Terbaru

Sabtu, November 29, 2008

(34) Comments

Saya Menyesal Jadi Surveyor LSI (Lembaga Survey Indonesia)

INDRA - Untuk siapa saja yang belum dan akan menjadi seorang surveyor dari berbagai lembaga penelitian saya harapkan jika anda tidak ingin berurusan dengan yang namanya situasi realita sosial terus juga sulitnya objek penelitian yang harus di cari, saya bilang "Jangan Mau" apa pun metode yang di gunakan random sampling lah apa lah...

Sekilas melihat dari royalty yang ditawarkan cukup menggiurkan seolah cukup untuk melakukan suatu penelitian di suatu daerah, tetapi harus hati-hati jika anda melakukan kesalahan sedikit saja maka akibatnya fatal, anda akan rugi 2 kalilipat dari royalty yang di berikan.

Pengalaman saya, saya benar-benar menyesal terjun jadi surveyor yang memang bukan dunia saya. Awalnya saya di ajak teman lalu saya ikut workshop LSI di Aula Insan Cita. Saya ditugaskan melakukan survey di daerah kelurahan Jakasetia Kec. Bekasi Selatan Kota Bekasi, dengan bats waktu 4 hari kami dituntut untuk menyelesaikan survey itu.

Koordinator DAPIL kami waktu itu adalah Acun (anak Formaci) haripertama saya kesulitan dalam perizinan di kelurahan karena surat tugas dari LSI tidak cukup karena tidak adnya surat dari kecamatan, akhirnya saya urus surat-surat itu sendiri dan memakan waktu 2 hari. Sisa waktu saya tinggal 2 hari, sementara untuk merandom RT pun kami baru dapat pas hari ke 2. Hari ke 3 saya datang ke setiap RT yang terpilih akan tetapi yang namanya dikomplek Elite mana ada yang peduli sama yang beginian. Dan saya hanya berhasil mendapatkan informasi 1 RT saja. Hari ke 4 saya baru bisa menyelesaikan hanya 2 responden dari RT terpilih.

Akhirnya, karena itu merupakan hari terakhir saya pun melakukan keslahan yang sangat fatal yaitu untuk kuisioner yang lainnya saya wawancara yang bukan terpilih demi terisinya kuisioner. Saya betul-betul sudah pasrah, entah apa akibat yang akan di dapat nantinya, yang pasti saya menyesal menjadi surveyor. 2 hari kemudian koordinator dapil saya menelpon terus menerus untuk meminta konfirmasi data yang sudah saya serahkan, tapi saya merasa salah dan saya sudah siap untuk menerima resiko apapun akhirnya Acun (kord. LSI Dapil ) sms dengan bunyi ancaman " Dimana ? kemanapun kamu akan saya kejar, saya akan bawa polisi untuk mengejar penipu kaya kamu" seremtak saya kaget menerima sms seperti itu.

Tapi saya janji akan mengembalikan uangnya semuanya dan saya tidak akan ikut-ikut lagi kegiatan seperti itu karena buat saya buang waktu, buang tenaga, kalau salah jadi buang duit kita juga. Padahal dana awal LSI yang di berikan sudah habis oleh transfort dan makan, tapi Acun (dapilLSI) tetap memaksa untuk mengembalikan uang itu secara utuh. Tapi gak apa-apa lah dari pada urusannya panjang,. yang pastibuat yang baru2 Jangan coba2 kalau belum tahu tekhnisnya, sebetulnya lembaga-lembaga seperti itu tidak terkait dengan departemen apapun. mereka adalah lembaga independent saja.

