Terbaru

Rabu, Maret 24, 2010

(1) Comments

Jenis-Jenis Keberanian

INDRA - POSTAR

INDRA - Jenis-jenis Keberanian

Berani karena Tidak tahu

Keberanian yang timbul karena ketidak tahuan akan efek atas bahaya atau resiko yang akan dialami. Biasanya ini justru dilakukan oleh orang-orang yang bodoh dan sekedar mengandalkan semangat.

Berani karena Benar

Ini adalah keberanian yang didasari atas hakikat agama bahwa sesuatu yang dilakukan demi kebenaran pasti akan mengalahkan yang salah. Namun terpikirkah bahwa bila yang dihadapi juga manusia dan juga maju mengadapi kita karena ia merasa benar lalu siapa yang akan kalah? dua2nya merasa benar, padahal suatu yang pasti dalam pertarungan tsb salah satu dari yang merasa benar itu pasti akan kalah. Dan saat itu terjadi maka pihak yang kalah biasanya malah menjadi kecewa karena ia sudah Benar tetapi mengapa harus kalah?

Berani karena Masal

Keberanian yang hanya timbul karena pelakunya merasa ia bagian dari suatu yang secara kuantitas bisa menghadapi lawan. Biasanya keberanian spt itu akan cepat sirna tatkala masa yang dibawa masih kurang untuk melawan suatu yang dihadapinya tsb.

Berani karena Tahu

Ini adalah dasar keberanian yang hakiki, keberanian yang timbul bukan hanya karena tahu persis atas apa yang dihadapi, melainkan juga tahu benar bila ia gagal maka sejauh apa resiko yang harus dialami. Dan dapat pula karena Tahu persis bahwa ia mampu sehingga rasa Berani itu timbul, inilah keberanian sejati dan tentu dia akan maju dengan rasa percaya diri.

Berani karena Motivasi

Motivasi merupakan dasar yang cukup baik dalam membentuk keberanian karena didalam motivasi ada rasa Percaya Diri, Keteguhan dan Tujuan. Namun keberanian atas motivasi ini menjadi tidak baik apabila kombinasinya dengan Berani karena Masal. Dimana kelompok masal tsb terpadu hanya untuk mengatasi sesuatu namun dengan tujuan atau Motivasi yang berlainan, dan setelah ia dapat mengatasi yang dihadapinya lalu Masa ini terpisah menjadi kelompok2 yang lebih kecil yang mungkin harus saling berhadapan demi mencapai Tujuan yang sebenarnya

Berani karena Nekad

Ini bisa terjadi karena ketidak-tahuan atau justru karena tahu. Tahu bahwa iya tidak mampu mengatasi namun termotivasi atas sesuatu sehingga dia tetap Berani melakukannya hanya mengandalkan nasib. Sebenarnya sungguh perbuatan yang bodoh.

Berani karena Niat

Niat biasanya mengiring tekad yang dibulat, sesuatu yang diiringi dengan Niat biasanya benar-benar mencapai tujuan karena Niat tsb tanpa disadari menjadi pemicu serta penguat diri, membentuk keyakinan suatu kemampuan untuk mencapai, meraih, mengalahkan, menaklukkan, mengatasi sesuatu.

Berani karena Bantuan

Ini keberanian yang timbul karena suatu keyakinan bahwa bila kelak ia gagal, akan segera datang bantuan. Ini adalah keberanian dengan Jiwa yang kerdil. Karena pada kenyataannya sebenarnya ia lebih mengandalkan bantuan itu sendiri, dan bukan diri sendiri.

Berani karena Takabur

Ini yang dibilang over confident. Terjadi karena terlalu yakin dapat mengatasi, namun diiringi dengan pemikiran meremehkan lawan. Dia lupa bahwa diatas langit masih ada langit. Biasanya orang seperti ini akan sangat mudah untuk lalai. Dan sesungguhnya Kelalaian adalah musuh besar Keberanian, Lalai tidak pernah boleh beriringan dengan Keberanian. Selain itu dalam ketakaburannya dia tidak pernah tahu bahwa keputusan sang Sang Khaliq-lah yang menentukan.

