Terbaru

Senin, Maret 16, 2009

(0) Comments

Perkembangan Filsafat Masa Kontemporer

INDRA - Filsafat secara etimologi merupakan kata serapan dari yunani, philoshopia, yang berarti “philo” adalah Cinta, sedangkan “shopia” berarti kebjaksanaan atau hikmah. Jadi dapat ditarik kesimpulan, Cinta pada kebijaksanaan ilmu pengetahuan itulah filsafat. Namun ketika di tilik dari segi praktisnya, berarti alam pikiran atau alam berfikir, berfilsafat artinya berfikir secara mendalam dan sungguh-sungguh.

Sedang kata ‘kontemporer’ sendiri mempunyai korelasi sangat erat dengan “modern”. Dua kata yang tidak memiliki penggalan masa secara pasti. “kontemporer” adalah semasa, pada masa yang sama dan kekinian. Sementara “modern” adalah kini yang sudah lewat, tapi bersifat relevansif hingga sekarang. Karena tidak ada kepermanenan dalam era kontemporer, modern yang telah lewat dari kekinian tidak bisa disebut kontemporer.

Dalam hubungannya dengan filsafat barat, istilah modern-kontemporer, bertitik tolak dari kritik Immanuel Kant (1724-1804 M) terhadap pengetahuan atau ilmu pengetahuan. Dialah filsuf pertama yang secara sistematis telah melakukan kritik atas pengetahuan, dia hendak juga meninggalkan penggunaan akal secara dogmatis tanpa kritis. Dengan imbas terjadi dikotomi antara ilmu pengetahuan dan filsafat. Dengan ini ilmu pengetahuan dapat dikembangkan dengan terbuka bebas sesuai fungsionalnya tanpa harus pulang pada sang induk, filsafat.

Demikian halnya filsafat, tumbuh-berkembang dengan sangat cepat serta mengalami pergeseran dan modifikasi. Hingga sekarang kita bisa melihat dengan mata telanjang warna-warni aliran-aliran filsafat di barat, yang dominan pengaruhnya.

Perkembangan filsafat abad ke 20 juga ditandai oleh munculnya berbagai aliran filsafat, dan kebanyakan dari aliran itu merupakan kelanjutan dari aliran-aliran filsafat yang telah berkembang pda abad modern, seperti neo-thomisme, neo-kantianisme, neo-hegelianisme, neo-marxisme, neo-positivisme dan sebagainya. Namun demikian ada juga aliran filsafat yang baru dengan ciri dan corak yang lain sama sekali, seperti Fenomenologi, eksistensialisme, pragmatisme, struturalisme dan yang paling mutakhir adalah aliran postmodernisme. Pada bagian ini hanya dibicarakan beberapa aliran dn tokoh yang paling berpengaruh pada abad ke 20.

Daftar Bacaan :

www.filsafatkontemporer.com
0 Komentar Pembaca (reader comment) to "Perkembangan Filsafat Masa Kontemporer"

Poskan Komentar

Jumlah Pengunjung Berbagai Negara

Indra's Blog Visitor

Sponsored Links