Terbaru
Kamis, Oktober 13, 2011
Kangen Pisan euy...
INDRA - POSTAR
INDRA - Sampai sekarang masih aja belum bisa untuk menyempatkan waktu buat ng-blog lagi seperti yang dulu. Kalau dulu mungkin bisa dibilang banyak banget yang ditulis dalam waktu seminggu, tapi sekarang belum juga muncul ide yang akan ditulis itu apa.
Akhirnya saya memutuskan untuk menulis apapun yang bisa saya tulis biar mengalir seperti air. Padahal udah lama juga lho gak ng-blog dan kangen pisan sama ngeblog. Mudah-mudahan kedepannya selalu sempat untuk menuangkan tulisan untuk berbagi kepada siapapun yang membacanya.
Selasa, Januari 25, 2011
INDRA - Sekedar berbagi untuk yang belum mengetahui cara mengisi KRS pada Sistem Aplikasi baru yang sedang dikembangkan oleh Tim Puskom UIN Syasrif Hidayatullah Jakarta, berikut cara-cara-nya* :
- Kunjungi http://ais.uinjkt.ac.id
- Login menggunakan Username dan Password anda
- Pilih menu kolom Mahasiswa lalu pilih Isi KRS, selanjutnya
- Pilih tahun akademik dan semester yang sesuai dengan meng-Klik tanda + disebelah kiri
- Klik tombol Rubah Perkuliahan untuk mengisi KRS, lalu Isi KRS sesuai dengan matakuliah yang akan di ambil.
- Simpan dengan mengklik tombol SIMPAN kemudian Cetak
- Setelah selesai klik Keluar Aplikasi
- Selesai dech..
Selanjutnya untuk kelengkapan database, anda diwajibkan untuk mengisi biodata lengkap dengan cara :
- Kunjungi http://ais.uinjkt.ac.id
- Login menggunakan Username dan Password anda
- Pilih Biodata Mahasiswa
- Isi Biodata anda selengkap-lengkapnya termasuk Email karena untuk pemulihan kata sandi (password)
- Jika telah selesai lalu Klik Keluar Aplikasi
Untuk Lihat Videonya silahkan lihat video d bawah ini:
*) Dikutip dari http://puskom.uinjkt.ac.id
*) Dikutip dari http://puskom.uinjkt.ac.id
Sabtu, Juli 31, 2010
Kumis Untuk Motivasi Skripsi (Lika-Liku Kuliah)
INDRA - POSTAR

INDRA - Sering dengerkan kata Motivasi ? nah, salah satu yang unik bagi saya adalah saat kumis menjadi motivasi untuk menyelesaikan skripsi, hehe... terdengar aneh ya..? Banyak orang menggunakan berbagai cara untuk membangkitkan semangatnya kembali untuk menyelesaikan target yang akan dicapai. akan tetapi terkadang saat semangat itu kendor maka waktu akan menjadi sangat sia-sia. Mungkin ini salah satu yang patut anda coba, khususnya untuk mahasiswa mapala (mahasiswa paling lama) yang menurut survey banyak mahasiswa yang telat lulusnya gara-gara tugas akhir yaitu mengerjakan skripsi.
Padahal yang namanya skripsi, kalau dikerjakan secara rutin dan kontinu bisa selesai dalam waktu minimal 2 bulan (percaya gak?) tetapi bukan skripsi namanya kalau dalam pengerjaannya tidak banyak tantangan. Diantaranya, saat kita sudah mengajukan judul skripsi dan ditunjuk dosen pembimbing untuk kita, maka bersegeralah melakukan bimbingan apapun kondisi kita, pada kenyataannya saat semangat itu muncul tantangan pun muncul dengan sulitnya menemui dosen pembimbing, revisi yang sangat banyak, dan banyak lagi.
Semua tantangan itu dapat mengendorkan semangat kita untuk menunda pengerkaan skripsi sampai semangat kita muncul. Padahal tantangan yang sama pun akan muncul berbarengan dengan munculnya semangat. Sehingga ini lah yang dapat memperpanjang waktu kuliah kita sampai 10, 11,12, 13,14,15,16,17,18,19, bahkan saya punya teman yang sampai 20 semester baru dia bisa lulus. Luarbiasa bukan? itu baru namanya Mahasiswa BERMUTU (Bermuka Tua) (bisa tua di kampus) heheh...
Belum lagi tekanan keluarga yang menuntut kita untuk lulus cepat, yang akhirnya kita merasa sudah terlalu membebankan mereka. Ujung-ujungnya kita usaha sendiri untuk membayar semester tambahan akibat kemalasan dan kelalaian kita saat kuliah, jika tidak dapat membagi waktu, kerja pun dapat menjadi tantangan terbesar dalam menentukan kelulusan kita dan berujung pada 2 pilihan yaitu, Kuliah Selesai atau DO (Drop Out). Gmn tuch...?

