin dan Ipin ini mengisahkan kehidupan sehari-hari layaknya kehidupan anak-anak yang ada di malaysia.

Disamping itu, saya juga merasa sedih dan gereget, melihat kartun yang dibuat oleh orang-orang negeri tetangga itu. Sedihnya, mengapa kita orang Indonesia tidak bisa seperti itu. Acara kartun yang adadi negara kita paling didatangkan dari Jepang dan negara luar lainnya dan dari segi pendidikannya pun kurang berbobot.

Bagaimanapun kita harus akui bahwa negara tetangga yang pernah belajar di negara kita itu mulai maju dan bisa memproduksi karya-karya yang kreatif, inovatif dan edukatif. Saya pun yakin, kita bukan tidak bisa seperti mereka, kita pasti bisa jika dilihat dari SDM yang sudah ada. Hanya saja menurut saya kita harus merubah pemahaman komersialisme dunia pertelevisian. Yang terkadang hanya mempedulikan ratingnya saja dibandingkan dengan kualitas isinya. Sehingga lupa akan dampak yang didapat oleh anak-anak yang menonton jika tontonannya kurang mendidik.

Saya sempat membayangkan, jika saya mahir dalam disain grafis dan bisa membuat kartun saya ingin sekali menyampaikan pesan pendidikan di film yang saya buat. Karena animasi tiga dimensi yang dibuat orang malaysia itu sungguh menakjubkan dan penuh dengan pesan-pesan yang edukatif.

Ngomong-ngomong, dah lihat kartunnya blum ? Kalau belum silahkan lihat diBawah ini.

Thanks.


Minggu, April 05, 2009

(4) Comments

Teman Lama Jadi Maling, Aku Jadi Sial

INDRA - Kejadian ini tidak akan pernah saya lupakan, betapa tidak saya hampir saja di pukulin oleh para pedagang di pasar. Setelah lulus sekolah, saya pergi ke jakarta untuk melanjutkan pendidikan. Pulang ke sukabumi paling 1-2 bulan sekali dan kadang tidak tentu .

Waktu itu saya pulang 2 hari menjelang lebaran dan saya coba hubungi kawan-kawan lama saya untuk bertemu dan berbagi cerita. Kebetulan waktu itu teman yang bisa saya ajak jalan hanya ada 1 orang sebut saja namanya hendra. Dan akhirnya kami menuju basecamp dimana kawan-kawan lamaku nongkrong.

Di pasar, hendra mendekati sebuah toko elektronik. Dan ternyata katanya ingin melihat harga Discman, kami pun melihat satu persatu barang-barang dan harganya. Ketika sedang asyik melihat-lihat, dari belakang punggungku dikagetkan oleh kawan lama kami juga yang namanya sebut saja Wagiman. Akhirnya kami asyik mengobrol di dalam toko, walaupun sesekali si Ngko' dan si N'ci yang punya tokok terlihat kesal.

Gambar diatas hanya ilustrasi (diperagakan Model) untuk menghidupkan cerita. Silahkan tentukan sendiri tokoh yang pantas menjadi wagiman, saya dan hendra.

Setelah lima menit mengobrol akhirnya hendra mengajak kami untuk ke bascamp. Dan ketika kami keluar dari toko elektronik tersebut, si Ngko' yang punya toko tersebut berteriak-teriak maling. "Woi.. maling... maling .... " begitu si Ngko' berteriak. Setelah saya lihat, dia menunjuk kami bertiga sebagai "maling". Kontan saya langsung kaget dan bingung. Waktu itu semua pedagang dan satpam setempat meringkus kami. Saya semakin heran dan rasanya malu di lihat orang banyak. Kawan saya hendra di pukul kepalanya dari belakang.

Rasa takut saya waktu itu benar-benar memuncak sampai-sampai saya harusn gumpet atau bersembunyi di bawah meja tukang bakso. Dan satpam lah yang menyelamatkan kami bertiga.

Kami dibawa ke kantor satpam dan di introgasi. Dan ternyata ..... ech... ternyata ... kawan saya yang bernama Wagiman setelah di periksa dia terbukti mencuri Discman yang dia masukan kedalam tas-nya.

Melihat hal itu hendra dan saya terpancing emosi karena kita telah dirugikan oleh si Wagiman tadi. Hendra pun memukul wagiman. Dan satpam membiarkan kami memukuli si wagiman dan malah tertawa-tawa.

Kemudian satpam itu bilang, " Kalian jangan bersandiwara disini dech ... , saya tahu kalian itu bekerja sama"

"Oh...... No...!!!" Saya tambah sakit hati ketika satpam berkata begitu. Sungguh sial bertemu dengan si wagiman itu, akhirnya kami jelaskan dan yakinkan kepada satpam tersebut. tentang cerita yang sebenarnya. Saya dan hendra di lepaskan dari pos satpam, dan wagiman dibawa ke kantor polisi.

Melihat kejadian itu 2 perasaan muncul di hati saya, kasihan pada wagiman dan kesal pada kelakuan wagiman. Jika seperti itu, masihkah wagiman saya anggap kawan saya ? jawabannya mungkin masih dengan wagiman yang baik bukan wagiman si maling.

Kalau di ingat lagi jadi lucu, ya.. setelah sekian lama berpisah dengan kawan-kawan lama ternyatamasing-masing mempunyai profesi yang berbeda-beda. Ada yang jadi preman, maling, copet, kerja di MLM, PNS, pedagang, Polisi, TNI, Ustadz, bahkan ada yang mencalonkan diri menjadi CALEG dan banyak lagi profesi lain nya....

Sebetulnya, menjadi apapun mereka. Tetapmasih kawan kita. Selama tidak merugikan kita dan orang lain...

Mudah-mudahan ada hikmahnya cerita saya ini.Pesan saya : "Mencari teman baru tidak mesti melupakan yang lama, Jalin komunikasi dengan baik "
Thanks.

Jumlah Pengunjung Berbagai Negara

Indra's Blog Visitor
Profil Facebook Stif Blass

Sponsored Links