Terbaru

Sabtu, Desember 06, 2008

(0) Comments

Idealis Vs Komersil Dalam Bermusik

INDRA - Bermusik disini gue lebih menyoroti kepada nge-band. Dalam membentuk sebuah band biasanya mempunyai mempunyai angan-angan yang jauh dari usahanya sekarang, misal ingin lagunya tenar dan mempunyai banyak penggemar, mempunyai ciri khas, dan dapat menumpahkan segala rasa kedalam musik bandnya.

Fenomena semacam ini bisa kita temui pada band-band yang baru di bentuk dan tidak menutup kemungkinan untuk band yang sudah lama pun kalau seandainya belum tercapai keinginannya hal itu terjadi.

Harus saya jelaskan beberapa karakter band yang ada di negeri ini. Ada yang Idealis dan ada yang komersil.

Idealis dalam bermusik

yang dimaksud idealis dalam bermusik adalah memahami musik hanya menurut pemahaman penikmatan dan perasaan bermusik si pemusiknya saja yang dianggap mempunyai nilai estetika dan kepuasan tersendiri. Biasanya band-band seperti ini mempunyai komunitas tersendiri.

Band yang sudah mempunyai idealis biasanya tidak beranjak dari gerne itu-itu saja. Artinya bahwa semua jenis musik dapat dihinggapi oleh faham idealis itu sendiri.

Komersil dalam bermusik

Membuat karya dengan sedemikian indah, dapat dinikmati oleh siapapun, dan mempunyai nilai jual yang tinggi di pasar musik saat ini. Band-band yang seperti ini biasanya cepat tenar dan mengikuti perkembangan zaman secara kontinu sehingga dalam membuat karya musiknya biasanya mengikuti trend masa kini.

Rabu, Desember 03, 2008

(0) Comments

Membuat Sebuah Band Lebih Mudah Dari Pada Mempertahankannya

INDRA - POSTAR

INDRA - "Membuat Sebuah Band Lebih Mudah Dari Pada Mempertahankannya" Mungkin orang yang pernah membentuk atau menjadi personil sebuah band setuju dengan stigma yang satu ini. Pasalnya dalam bermain musik dalam kelompok atau grup band, secara tidak langsung satu sama lain harus bisa menyatukan emosi sehingga minimal dapat dinikmati oleh semua personil band itu sendiri.

Sebetulnya, ada beberapa hal yang perlu digaris bawahi oleh siapa saja yang sekarang mempunyai grup band diantaranya konsisten, komitmen, kompak, dan saling memahami antar satu personil dan yang lainnya. Saya yakin, band sebesar, sesukses, sekaya apapun tidak akan bertahan lama.

Konsisten

konsistensi dalam sebuah band sangat di perlukan karena ini merupakan semangat bersama dalam perjalanan bersama.

Komitmen

Band yang punya komitmen yang kuat tak akan dapat di goyahkan oleh apapun. karena biasanya komitmen yang dibuat oleh suatu band merupakan kesepakatan bersama.

Kompak

Kompak dalam sebuah grup band bukan berarti kompak dari segalanya misalnya bajunya harus sama atau melanggar aturan bersama, akan tetapi kompak disini adalah kompak dari segi positifyaitu saling mengingatkan,memberi dan menerima, menerima keputusan bersama dan segala kekompakan lain yang bersifat positif.

Saling Memahami

Biasanya dalam diri personil-personil band sebetulnya ada banyak perbedaan yang terdapat pada masing-masing dirinya, seperti halnya skill musik yang berbeda, selera musik yang beda, mempunyai kepentingan yang beda dan itu semua harus di satukan oleh proses saling memahami agar sebuah band itu dapat berjalan dengan lancar. Jika salah satu ada yang menonjol maka perjalanan pun akan tersendat.

Pada intinya, band adalah sekumpulan orang yang bermain musik dengan mengedepankan kepentingan bersama. Jika keempat hal diatas dapat di lewati dengan sabar, maka band tersebut akan bertahan sampai waktu yang memisahkan.

Terinspirasi dari :

Perjalanan The Beatlle's
Perjalanan Slank
Perjalanan Dewa19
Perjalanan beberapa band yang pernah saya bentuk dan saya ikuti.

Minggu, November 30, 2008

(0) Comments

Belajar Bermusik

INDRA - POSTAR

INDRA - Sangat salah jika terdapat anggapan bahwa musik hanyalah milik para musisi profesional atau akademisi. Hampir seluruh celah-celah kehidupan manusia telah diisi dengan musik sejak beribu tahun lalu. Mulai dari upacara peribadatan hingga gemerlapnya hiburan malam.