Jangan mau jadi surveyor yang turun ke lapangan. pekerjaan yang sedang anda lakukan sekarang, lanjutkan lah itu, kecuali jika anda pengangguran atau tidak ada kegiata. karena ini dapat mengganggu aktivitas lain.
34 Komentar Pembaca (reader comment) to "Saya Menyesal Jadi Surveyor LSI (Lembaga Survey Indonesia)"
Anonim said :
20 Februari 2009 21.31
semustinya setelah anda memutuskan ingin menjadi surveyor,anda harusnya tau semua resiko yang akan terjadi.karena perbuatan anda reputasi lembaga survei akan buruk karena mengambil responden bukan yang seharusnya,itu namanya anda telah melakukan kecurangan.pantas saja lembaga survei tsbt bertindak seperti itu..karna baginya data itu sangat mahal dan segala-galanya.jadi tidak bisa dianggap mudah bagi anda.
Anonim said :
6 Juni 2009 07.41
salut, anda jujur menulis tanpa menyembunyikan identitas diri. memang sulit melakukan survey jika dikejar tenggat waktu, harus longitudinal supaya hasilnya dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. quick count sangat rentan, sebab bagaimanapun yang menjalankan survey adalah tenaga manusia, dengan kendala2 di lapangan (perijinan, transportasi, dll.) yang tidak bisa dihindari.
Anonim said :
6 Juni 2009 10.58
You made a mistake and think every one else would do the same as you did. You are wrong.
Anonim said :
6 Juni 2009 15.46
Anda mestinya bersyukur mendapat pekerjaan sebagai surveyor, karena banyak orang yang menginginkannya. Hanya saja niat anda untuk menjadi surveyor sudah terlihat tidak tulus. Anda tidak serius bekerja. Kalau saja anda melakukan pekerjaan itu dengan tenang dan happy, sesulit apapun pekerjaan akan bisa diselesaikan dengan baik dan cepat. Coba sesekali berkaca pada pemulung, pedagang asongan, dst. Mereka seharian bekerja dengan untung yang sedikit, kenyataannya mereka tidak pernah mengeluh, selalu bersukur dgn profesinya. Beruntung bagi anda yang surveyor. Anda dikasih limit 4 hari untuk 12 responden, tetapi anda tidak bisa menyelesaikannya. Padahal itu sangat mudah. Banyak surveyor di kota besar yang penduduknya individualis mampu menyelesaikan surveynya dalam 2-3 hari. Hanya saja mereka disiplin dan cerdas/cerdik. Saya tidak merasakan karakter itu pada anda. Mungkin anda cocok bekerja sebagai gigolo...



LICHTA07(EKS SURVEYOR LSI)
Anonim said :
6 Juni 2009 22.33
Menurut saya ini lebih kepada 'promosi' untuk LSI (lembaga). Betul ?
Anonim said :
8 Juni 2009 11.00
ini promosi LSI ya? biar tahu bahwa mereka tidak mentolerir adanya kesalahan
Indra said :
9 Juni 2009 11.14
@ Anonim : Saya ucapkan terima kasih untuk komentar anda di atas, mengenai tulisan saya di atas,Jujur tidak ada maksud apa-apa kecuali hanya penyesalan saya saja, coz buat saya dunia survey bukan dunia saya.
Anda boleh menilai tulisan saya sebagai promosi untuk LSI (lembaga yang tak kenal kompromi) atau apapun. Dan jika anda pernah menjadi surveyor di manapun, tanya dala benak hati anda "pernahkah anda atau teman yang anda tahu merasa memalsukan data walaupun 1 responden" Jika belum pernah, berarti anda seorang surveyor yang tidakpernah bergaul atau tahu kinerja surveyor lain.
@ Anonim : Saya lebih senang anda menuliskan nama anda untuk komentar, apapun komentar anda selama berkaitan dengan tulisan saya insyaAllah saya tampilkan. Seperti komentar2 diatas.
@ Anonim : Saya tahu dalam tulisan diatas, yang saya lakukan adalah SALAH, tetapi ada pesan untuk orang yang memang tidak mempunyai jiwa2 surveyor untuk tidak terjerumus, supaya tidak terjadi kesalahan seperti yang saya perbuat.
Untuk menjaga validitas data, biarlah yang menjadi surveyor itu orang-orang yang JUJUR2 dan SABAR. Hehehehehe... Untuk saya pribadi lagi dalam proses belajar jujur dan sabar.... doain aja hehehehe..... Amien...
danang said :
7 Juli 2009 22.22
Mas Indra, bagi dong informasi bagaimana cara daftar menjadi seorang Surveyor. Saya sanggat senang pekerjaan seperti itu. tks
19 Juli 2009 22.52
Dari pda bergabung menjadi surveyor, mendingan gabung di Propagator... lebih keren lebih enjoy, lebih berkah, halal dan berpahala
salahuddinbaret said :
3 April 2011 09.56
lembaga survey adalah lembaga yg terhormat......
dengan adanya survey mengihindari suatu informasi yang bersifat fitnah dilapangan.(kejujuran dilapangan sgat diutamakan). anda sudah berbuat tidak jujur, dan mengakui perbuatan tsb saya acungi jempol...
ngomong2 ada org partai gak didalamnya (dilembaga tsb)...
kalo yang disurvey tentang partai terus ada org partai... bagus anda telah keluar dari lembaga tbt.. jadi tidak menambah dosa dua x. (pesan sy: jangan menghalalkan segala cara)......
aziz mamonto said :
19 September 2011 23.47
wa ini salah besar teman.ibaratnya anda meminta tolong pada rekan anda agar membelikan anda durian namun yg dia beli mangga pasti anda mara bukan apalagi kalu yg di bawa manga manga an (manga tiruan)pasti lebih mara lagi jadi mungkin itu yg dirasakan oleh pimpinan anda saat itu,,,
survei said :
21 September 2011 11.54
sebelum melakukan survei kan sudah dilakukan workshop, apa2 saja yg diperlukan atau yg harus dilakukan saat survei..mungkin karena anda baru pertama kali melakukan survei jadi anda belum mampu menguasai dan mengetahui resiko dilapangan..sehingga anda menyalahkan pihak LSI, padahal surveyor yg lain juga bisa menyelesaikan dengan tepat waktu dengan medan lapangan yg lebih berat. mungkin anda perlu mempersiapkan pekerjaan anda dengan matang sebelum terjun ke lapangan utk menjadi surveyor..