Berani karena Doa

Sesuatu yang dilakukan manusia diawali dengan doa biasanya setidaknya merupakan perpaduan 2 hal: Ia merasa Benar, dan ia memiliki Niat teguh. Namun campuran lain yg mungkin terjadi seperti misal: Ia tidak tahu atau Ia Nekat maka Doa itu menjadi manifestasi ultima dari rasa Berani karena Dibantu!. Dan bantuan yang diharapkan tidak tanggung-tanggung, yaitu bantuan dari Sang Khaliq !!. Bila yang dihadapinya adalah sesama mahluk hidup juga apakah mereka saling tahu bahwa masing2 telah berdoa, sehingga masing merasa akan dibantu oleh Nya. Masing2 punya keinginan bahwa harusnya ia yang dibela Sang Khaliq !!. Pada kenyataannya Sang Pencipta yang Maha Bijaksana pasti memilih salah satu dan membuat pihak lainnya kecewa. Kekecewaan ini lalu kadang memicu ke hal yang sangat keliru dan bahkan menjadi suatu yang bodoh, yakni menganggap Sang Khaliq tidak adil dan bahkan sampai musrik menganggap bahwa Sang Khaliq ternyata tidak ada karena tidak dapat membantunya. Semoga kita, mahluk yang berakal, terhindar dari hal yang seperti itu.

Berani karena Takut

Jangan mengira Sang Awam salah tulis, ya memang maksud saya Berani karena Takut. Ada banyak orang yang Berani karena sebenarnya mereka Takut. Ini mungkin dapat dilakukan karena sudah terdesak dan pikiran buntu entah apa yang dapat dilakukan, lalu tiba-tiba timbul keberanian yang amat sangat. Keberanian seperti ini mirip dengan Berani karena Nekat namun dengan cara yang lebih terhormat karena bawah sadar dia yang menciptakan keberanian tsb.

Tapi ada pula rasa Takut tsb adalah karena Takut dibilang pengecut, Takut dijauhi teman atau pacar, Takut tidak dihargai, Takut dipandang remeh, Takut kehilangan kesempatan, Takut rugi dll. Dan takut seperti ini adalah rasa Takut yang negatif. Dasarnya adalah justru karena ia Tahu. Tapi ia tahu bahwa ia tidak mampu mengatasinya dan mungkin ia tidak berani menghadapi resiko yang akan terjadi. Tetapi karena rasa Takut diatas ia justru menjadi Berani.
Masih banyak lagi dasar yang membangkitkan keberanian, namun Sang Awam mencoba untuk membahas pada yang diatas saja.

Lalu diantara sekian banyak dasar keberanian yang mana yang paling baik? Sang Awam tidak dapat memilih satupun yang baik. Sang Awam berdasarkan logika menganggap yang baik adalah perpaduan dari beberapa sekaligus, yakni yang didasari Kebenaran, Tahu, Motivasi, Niat dan Doa.


Sumber Bacaan :

  • Findley, Paul. 1995. Mereka Berani Bicara. Bandung: Mizan.
  • Irons, Peter. 2003. Keberanian Mereka yang Berpendirian. Bandung: Angkasa.
  • Gunn, Anthony. 2007. Fear is Power, Turn Your Fear into Succes. Jakarta: Hikmah.
  • Zaman, Munawar. 2007. Jangan Takut Married. Bandung: Mizan
  • Suyatna, Hempri. 2007. Evomorales (presiden bolivia menantang AS). Jakarta: Hikmah.
  • Koya, Abdurrahman. Party of God, an Islamic Movement perspective. Jakarta: Hikmah.
  • Labib, Muchsin, Ahmadinejad. 2007. David di Tengah Angkara Goliath Dunia. Jakarta: Hikmah.
  • www.Blogspot.com. Arti-sebuah-keberanian.html.
  • www.konsultasi.org
  • Brave of psychology
1 Response to "Jenis-Jenis Keberanian"
dewayanti said :
2 Juli 2010 23.34
weleh...weleh, oke banget tuh. Cuman ngomong soal keberania aja, sumber bacaannya,alamaaaaaak. Salut !

Posting Komentar

Jumlah Pengunjung Berbagai Negara

Indra's Blog Visitor

Sponsored Links