Sekedar berbagi pengalaman, saya kuliah sampai 12 semester alias 6 tahun pas. Tantangan seperti mahasiswa pada umumnya juga saya alami. akan tetapi saya punya cara lain untuk membangkitkan semangat menyelesaikan skripsi, yaitu dengan berjanji pada diri sendiri. Coba anda tekadkan dalam hati untuk berjanji (nadzar). Waktu itu saya punya janji tidak akan mencukur sehelai bulu kumis saya jika belum sidang skripsi. Bayangkan jika saya menyelesaikan skripsi dalam waktu 3 tahun dan saya tidak mengingkari janji saya maka jadi lah saya Pak Raden atau DenBagus sekali pun.

Semakin lama janji itu berjalan, semakin cepat pula saya untuk terus menyelesaikan skripsi. Ketika semangat menurun, saya langsung bercermin dan melihat Kumis saya yang sudah mulai menebal sedikit demi sedikit. Banyak teman dan sahabat menyarankan untuk mencukur kumis saya, tapi buat saya itu sama saja mereka menyuruh saya untuk menyelesaikan skripsi saya.
Semakin banyak candaan, ejekan dan guyonan terhadap saya seperti, Pak Kumis, Pak RT, Pak Raden dan malahan ada yang menyagka kalau saya sudah seperti orang yang sudah punya anak 4. Harus saya akui memang saat kumis mulai menebal, saya terlihat sangat Tua.
Dan disitulah semangat saya bangkt, bangkit dan terus bangkit seiring berjalannya nadzar atau janji saya. Sampai dosen saya pun menyarankan untuk mencukur kumis saya dan saya hanya meng-iya-kan saja. Sampai setelah skripsi saya di sahkan oleh dosen pembimbing saya kumis saya sudah lumayan TUEBBALLL.
Dan akhirnya waktu sidang skripsi pun tiba. saya berpakaian kemeja berdasi dan mengenakan jas hitam dengan kumis BaplanG yang menjadi senjata dan kenangan terakhir saya. karena setelah sidang skripsi saya harus mencukurnya hingga bersih. Sidang pun berjalan lancar dan Alhamdulillah saya dinyatakan lulus dengan yudisium Amat baik.
Keesokan Harinya Kumis saya sudah Bersih, wajah cerah dan siap untuk mengikuti acara wisuda. Akan tetapi dari cerita yang saya utarakan memang tidak sedikit tantangan yang lain datang. Tapi intinya, yang namanya Kuliah dimanapun hambatannya, Diri kita lah yang menentukan, apakah kita mau betul-betul lulus atau hanya menyia-nyiakan waktu dan menunda-nunda hingga entah sampai kapan.
Mudah-mudahan menjadi bahan motivasi dan bermanfaat....!!!
Padahal yang namanya skripsi, kalau dikerjakan secara rutin dan kontinu bisa selesai dalam waktu minimal 2 bulan (percaya gak?) tetapi bukan skripsi namanya kalau dalam pengerjaannya tidak banyak tantangan. Diantaranya, saat kita sudah mengajukan judul skripsi dan ditunjuk dosen pembimbing untuk kita, maka bersegeralah melakukan bimbingan apapun kondisi kita, pada kenyataannya saat semangat itu muncul tantangan pun muncul dengan sulitnya menemui dosen pembimbing, revisi yang sangat banyak, dan banyak lagi.
Semua tantangan itu dapat mengendorkan semangat kita untuk menunda pengerkaan skripsi sampai semangat kita muncul. Padahal tantangan yang sama pun akan muncul berbarengan dengan munculnya semangat. Sehingga ini lah yang dapat memperpanjang waktu kuliah kita sampai 10, 11,12, 13,14,15,16,17,18,19, bahkan saya punya teman yang sampai 20 semester baru dia bisa lulus. Luarbiasa bukan? itu baru namanya Mahasiswa BERMUTU (Bermuka Tua) (bisa tua di kampus) heheh...