saya sangat menyayangkan artikel anda seolah2 menyarankan orang lain untuk tidak mau menerima pekerjaan sebagai surveyor..seharusnya anda berkaca kepada kesalahan anda bukan menyudutkan pihak atau orang lain..

terima kasih.
Anonim said :
5 Oktober 2011 18.05
jiwa jujur anda saya hargai & hormati... realita yang dialami benar adanya.... sy adalah surveyor sesungguhnya dan belasan taun di penelitian... sistem recrut tidak berdasar pada keahlian tetapi berdasar pada like or dislike,dan saya termasuk yang dipecat karena membela teman yang seperi anda.... kalo saya tidak buka blog ini ,mungkin sy juga ga bisa jujur,,..SALUT...untuk sang pemberani... corecsi tiap lead di tiap wilayah untuk LSI... karena saya ragu dgn kemampuan..dari hasil recrut orang seperti ..ridwan dari Bandung...
wawan said :
13 Oktober 2011 04.21
wahh kok bisa kayak gitu yh?
Mungkin situasi kamu aja yang kurang memungkinkan

Yang sabar aja bro mungkin jalan surveyor bukan jalan kamu!
yunus gani said :
14 Oktober 2011 18.00
salut atas kejujuranmu kawan..

setiap pekerjaan pastilah ada susah dan senangnya..! tapi untuk keluar dari susahnya sebuah pekerjaan bukan dengan menodai pekerjaan itu, sebaliknya menikmatinya so that kita bisa merasakan senangya berada dalam sebuah pekerjaan.!