Kini, ketertarikan masyarakat terhadap musik kian besar. Tak hanya mendengar dan menikmati, minat untuk belajar musik saat ini sangat tinggi. Namun bagaimanakah sebaiknya, cara mempelajari musik? Ke lembaga pendidikan musik, private di rumah, atau otodidak? berikut ini Tips untuk anda.

Otodidak vs Akademis ?
Di negeri ini sebagian besar musisi yang sukses dalam industri musik adalah seorang otodidak. Sementara musisi akademis sangat jarang terlihat. Betulkah persoalan otodidak vs akademis adalah persoalan hitam vs putih? Tentu tidak sesederhana itu. Tetapi persoalan itu akan dibahas lain kali. Tetapi kenyataannya adalah bahwa mereka yang mengaku otodidak sebenarnya juga menggunakan ilmu-ilmu akademis meskipun tanpa disadarinya.

Persoalan otodidak-akademis adalah persoalan duluan mana antara ayam-telur. Maka mari singkirkan dahulu perdebatan tentang “ayam-telur” tersebut. Yang lebih penting kali ini adalah bagaimana menjadi seorang otodidak yang sukses? (tentu saja kata sukses disini bukan berarti sukses secara materi tetapi sukses mendapat ilmu).

Syarat utama untuk seorang otodidak adalah kemauan keras. Karena untuk mendapatkan sebuah ilmu seseorang otodidak harus “mencari sendiri”. Berbeda dengan kondisi dalam sebuah lembaga pendidikan. Apa saja yang harus dipelajari hingga tahapan materi yang mesti dipelajari telah disusun secara sistematis (Meskipun banyak juga lembaga pendidikan musik yang sama sekali tidak memiliki sistem pengajaran. Ini parah sekali).

Tetapi sesungguhnya materi yang akan dipelajari oleh otodidak maupun akademis adalah sama. Maka kuncinya adalah pahami dahulu “petanya” agar tidak tersesat. Jika belajar dengan buku, bedakanlah antara buku yang memberi ilmu secara “instan” dengan buku yang membahas suatu masalah dari pokok persoalannya.

Hal ini hampir sama dengan ungkapan: berilah kail jangan Cuma ikan. Dengan pengetahuan yang mengakar membuat banyak persoalan menjadi jauh lebih mudah dipecahkan. Berbeda dengan pengetahuan yang bersifat instan yang hanya memberi satu jawaban untuk satu persoalan.

Lembaga Pendidikan atau Private dirumah?
Bagi yang belajar musik di lembaga pendidikan, tempat kursus, ataupun private di rumah, tentu bebannya jauh lebih sedikit. Karena materi telah dipersiapkan. Sehingga siswa tinggal berkonsentrasi menerima pelajaran yang diberikan. Tetapi perlu diwaspadai, karena tidak semua lembaga pendidikan musik memiliki SDM dan sistem yang kredibel. kesuksesan sebuah proses belajar mengajar tergantung dari tiga faktor: pendidik, anak didik, dan sistem pengajarannya.

Jadi belajar di manapun, asalkan ketiga faktornya mendukung, tentu hasilnya akan memuaskan. Persoalannya kemudian adalah, bagai mana cara mengetahui (terutama) seorang pendidik musik dan sistem pengajarannya cukup bagus? Seorang pemain yang bagus belum tentu dapat menjadi pendidik yang bagus. Sebelum memutuskan untuk belajar pada lembaga pendidikan tertentu atau seseorang yang dapat mengajar musik, lebih baik tanyakan dahulu tentang silabus pengajarannya.

Misalnya untuk siswa tingkat pemula:

1. Untuk tingkat pemula akan mendapat materi apa saja?

2. Teknik apa saja yang harus dikuasai seorang pemula?

3. Aplikasi dari teknik tersebut minimal diterapkan dalam lagu setingkat apa?

Begitu pula untuk siswa lanjut, ajukanlah pertanyaan-pertanyaan tentang materi yang akan diajarkan. Dari cara menjawabnya tentu akan kelihatan apakah seorang pendidik siap dengan materi dan sistem pengajaran yang baik apa tidak? Jika telah mendapatkan pendidik dan sistem yang bagus kini siswa tinggal berkonsentrasi menerima pelajaran dengan seksama.

Di lembaga pendidikan ataupun privat dirumah, sama baiknya jika SDM dan sistemnya bagus. Perbedaannya adalah jika di lembaga pendidikan yang telah resmi, siswa akan mendapat sertifikat kelulusan sementara jika privat di rumah tentu tidak. Tetapi privat dirumah memberikan suasana lebih santai. Sehingga berpengaruh pada kenyamanan belajar, yang kaitannya adalah kualitas penangkapan materi oleh siswa.

Jumlah Pengunjung Berbagai Negara

Indra's Blog Visitor
Profil Facebook Stif Blass

Sponsored Links