Belum lagi tekanan keluarga yang menuntut kita untuk lulus cepat, yang akhirnya kita merasa sudah terlalu membebankan mereka. Ujung-ujungnya kita usaha sendiri untuk membayar semester tambahan akibat kemalasan dan kelalaian kita saat kuliah, jika tidak dapat membagi waktu, kerja pun dapat menjadi tantangan terbesar dalam menentukan kelulusan kita dan berujung pada 2 pilihan yaitu, Kuliah Selesai atau DO (Drop Out). Gmn tuch...?
Sekedar berbagi pengalaman, saya kuliah sampai 12 semester alias 6 tahun pas. Tantangan seperti mahasiswa pada umumnya juga saya alami. akan tetapi saya punya cara lain untuk membangkitkan semangat menyelesaikan skripsi, yaitu dengan berjanji pada diri sendiri. Coba anda tekadkan dalam hati untuk berjanji (nadzar). Waktu itu saya punya janji tidak akan mencukur sehelai bulu kumis saya jika belum sidang skripsi. Bayangkan jika saya menyelesaikan skripsi dalam waktu 3 tahun dan saya tidak mengingkari janji saya maka jadi lah saya Pak Raden atau DenBagus sekali pun.

Semakin lama janji itu berjalan, semakin cepat pula saya untuk terus menyelesaikan skripsi. Ketika semangat menurun, saya langsung bercermin dan melihat Kumis saya yang sudah mulai menebal sedikit demi sedikit. Banyak teman dan sahabat menyarankan untuk mencukur kumis saya, tapi buat saya itu sama saja mereka menyuruh saya untuk menyelesaikan skripsi saya.
Semakin banyak candaan, ejekan dan guyonan terhadap saya seperti, Pak Kumis, Pak RT, Pak Raden dan malahan ada yang menyagka kalau saya sudah seperti orang yang sudah punya anak 4. Harus saya akui memang saat kumis mulai menebal, saya terlihat sangat Tua.
Dan disitulah semangat saya bangkt, bangkit dan terus bangkit seiring berjalannya nadzar atau janji saya. Sampai dosen saya pun menyarankan untuk mencukur kumis saya dan saya hanya meng-iya-kan saja. Sampai setelah skripsi saya di sahkan oleh dosen pembimbing saya kumis saya sudah lumayan TUEBBALLL.
Dan akhirnya waktu sidang skripsi pun tiba. saya berpakaian kemeja berdasi dan mengenakan jas hitam dengan kumis BaplanG yang menjadi senjata dan kenangan terakhir saya. karena setelah sidang skripsi saya harus mencukurnya hingga bersih. Sidang pun berjalan lancar dan Alhamdulillah saya dinyatakan lulus dengan yudisium Amat baik.
Keesokan Harinya Kumis saya sudah Bersih, wajah cerah dan siap untuk mengikuti acara wisuda. Akan tetapi dari cerita yang saya utarakan memang tidak sedikit tantangan yang lain datang. Tapi intinya, yang namanya Kuliah dimanapun hambatannya, Diri kita lah yang menentukan, apakah kita mau betul-betul lulus atau hanya menyia-nyiakan waktu dan menunda-nunda hingga entah sampai kapan.
Mudah-mudahan menjadi bahan motivasi dan bermanfaat....!!!