PS: bang acun jadi tokoh dalam cerpen ini,,hehehehe!
mantap..!!
Anonim said :
22 Oktober 2011 16.07
Perlu ada pertemuan nih kayaknya...
Anonim said :
24 November 2011 01.48
saya lebih parah dari itu saudaraku,tapi memang itulah kesulitan para pemula...
survei menghindarkan orang pergi ke dukun untuk memprediksi kemenangan seseorang (Sugeng Sariadi Sindikat)...
Anonim said :
2 April 2012 06.10
saya kebetulan sudah puluhan kali ikut jd surveyor di Lampung dan semuanya lancar2 aja karena pertama kali yg saya pikirkan adalah 'saya akan bertualang' (medan survey di Lampung mayoritas pegunungan dan ekstrim di banding Bekasi bro)...
intinya kalo kita heppi dan tau strategi komunikasi dg orang kelurahan, rt, dan masyarakat,, kita akan diterima bahkan sering ditawari makan siang, secangkir kopi bahkan ditawari nginep :) ^_^v
### itanimulli LAMPUNG
foe26 said :
26 Juni 2012 00.30
ASSKUM....mas bro, nasib anda mungkin agak sama dgn saya, untung anda hanya kebingungan gt ya,,,kalo saya dulu malah nyasar2 udah gt kecelakaan, motor rusak, badan remuk, namun sebisa mungkin saya coba untuk selesaikan tgas itu bro....saya jg wktu itu pertama kali kok, ya bener jg sih, kalo jd surveyor harus heppy dan berwibawa, tp ada kalanya kita sial di tengah jalan. bahkan dulu sesudah selesai plng survei, pas saya mengambil jatah honor sisa, sempat saya utarakan kejadian yg menimpa saya, namun pihak kantor tak mau tau soal itu, ya waktu itu saya ngarep uang kasihan gt bro, tp tetep ja gak dikasih....jd pendapat saya, jgn sedih bro....
chey said :
30 Agustus 2012 21.54
wahhh...
kug gtt iiaa ???
saiia jg org baru ini nhii di dunia surveyor
doain sukses iiaa,,, !!!
besokk saiaa terjun di lapangan
dann apa yg masbro alami itu adalah 1 pelajaran buat saia untukk persiapan mental harii esokk
thankz :)
Anonim said :
8 Oktober 2012 17.00
hahaha.. mas indra.. perkenalkan nama saya alvi, surveyor LSI korwil jatim.. dan saya sangat bangga sekali bisa menjadi surveyor LSI karena sedikitpun, tidak pernah terlintas dibenak saya menjadi surveyor hanya karena iming-iming uang bayaran ataupun transport yang menggiurkan.. mungkin itulah penyebab anda menjadi tidak bisa profesional melakukan tugas anda sebagai surveyor..
dan alhamdulillah dengan kesibukan saya yang amat sangat sebagai seorang mahasiswa semester 5, saya sangat mampu mengerjakan tugas survei saya tidak sampai 3hari..
pengalaman saya mengikuti 5 kali survei dengan kondisi lapangan survei yang sangat amat jauh, saya mampu menyelesaikan hanya dengan 2hari dilapangan . bagi saya tidak ada yang sulit jika kita memang mau profesional.. dan juga alhamdulillah saya belum pernah yang namanya curang, apa yg harus saya curangkan?? metodelogi sudah jelas dan menurut saya sangat bisa untuk dipahami.. masak sih cuma wawancara doang gk bisa? kok sampe curang begitu? apalagi untuk jadi seorang pemimpin?? wahh... saya turut prihatin mas.. karena bagi nsaya itu sama sekali tidak sulit..
dan saya sangat berterimakasih kepada LSI yang telah memberi kesempatan untuk menjadi surveyor LSI, mengajarkan banyak hal... memahami medan lapangan, mengajarkan secara tidak langsung ilmu komunikasi administrasi yang sangat saya butuhkan nanti, juga mengajarkan profesionalisme seorang surveyor... jelas ini bagi saya ini memiliki nilai ambah tersendiri..
Anonim said :
8 Oktober 2012 17.04
owya lupa... saya tidak pernah kehabisan uang transport.. malah sepulang survei, uang transport saya masih banyak sisanya.. malah saya sering dikasih uang saku sama pak RT, lurah, ataupun pak kasun.. selama didesapun saya gk pernah kebingungan dengan tenpat menginap ataupun makan saya.. saya selalu diberi tumpangan menginap oleh perangkat desa, juga makanpun ditanggung mereka tanpa harus saya meminta itu.. intinya satu.. komunikasi yang baik itu kunci keberhasilan kita.
Agusmawan said :
2 Mei 2013 15.01
Hemm.... kamu mungkin kurang belajar aja jadi surveyor
Anonim said :
7 Juni 2013 02.23
ada 2 type surveyor yang pasti bermasalah, yang pertama surveyor cheating, itu pasti bermasalah, yang kedua surveyor yg tidak melakukan koordinasi dan mengambil tindakan sendiri, dan ternyata dia salah, ya bermasalah lagi

apapun pekerjaan anda, kejujuran dan koordinasi dengan pimpinan anda adalah hal yg harus dilakukan

buat yang mau menjadi surveyor atau yg sudah menjadi surveyor, triknya sederhana, jujurlah dan klo ada masalah berkoordinasilah
Anonim said :
8 Agustus 2013 00.32
Mas Indra, bagi dong informasi bagaimana cara daftar menjadi seorang Surveyor. Saya sanggat senang pekerjaan seperti itu, itung" cari ilmunya sebelum jadi surveyor beneran. tks
Rizal Andri said :
12 September 2013 13.53
Untuk jd surveyor d lembaga survey itu yg d butuhkan hanya kejujuran, fisik dan mental
Bagi yg memiliki itu smw pasti mudah untuk menjalani jd surveyor d lembaga survey
mungkin mas indra tdk memiliki itu smw ato salah satu ny
alhamdulillah saya selama jd surveyor d salah satu lembaga survey saya dapat menyelesaikan smw tugas
Kurang lebih saya sudah 30x turun ke lapangan se jabar jd surveyor
Dan hasil ny alhamdulillah memuaskan
Kalo mw d bandingkan penghasilan saya lebih besar d banding pns
Anonim said :
30 September 2013 10.44
saya sudah jadi surveyor lembaga survei indonesia sejak 2009 en mas, permasalahan yang anda alami seringkali terjadi pada surveyor2 yg masih newbie, dimungkinkan karena mental mereka yang belum kuat untuk terjun ke lapangan.
banyak hal yang kita dapatkan saat menjadi surveyor, salah satunya adalah kita belajar bagaimana harus bersosialisasi dengan masrarakat yang berbeda2 karakter dan budaya. sangat mengasyikan.
bagi yang tidak kuat mental tidak disarankan jadi surveyor hehehee
jadi surveyor itu boleh salah mas, tapi tidak boleh bohong.
Anonim said :
5 Februari 2014 08.11
Yang diceritakan mas indra ada benarnya..tapi memang juga ada salahnya. Pengalaman saya barangkali bisa menghambarkannya. Saya sampe saat ini masih menjadi surveyor di salah satu lembaga yang menurut mereka independen padahal menurut saya tidak. Saya seringkali ditugaskan ke desa terpencil, pelosok gunung sampai harus menyeberang laut ke daerah kepulauan. Dan honor yang saya terima hanya berselisih 5-10rb lebih banyak dari surveyor yg ditugaskan ke daerah yg lebih mudah terjangkau. Jujur saja ini menjadi keluhan para surveyor, meskipun sebetulnya bagi saya pribadi saya senang bisa melihat kondisi riil masyarakat Indonesia di pelosok. Banyak pelajaran yg bisa saya ambil dan ceritakan ke keluarga saya. Tapi sejujurnya jg, kadang saya jg mempertanyakan (dalam hati) mengapa surveyor utk daerah pelosok dan susah dijangkau tidak diberikan honor yang sesuai dgn tingkat kesulitannya, bukan dari jaraknya. Saya pernah harus menyeberang laut, berusaha semaksimal mungkin agar tidak mahal demi bisa menyeberang utk mendapatkan data, kaki terendam air saat air pasang, hujan. Semua saya lakukan karena amanah dan komitmen thd pekerjaan, dan mencari tambahan penghasilan. Biaya yg saya habiskan hampir 200rb utk menyeberang dan bensin yg mahal krn lokasi kulak yg jauh. Saat saya tlp berkoordinasi dgn koordinator, dgn meyakinkan mereka bilang akan mengganti semua biaya. Tapi setelah alhamdulillah sy selesai dgn sejujur-jujurnya, ternyata sy cuma memperoleh ganti biaya 100rb. Bagi sy itu sangat tidak menghargai komitmen saya dlm mendptkan data yg semestinya sangat penting bagi lembaga. Mungkin saat ini para surveyor belum ada pilihan lain utk mencari tambahan penghasilan. Termasuk saya. Seandainya saya bisa memiliki sampingan lain yg setara dgn penghasilan sy sbg surveyor sy sudah berniat utk berhenti. Belum lagi jika mengingat lembaga ini dimiliki oleh salah satu parpol, sedih dan marah rasanya. Kita hanya dimanfaatkan utk mencari data agar mereka tau bagaimana cara mendapatkan pemilih. Sementara masyarakat yg saya survey masih saja miskin sampai sekarang. Begitulah cerita saya yang mungkin bisa jadi bahan pemikiran atau pelajaran bagi siapapun.
Anonim said :
25 Februari 2014 14.35
saya ucup, jadi surveiyor adalah hal yang sangat mengasikkan bagi saya . malah saya jadi ketagihan . karna ada pengalaman yang menarik setiap kali terjun di lokasi .. mungkin anda ajah secara mental seperti kerupuk ,,, haha

jaya LSI ( saiful mujani ) korwil jatim ASMUNI
21 April 2014 14.59
Salam masbro, menjadi surveyor sebenarnya gampang, hanya butuh kemauan dan fisik yg prima. Apabila kita sudah menemukan passion kita sebagai fieldman, maka pekerjaan tidak akan menjadi beban. Sebelum kita dilepas ke area survey, pasti akan diberi pengarahan mengenai perijinan dsb, serta problem solving ketika kita menemui kendala di lapangan pada saat workshop sebelum survey. Di lapangan pun kita juga ada koordinator lapangan yg bertugas mendampingi kita pada saat ada kendala. Repotkanlah mereka ketika kita menemui masalah perijinan atau kendala yg lain, karena memang itu tugas mereka.

Pertama kali ikut survey, pekerjaan sy berantakan. Banyak questioner yg tertukar, tidak sesuai dengan hasil acak. Saat itu saya sudah hopeless, tidak diajak survey lg juga gpp mengingat banyaknya kesalahan saya. Namun ternyata next survey saya masih diajak. Belajar dari pengalaman, survey2 berikutnya saya sudah lancar, tidak mengalami kesalahan2 lagi. Pernah saya dalam sehari hampir menyelesaikan seluruh wawancara dengan 10 responden, namun karena kondisi medan dan waktu itu juga sudah lepas waktu isya, saya dihimbau oleh warga sekitar agar melanjutkan wawancara keesokan harinya karena terlalu riskan melintas hutan pada jam segitu. Ya sudah, hari itu hanya dapat 8 responden. Mengenai konsekuensi kesalahan memang ada, ada satu rekan yg salah wawancara responden, dia harus kembali lg ke desa untuk wawancara ulang.

Capek? Pasti! Karena itu resiko menjadi fieldman. Dibawa enjoy saja, saya selalu menganggap survey sebagai dolan yg dibayarin hahaha..dan uang saku selalu sisa, tinggal bagaimana kita mengaturnya saja. Numpang menginap di rumah warga atau masjid. Baru sekali saya menginap di wisma selama survey itupun karena area survey rekan2 kita berdekatan, jadi bisa ngirit satu kamar buat lima orang hehehe...salam
22 April 2014 13.43
ada 2 komentar sy : pertama.sy salut anda apa adanya,itupun seandainya yang anda katakan jujur.kedua sebagai surveyor,memang begitu liku-likunya,risiko.yang terpenting kerja keras,kerja cerdas dan kerja ikhlas. semua lembaga pasti profesional dalam menghargai kinerja surveyor.padahal pekerjaan anda sebagai surveyor banyak terkandung ilmu dan pengalaman, namun hal tersebut anda kurang menyadarinya,anda sedang belajar menjadi pencatat dan pengumpul dan itu bagian dari serangkaian riset,itu ilmu.jika sy sebagai kordinator dsana,sy pun pasti kecewa dengan sikap anda yang kurang profesional dan cenderung cepat mengeluh,padahal disisi lain banyak orang yg teriak mencari pekerjaan.thx
Anonim said :
23 April 2014 23.42
banyak kok pengalaman dari survei di LSI. tergantung hati yang niat apa gak,.... medan sulit jadi ringan karena niatan yang serius,,,, kalo ada masalah yang penting koordinasi... :) yang monitoring pasti bantu...
Baron said :
28 April 2014 15.57
Jadi surveyor leasing aja,,,,,,duit nya jelas,,,nggk perlu minta ijin ama rt......

Anonim said :
16 Juni 2014 22.47
lingkaran setan Indonesia

Poskan Komentar

Jumlah Pengunjung Berbagai Negara

Indra's Blog Visitor

Sponsored Links